Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali
Part 14 Cucu


__ADS_3

Part 14


"Ha, apa maksudnya mama. Rana gak salah dengar kan yang mama bilang barusan" jawabku kaget dan sedikit meninggikan suaraku.


"Kamu gak salah denger nak Rana, jika saja Faiz dulu tidak memaksa mama menerima Cahya menjadi calon istrinya, maka mama akan menjodohkan kamu dengan Faiz. Mama dari dulu sejak kamu main bareng dan sering kerumah mama, mama sudah seneng banget dan mengharapkan kamu menjadi mantu mama. Dan sekarang alhamdulilah mama seneng Faiz gagal menikah dengan Cahya mbakmu, dan akhirnya kamu yang menggantikannya menjadi mantu mama, memang kalau jodoh gak akan kemana. Walaupun Faiz memiliki rencana awal akan menikahi Cahya, jika Allah sudah berkehendak maka kita tidak bisa merubahnya".


"Ma, mama gak boleh gitu. Bagaimanapun Cahya itu mbaknya dek Rana ma, lihat itu wajahnya jadi sedih gitu" ucap mas Faiz sambil mengangkat daguku memperlihatkan wajahku pada mama mertuaku yang panik saat melihatku sedih.


Senang karena ternyata aku yang diinginkan oleh mama mertuaku dan sedih ketika mbakku dijelekkan oleh mama di hadapanku dan aku tidak bisa membelanya karena memang benar adanya.


"Mama gak salah ngomong loh Iz, apa yang mama bilang dari dulu kalau mama emang gak suka sama Cahya. Tapi karena kamu mama bela belain Iz, tapi lihat dia melarikan diri dari pernikahannya, itu namanya bukan gadis baik baik Iz, kalau gadis baik baik gak akan melakukan hal seperti itu".


"Rana maafin mama ya nak".


"Iya ma, sudah Faiz lupakan dia kok ma, sini dek" mas Faiz membawaku dalam pelukannya agar aku tidak merasa sedih lagi.


"Yaudah kita bahas yang mama ingin bilang saat kesini, mama mau ngomong penting banget sama kalian berdua tentang cucu untuk mama".


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Aku dan mas Faiz tersedak ludah sendiri karena mama membicarakan soal cucu. Kami baru saja menikah tiga hari dan baru tidur bersama kemarin malam masa udah ditanya tentang cucunya, hahaha jangan ditanya wajah kami berdua langsung pias dan saling pandang pandangan.

__ADS_1


"Kalian kenapa kok batuk batuk gitu" tanya mama heran.


"Ma, mama ngomong apa sih ma" mas Faiz menjawab setelah kami selesai pandang pandangan.


"Kamu kek mana sih, kan mama sudah bilang mama pengen cucu untuk mama dan pewaris untuk perusahaan kamu".


"Bagaimana mungkin ma, orang baru nikah tiga hari masa udah di tanya soal cucu".


"Mungkin lah, makannya kamu sering sering ehem nya sama Rana" mama menekan kata ehemnya seakan dia semangat sekali ingin memiliki seorang cucu, mas Faiz memang anak tunggal di keluarganya karena memang dari dulu setelah mas Faiz lahir rahim mama mertuaku langsung diangkat karena mengalami kecelakaan yang hebat.


Maka dari itu mas Faiz anak satu satunya di keluarganya. Dan memang juga om Hendro anak tunggal, dia pernah punya adik tapi setelah umur tiga belas tahun adiknya om Hendro meninggal karena kecelakaan dan langsung tewas di tempat. Kalau dari pihak mama Mila sama kayak om Hendro bedanya itu adiknya mama meninggal saat bayi.


"Ma, sudahlah jangan bahas itu. Rana kasihan ma lihat ini".


"Nak ada apa Ran, gausah malu la sama mama anggap saja mama ini seperti mamamu sendiri ya nak" ucap mama sambil merangkul aku dalam pelukannya.


"Ma, kami masih ingin menikmati waktu berdua kami dahulu. Mama ngerti ya, setelah setahun baru kami akan punya anak tapi tidak sekarang" jawab mas Faiz sambil menggenggam sebelah tangan mama.


"Ya Iz, jangan gitu dong mama udah gak sabar punya cucu dari kamu, kamu kan anak mama satu satunya".


"Ma setahun aja kok, gak lama ma, setelah itu mama akan kerepotan menjaga cucu mama nanti. Faiz kasih waktu mama untuk menyiapkan diri menjadi nenek".


"Mama udah siap kok Iz jadi nenek, jangan tunda dong Iz, mama kesepian ni Iz udah kamu pindah rumah, mama kan di rumah jadi cuma bertiga sama papa dan bik Ijum. Gak rame, mama kangen suara tangis bayi Iz udah lama kan mama gak dengar tangis bayi di rumah kita. Rencananya sebelum kamu lahir mama dan papa ingin memiliki banyak anak tapi kamu tahukan sendiri setelah mama melahirkan kamu, rahim mama diangkat dan mama tidak bisa memiliki anak lagi, berapa tahun coba mama tidak menggendong dan mendengar suara bayi Iz".


"Ma_

__ADS_1


"Iz kamu gak kasihan sama mama ya, mama benar benar sendirian setelah kamu tinggal pindah kerumah baru loh".


"Tapi ma_


"Gak ada tapi tapian, Rana bujuk Faiz nak. Mama beneran ingin punya cucu secepatnya, kamu mau kan nak" bujuk mama sambil memegang kedua bahuku, aku tak tega, jadi jika engkau ya Rabb tolong segera titipkan bayi di dalam rahim hamba secepatnya hamba ikhlas.


"Ma kasihan Rana jangan dipaksa ma_


"Udah mas jangan lawan mama lagi, berdosa mas jika mas seperti itu. Insyaallah jika mama menginginkan seorang cucu, Rana akan berikan cucu untuk mama dan anak berapapun yang mas Faiz mau, Rana gak akan nolak mas ingin berapa anak dari Rana, mas yang putuskan berapa"


"Mama. Rana akan minum obat ini agar Rana segera mengandung dan memberikan seorang cucu untuk mama, mama gak perlu kuatir ya" jawabku meyakinkan walaupun aku sedikit ragu untuk memiliki anak tapi bagaimanapun memang itu kodratnya wanita mengandung dan melahirkan anaknya mau siap ataupun tidak siap kan. Setelah kamu menikah pasti ada yang meminta memiliki anak ataupun cucu dari keluarga besarmu atau dari suamimu sendiri, jadi sebelum menikah siapkan diri baik dari jiwa dan raga harus semuanya siap oke.


"Dek jangan dipaksa jika kamu belum siap menjadi orang tua, bukannya orang tua itu harus siap merawat anaknya dan mengajarkan anaknya ilmu dunia dan akhirat".


"Udahlah Iz Rana saja setuju, sekarang tinggal kamunya isi dong yang banyak biar Rana cepat hamil" mama mertua kok frontal banget sih gak tau apa mukanya Rana udah merah gini.


"Mama is, Faiz kan masih mau manja manjaan sama Rana. Ini malah mama ngebet cucu sama kita berdua" ucapnya sambil bergelayut manja di lengan mama Mila.


"Kamu udah besar Iz udah jadi suami juga malah masih manja sama mama, gak malu apa itu Rana lihatin kamu" mama menyindir mas Faiz bukannya dia merasa tersindir malahan semakin merangkul bahunya mama Mila.


"Nggak ma, lagian kan Rana istrinya Faiz" aku hanya menggeleng geleng melihat tingkah laku mas Faiz pada mama.


"Iya kan dek, sini kalau kamu mau mas peluk. Sebelah lagi kosong ini tangan mas" ajaknya sembari melambaikan tangan memanggil diriku agar mendekat.


"Gak usah deket Faiz nak, Faiz itu bau asem".

__ADS_1


"Mama ih" rajuknya lucu.


"Is ini anak ya Allah malah makin kumat anak ini" mama mencubit bibir mas Faiz yang asik manyun karena merajuk.


__ADS_2