Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali
Part 16 Niat becanda malah awal pertengkaran


__ADS_3

Part 16


Aku diam mematung mendengar suamiku berbicara seperti itu, ya Rabb apakah benar jika membohongi suamiku akan masuk neraka, hi aku bergidik membayangkan saja aku tak sanggup apalagi jika memang terjadi.


"Maaf mas. Rana hanya bercanda kok gak serius" kataku dengan muka bersalah dan langsung menghampiri mas Faiz memeluknya erat.


Hahaha aku tertawa dalam hati melihat raut wajahnya yang pias karena ucapanku barusan, dek kamu ini begitu lugunya sampai-sampai mas balik ngerjain kamunya gak sadar.


Aku terus memutar balikan ucapannya sekalian membuat dia semakin merasa bersalah, sebentar lagi dia ulang tahun pasti asyik mengerjai dia dengan cara ini dan aku juga tak perlu repot-repot memikirkan cara lain untuk mengerjai istriku sendiri. Ya allah maafkan hamba mu ini jika balik mengerjainya.


Malam Pun tiba segera kami melakukan kewajiban kami sebagai seorang muslim yaitu shalat maghrib dan isya, selesai shalat kuacuhkan dia dan aku bersiap keluar rumah meninggalkan dia sendirian.


"Mas mau kemana?" tanyanya padaku tapi tidak ku gubris sama sekali.


"Mas"


"Mas, Rana lagi tanya loh?" nada suaranya berubah bisa ku tebak pasti dia jengkel karena pertanyaannya tidak aku jawab.


"Keluar la jadi mau kemana lagi" jawabku acuh.


"Keluarnya kemana mas".


"Bukan urusanmu" jawabku ketus.


Aku langsung melajukan kendaraan ku meninggalkan rumah, kupacu kendaraan ku ini menuju rumah makan yang tidak jauh dari tempat tinggalku ini.


Sesampainya di warung aku langsung memesan makanan untuk ku makan dan untuk ku bawa pulang, selesai makan tak lupa aku membayar makanan yang kupesan tadi dan langsung berjalan pulang meninggalkan warung, di perjalanan pulang tak sengaja mobilku menabrak anak kecil kira-kira berusia dua tahun aku pun langsung turun untuk mengecek kondisinya.


"Dek, mana yang luka" ucapku mengecek kondisi anak tersebut


"Sakit, kaki Kia sakit kak" jawabnya sambil menangis


"Sini kakak lihat" aku langsung melihat kondisi kaki anak itu dan ternyata memang terdapat luka memar lumayan parah.


"Maafin kakak ya dek, mama kamu di mana biar kita bawa ke rumah sakit untuk diobati kakinya" jawabku sambil menanyakan mamanya dia jawab dengan menggelengkan kepala tanda tak tau.


"Kia, ya Allah nak kenapa kamu ini".

__ADS_1


Dari jauh aku mendengar suara wanita memanggil nama anak ini. Kurasa itu adalah mama dari anak kecil yang ku tabrak tadi, aku lalu melihat kedatangan dia dan tanpa ku sengaja aku mengenal wanita yang berdiri di hadapan ku ini.


"Shireen" kataku kaget setelah melihat wajahnya ini.


"Ma-mas Faiz" jawabnya sambil terkejut juga.


"Mama, sakit kaki Kia ma" suara dari anak ini membuyarkan keterkejutan ku dan wanita tadi yang ku panggil Shireen.


"Mana yang sakit nak, ya Allah kok bisa kayak gini sayang. Maafin mama nak sudah lalai menjagamu".


"Maaf Shireen, saya yang tidak sengaja menabrak anak kamu tadi. Saya akan tanggung jawab bawa dia ke rumah sakit sekarang biar di cek kondisinya sama dokter".


"Baik mas, ayo kita bawah Kia".


Aku langsung menggendong anak kecil tersebut dan membawanya ke dalam mobilku tak lupa pula aku mengajak ibunya untuk masuk ke dalam.


Mobil ku pacuhkan sedikit lebih kencang karena jika sangat kencang aku takut bakal menabrak orang lagi, sesampainya di rumah sakit aku langsung menggendong keluar anak tersebut dan langsung dibawa masuk oleh dokter karena aku tadi di jalan menelpon dokter anak yang kebetulan dokter itu adalah temanku serta pemilik rumah sakit ini.


Rian nama dokter itu langsung membawa masuk Kia ke dalam ruangan VIP dan mengecek kondisinya.


"Ketabrak gue tadi Yan gak sengaja gue".


"Elo sih di jalan entah ngelamunin apaan aja, makanya hati hati bawa mobil jangan sampe gak fokus".


"Iya, sorry hehehe" jawabku sambil nyengir ke arahnya


"Dok bagaimana keadaan anak saya, apa dia boleh dibawa pulang sekarang" Shireen bertanya kepada dokter Rian, hahaha aku geli ketika ada yang memanggil Rian dokter rasanya tak percaya jika ini anak udah menjadi dokter saja pasalnya dia dulu murid paling bodoh di sekolahan, ya kami satu sekolah dan bukan juga mengucilkan dia karena memang dari dulu kerjaan dia hanya makan pulang dan tidur begitu terus jika sekolah. Tapi memang nasib baik dia akhirnya dia menjadi dokter seperti yang di impiankan itu.


Atau mungkin di bantu ayahnya makanya Rian dapat gelar dokter mudah, Faiz gak boleh berburuk sangka rutukku.


"Belum mbak, eh gak papa kan kalau saya panggil mbak" jawabnya salah tingkah, kayaknya bau bau playboy mulai bertingkah ini.


"Soalnya masih terlihat mudah sekali" lanjutnya dengan senyum playboy andalannya.


"Gak papa dok".


"Anak ini belum boleh di bawah pulang takutnya nanti infeksi soalnya lukanya lumayan parah, mungkin sehari atau dua hari baru boleh dibawa pulang" jelasnya kepada Shireen.

__ADS_1


"Maaf Shireen karena aku anak kamu jadi kayak gini, sekali lagi aku minta maaf Shireen".


"Gak papa Iz, ini bukan salah kamu kok. Oh iya dok bisa pindahkan Kia di ruang rawat lainnya" pintanya.


"Gak Ren, Kia di sini aja, jangan takut biar aku yang tanggung biaya administrasinya kamu fokus jaga Kia saja, ini untuk menebus permintaan maaf ku".


"Gak usah Iz, aku sudah memaafkanmu".


"Udah Ren, biar Kia disini saja, jika kamu ingin memindahkan Kia di ruang rawat lain itu akan membuat saya semakin merasa bersalah kepadamu".


"Iya mbak bener yang di bilang Faiz, jika di ruang rawat biasa saya takut dia akan tertular penyakit orang lain yang ada di dalam ruangan" jawab Rian menjelaskan, dan membantuku meyakinkan Shireen.


"Baiklah, makasih Iz".


"Jangan bilang makasih Shireen ini sudah jadi tanggung jawabku".


"Yasudah saya tinggal dulu, ayo Iz ikut saya sebentar".


Aku minta izin keluar sebentar sama Shireen dan langsung mengikuti arah Rian.


"Bro lo kenal dia dari mana ha"


"Jangan bilang itu selingkuhan lo ya"


"Bro inget lo dah punya Rana, jangan main api bro kalo lo gak mau terbakar nanti"


"Bro gue gak habis pikir sama lo, bisa bisanya lo selingkuh" tanyanya panjang kali lebar tanpa mau mendengar jawaban dari aku.


"Udah, udah siap ngomongnya dokter Rian yang terhormat.


"Gak ada lagi yang mau ditanyakan hmm" jawabku sambil menatap tajam dirinya, enak saja nyalahin orang tanpa ada buktinya.


"Woles bro, biasa aja natapnya ntar mata lo lepas lagi" candanya sambil cengengesan.


"Oke gue cerita soal wanita tadi, sebenarnya dia itu….".


Hayo sebenarnya Shireen itu siapanya Faiz, pinisiran gak kalau pinisiran ikuti bab selanjutnya ya, tolong tandai kalau typo.

__ADS_1


__ADS_2