Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali
Part 15 Ngebet cucu


__ADS_3

Part 15


"Ma, biar kami berduaan dulu kenapa ma, gak lama cuma tiga bulan aja" ucap mas Faiz menawar titah dari sang ratu yang berkuasa dan ucapannya tidak bisa di bantah.


"Kamu ini Iz, mama gak nerima penolakan sedikitpun dari kamu. Pokoknya mama ingin Rana cepet hamil dan mama cepet gendong cucu mama" jawab mama sambil memperagakan menimang bayi dihadapanku dan Rana.


"Mas, Rana siap untuk mengandung dan melahirkan anak mas, jangan tolak ya insyaallah Rana siap untuk menjadi seorang ibu dan Rana mohon bimbing Rana ya menjadi calon ibu yang baik untuk anak anak kita kelak".


"Baiklah dek, secepatnya kita akan program hamil, lusa kita datangi dokter kandungan temen mas yang bagus dan semoga saja berhasil".


"Aamin".


"Gitu dong Iz, mama akan dapat cucu banyak" ucap mama mertua melompat kegirangan sambil mengatakan yeyeye berkali kali.


Tak lama setelah berbincang mama mertuaku langsung pulang dan tinggal kami berdua yang sama sama diam setelah cerita tadi tentang anak.



"Dek kamu yakin hmm" tanya mas Faiz merangkul diriku mendekat padanya, memang kami tadi duduk saling bersisian karena ditengah tengah ada mama mas Faiz.



"Yakin apa mas" jawabku tidak tahu apa yang dia bilang yakin padaku.



"Tentang memiliki momongan cepat" ucapnya menekankan kata momongan.



Aku baru mengerti arah pembicaraan yang kami bahas tadi bersama, dan kini mas Faiz membahasnya lagi berdua denganku tanpa ada yang mendengar kecuali kami berdua.



"Mas, Rana benar benar yakin dengan keputusan yang Rana ambil, mas bimbing Rana ya" pintaku padanya.



"Iya dek".


__ADS_1


Haripun berganti malam dan malam berganti bulan tak terasa kami sudah menikah tiga bulan lamanya tanpa ada badai yang menerpa rumah tanggaku dan mas Faiz.



Mulai dari kedatangan mama mertua yang ingin segera memiliki cucu, aku jadi menerapkan pola hidup sehat serta menjaga apa yang aku makan, mama menyarankan agar sering makan toge agar menyuburkan rahim, apa benar sih kalau sering sering makan toge bisa menyuburkan rahim?.



Selain itu juga aku sering check up ke dokter kandungan pilihan mama untuk memeriksakan kondisi rahim dan kualitas \*\*\*\*\*\* yang dihasilkan mas Faiz, dokter bilang semuanya lancar, pernah sekali mama mertua ikut kami check dan bertanya mengapa aku belum hamil sampai sekarang.



"Buk Rana jangan terlalu stres, tolong di jaga suasana hatinya agar selalu baik. Serta berhubungan dengan teratur, utamakan berhubungannya di waktu pagi hari karena \*\*\*\*\*\* yang dihasilkan akan lebih bagus" betapa malunya aku mendengar itu, aduh dokternya kan wanita apa gak canggung apa saat berbicara se frontal itu



"Baik dok terima kasih, itu nak mama bilang juga apa suruh pakai pembantu jangan kamu yang ngerjain pekerjaan rumah. Kamu juga Iz udah mama bilang harus rutin ini malah sering ambil lembur di kantor, jangan ngelak kamu! mama bakar entar kantor papa biar kamu nggak bisa kerja lagi baru tau rasa" semprot mama Mila pada kami berdua yang meringis ngeri pada ancaman yang akan dilakukan olehnya jika benar adanya.



'kalau mama benar bakar kantor papa Hendro mas Faiz kerja di mana dong?'




Hoek


Hoek


Hoek


Pagi ini tak seperti pagi sebelumnya yang nyaman nyaman saja, entah kenapa di pagi ini aku sangat mual dan bolak balik memuntahkan makanan yang telah kumakan sampai sampai isi perutku menjadi kosong karena terlalu sering muntah.


"Dek, kamu gak papa dek" suamiku mas Faiz mengetuk ngetuk pintu kamar mandi yang di dalamnya ada aku.


Hubunganku dengan mas Faiz tidak secanggung dulu dan aku mulai lagi mencintai dirinya, perasaan yang kupendam kembali berbunga setelah kami melewati masa masa sulit bersama dan jika terjadi kesalah pahaman diantara kami maka kami akan saling mengalah agar masalahnya cepat selesai.


"Dek buka pintunya, jawab mas dek" ucapnya lagi kali ini tidak mengetuk pintu tetapi dia menggedor gedor pintunya karena aku tidak keluar keluar dari dalam.


"Dek jangan buat mas khawatir" paniknya terus menggedor gedor pintu kamar mandi agar aku segera keluar membukakan pintunya.

__ADS_1


Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok Rana istriku yang wajahnya benar-benar pucat dan berjalan lunglai.


"Dek, kamu gak papa kan" ucap mas Faiz sambil memeriksa keningku yang terasa panas.


"Dek kamu_


Hoek


Hoek


Kulihat dia masuk kembali dan aku segera menyusul dia, dia terus muntah dan muntahan itu yang keluar hanya lendir saja dan segera kupijat tengkuknya agar dia terus memuntahkan makanannya itu.


"Terus muntahkan dek".


Setelah selesai aku membasuh mulutnya dan menggosok gigi agar muntahannya tidak tercium oleh ku dan dia langsung berjalan sebelum dia melangkah tubuhnya lunglai dan otomatis mas aku menahan tubuhnya itu agar tidak jatuh ke lantai kamar mandi.


"Ayo biar mas gendong ya dek".


Kulihat dia hanya mengangguk dan tak mengatakan apapun lagi kepadaku, kubawa dia menuju kasur dan membaringkannya perlahan dan aku menyelimuti dia setelah itu aku turun ke dapur untuk membuatkan teh jahe dan bubur agar dia makan lagi karena makanan yang dia makan tadi sudah keluar bersama muntahannya tadi.


Setelah selesai aku menuju kamar kami dan menurunkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya dan membantu dia untuk duduk dan meminum tehnya agar hangat perutnya.


"Dek minum dulu teh jahenya agar hangat perutnya adek, setelah itu makan buburnya ya" ucapku sambil membantu dia meminum tehnya dan sedikit kuelus perutnya yang entah apa aku suka sekali akhir akhir ini mengelus perutnya seakan akan ada bayi yang tumbuh disitu.


"Gak mau ini pedes mas rasanya" tolaknya manja kepadaku dan memeluk tubuhku serta menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau.


"Minum sedikit aja sayang ya, biar sedikit mendingan mualnya" aku terus menerus membujuk dirinya agar mau minum teh jahe yang kubuatkan untuknya itu.


Akhirnya dia mau meminumnya setelah berbagai bujuk rayu yang kuberikan, ekspresi wajahnya sangat lucu ketika dia meminum sedikit, dan parahnya lagi dia sambil menjepit hidungnya, aku menahan tawaku jika aku tertawa di hadapannya maka sudah kupastikan dia tidak mau meminum minuman itu lagi.


Setelah selesai aku langsung menaruh gelas tadi di atas nakas dan segera menyuruhnya memakan buah agar rasa pedas dari teh jahe tersebut menghilang.


Kulihat mas Faiz menahan tawanya melihatku, aku berfikiran mengerjai dia dengan pura pura tersedak dan dia bangun dari duduknya menghampiri aku dan mengelus leherku sedangkan aku hampir saja tak bisa menahan tawaku.


"Sayang kamu gak papa hmm" ucapnya dengan nada khawatir yang sangat kentara.


"Mas uhuk uhuk uhuk" pura pura terus aku terbatuk dan dia berlari ke dapur untuk mengambilkan air putih untukku.


Hahaha aku tertawa terbahak bahak melihat kekhawatiran mas Faiz.


"Oh jadi cuma bercanda hmm, sudah pandai berbohong dengan mas ya" tiba tiba dia datang dari pintu dan menghampiriku, sedangkan aku langsung terdiam dan menundukkan kepalaku karena ketahuan ngerjain suamiku sendiri.

__ADS_1


"Dek hmm, belajar dari mana berani membohongi suami sendiri hmm, tau kan kalau membohongi suami itu dosa kalau mas gak memaafkan, kamu akan kena dosa loh dan kalau juga mas gak ridho kamu akan masuk neraka".


__ADS_2