Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali
part 21 telpon dari nomor baru


__ADS_3

Part 21


"Jawab pertanyaan mas".


"Kamu sedang hamil kembar, iya" tanyaku padanya


"I-iya mas".


"Kenapa nggak ada yang bilang pada mas, dari kamu atau dari mulut semuanya" sentaku dingin dengan tangan terkepal erat.


"Bukan Rana ngga mau bilang mas tapi_


Drtt


Drtt


"Sebentar, saya angkat telepon dulu" ucapku lalu menjauh darinya dan mengangkat telepon.


"Nomor baru siapa ini, aneh jangan-jangan cuma orang iseng" gumamku saat melihat nomor baru yang menelepon.


"Biarin aja kalau dia telepon lagi berarti bukan orang iseng".


Tak lama nomor asing itu menelpon kembali, coba aku angkat saja siapa tau penting. Atau jangan-jangan nomor investor baru yang lagi bekerjasama dengan aku soalnya kemarin dia minta nomorku.


"Halo".


'Mas Faiz tolongin Cahya mas, Cahya lagi di culik sama penjahat' ucap seseorang itu yang mengaku-ngaku Cahya.


"Jangan main-main kamu jadi Cahya".

__ADS_1


"Jangan coba-coba menipu saya kamu" ucapku sambil sedikit mengeraskan suara agar dia tidak main-main.


'Cahya nggak bohong mas, tolongin Cahya kalau mas nggak percaya coba dengarkan baik-baik suara Cahya mas. Terdengar memang suara Cahya kan tolong selamatkan Cahya'.


"Oke kalau kamu Cahya, tapi saya harus selamatkan kamu di mana" tanyaku padanya sembari ikut panik juga karena bagaimanapun Cahya pernah singgah di hatiku, bahkan sampai sekarang namanya masih menempati cinta lebih banyak dari pada cintaku pada adiknya Rana.


Tolong jangan beritahu Rana ya soal ini biar dia tidak sakit hati, dan juga aku akan terus mencoba mencintai Rana.


'Ini di jalan Putra Denai, rumah nomor 175 bercat abu-abu semi hitam. Kalau gak salah kawasan minyak gitu mas soalnya bau minyak di sini'.


"Lokasinya di mana itu, aku tidak pernah mendengar nama jalan yang engkau sebutkan. Jangan-jangan kamu cuma bohongin aku dan ngaku-ngaku sebagai Cahya".


'nggak mas ini benar Cahya, sebentar Cahya Sherlock dulu. Cepatlah datang mas sebentar lagi mereka kembali bawa Cahya pindah ke tempat lain lagi'.


Ting


Aku langsung membuka pesan yang dikirim Cahya yaitu lokasi dia di sembunyikan.


"Saya segera kesana, kamu tolong tetap tenang supaya penculiknya tidak curiga. Satu lagi kembalikan handphone yang kamu gunakan ke tempatnya semula, jangan lupa hapus sidik jari atau bekas yang kamu pegang pada permukaan handphone".


"Mengerti Cahya".


'iya mas, segera kemari'.


Tak lama sambungan telepon pun terputus, aku segera bergegas menyiapkan mobil juga menghubungi sahabat dekatku yang lainnya selain Rian yaitu Fatih dan Akmal.


Fatih adalah seorang ustadz muda yang banyak digandrungi oleh banyak wanita dan juga di gadang-gadang menantu incaran emak-emak. Karena bukan sekedar parasnya yang tampan tapi dia juga seorang dosen salah satu kampus terkenal di Bandung. Ayahnya juga pemilik pondok pesantren loh.


Kalau Akmal itu guru penjas SMA Jakarta Menteng Agung, dia juga pemilik Kafe Viora Kencana yang banyak dikunjungi karena makanannya yang enak dan terjangkau serta tempatnya yang sangat nyaman, khas lah untuk anak muda juga tempat meeting. Satu lagi fasilitas cafe nya juga free Wifi dan ada ruang bermain untuk anak-anak, jadi kalau orang tua membawa anak-anak ikut tidak usah bawa mainan lagi.

__ADS_1


Kami janjian di alun-alun yang tidak terlalu jauh dari rumah, oh iya si Akmal ini satu sekolah dengan Cahya makanya saat aku bilang Cahya hilang dia langsung paham, juga poin plusnya anak ini membawa bodyguard sebanyak 10 orang. Daddy Akmal adalah


Bupati, oleh karena itu untuk memastikan keamanan anaknya dia memerintahkan kepada orang terlatih kepercayaan untuk menjaga anak semata wayangnya ini.


Pernah Akmal dulu hampir kecelakaan karena musuh ayahnya yang menyabotase rem mobilnya sehingga blong, untung saja kaca mobil yang Akmal pakai bukan yang susah untuk dibuka jadi Akmal memilih lompat turun dari pada harus mati terjun ke jurang tak berdasar. Disebut jurang tak berdasar bukan sembarangan loh karena jurang itu gelap dan tidak pernah terjangkau sinar matahari satu lagi karena itu merupakan jurang yang paling dalam yang ada di Indonesia.


Sejak saat itu Akmal menjadi penurut dan tidak membantah ucapan daddy-nya soal bodyguard yang akan mengawalnya kemanapun dirinya berada.


"Oh jadi Cahya itu di culik ya Iz bukannya kabur dari pernikahan elo sama dia. Jangan-jangan yang nyulik Cahya itu musuh perusahaan yang lo kelola, kalau bukan kenapa ayahnya Cahya mencari dia kemanapun tidak ketemu" timpal Akmal mengemukakan pendapatnya yang disetujui oleh Fatih.


"Aku juga setuju pendapat Akmal Iz. Menurut yang Akmal bilang kalau mbak Cahya orangnya baik dan humble dengan semua orang tidak mungkin dia kabur gitu aja tanpa alasan yang pasti, terus kalau misalnya dia memang benar-benar kabur pasti dia merasa tertekan atau tidak mencintai kamu. Mohon maaf ya Iz ini argumen aku aja kalau salah aku minta maaf" Fatih langsung melihat wajahku yang pias, merasah bersalah karena ucapan yang terakhir itu memang benar.


Cahya itu mau menikah dan menerima lamaran kamu itu semua karena keterpaksaan nggak lebih Iz. Jadi Cahya menghilang itu semua gara-gara kamu!


"Gak masalah aku Fatih, semua yang kamu bilang itu benar, aku menikah sama Cahya itu karena di jodohkan dan apesnya cuma aku yang mencintai dia dari dulu sedangkan dia tidak ada rasa sedikitpun untuk aku. Mungkin kalau saja aku tidak mendesak papa untuk melakukan perjodohan yang ayahnya Cahya dan papaku dulu rencanakan semua tidak akan seperti ini".


"Ini karena rencana yang terbaik dari Allah untuk kamu Iz jadi kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri".


"Allah akan memberikan kemudahan setelah kesusahan itu, jadi tetap semangat oke".


Kami bertiga berpelukan ala lelaki, sambil bercanda-canda tentang masa SMA kami, lalu aku tersadar dan menghentikan pembicaraan kami itu.


"Ayo segera cari keberadaan Cahya kasihan kalau dia terlalu lama di sekap, ini sudah lebih dari 3 bulan bukan setelah hilangnya dia".


"Iya".


"Berdoa dulu sebelum berangkat".


Kami berdoa dahulu sebelum berangkat, kali ini aku dan kedua sahabatku menggunakan masker serta jaket kulit hitam dan topi. Kan bahaya kalau wajah kami terlihat oleh mereka bisa-bisa kami menjadi incaran mereka selanjutnya.

__ADS_1


Penyamaran ini di lakukan supaya mereka tidak mengenali gerak-gerik dan wajah kami nantinya. Oh iya lupa memberi tahu kami ini dulu anak silat salah satu perguruan di Jawa jadi jangan heran jika bela diri kami tangguh dan kuat susah di kalahkan. Aku dan Fatih juga menang loh dalam kompetisi silat se Asia.


Hai saya kembali lagi maaf ya lama up-nya karena sibuk kerja. Aku double up kok mungkin akan ngilang satu minggu-an la kira-kira, aku ambil lembur jadinya gak bisa up terus-menerus. oke happy reading jangan lupa like dan promosikan sama teman yang lainnya ya ya.


__ADS_2