Warisan Konglomerat

Warisan Konglomerat
Akibat Membuat Ku Marah


__ADS_3

"Semua sudah beres, silahkan perintahkan kami, anda ingin melakukan apa kepada mereka"


Ucap Alex menunggu perintah dari zaki untuk memberikan pelajaran kepada Rais Dan Dodi.


"Bos Alex ada apa ini,saya tidak pernah menyinggung anda,kenapa anda memblokir tempat kami dan membantu pemuda ini"


Dengan rasa takut dan penasaran Rais bertanya kepada Alex, kenapa sang penguasa mafia dikota barat datang kepadanya,dan langsung mengepung tempatnya ketika dia tidak pernah membuat masalah denganya...


"Kau memang tidak membuat masalah ataupun menyinggung ku,tapi kau telah membuat masalah Dan juga menyinggung orang yang tidak seharusnya kau singgung"kesal Alex kepada Rais yang berani kepada Zaki dan bahkan juga mengeroyok Zaki.


Rais semakin ketakutan dan keringat menetes di dahi nya,bahkan seluruh tubuhnya mulai gemetar dan jantungnya juga tidak henti-hentinya berdetak dengan cepat, ketika melihat Alex yang sangat ditakuti seluruh preman bahkan juga mafia yang ada dikota barat ini,begitu tunduk dan patuh dengan Zaki..


"sial,aku malah membuat masalah kepada orang yang salah,dasar Dodi bajingan"teriak Rais marah kepadanya, karena telah membuat dia celaka..


"Maafkan aku tuan Zaki"dengan tubuh gemetar ketakutan Rais bersujud kepada Zaki.


"Kemari kau"dengan lambaian tangannya menyuruh Rais mendekatinya.


"Aaaaa"seperti bunyi suara retakan tulang patah.


"Bagaimana rasanya,itu akibat karena kau berani membuat mengeroyok ku"


Ketika Zaki Sudah selesai berurusan dengan Rais,dia langsung memandang kearah Dodi dengan tatapan yang tajam.


"Bawa dia kepadaku"tunjuk Zaki kearah Dodi, dengan cepat anak buah Alex menyeret Dodi dengan paksa..


"Lepaskan aku,apa kalian tau siapa aku,ayahku adalah Pramono, seorang CEO perusahaan Pramono grub.."


Alex dan anak buahnya tidak peduli dengan perkataan Dodi, yang hanya mereka takutkan jika tidak mengikuti perintah zaki, mereka akan mati..

__ADS_1


"Kau jangan banyak bicara"dengan kuat salah satu anak buah Alex menyeret tubuh Dodi dan membawanya menghadap Zaki.


"Dodi Dodi,kau berani sekali melukai Ryan,kau tahukan bahwa Ryan itu teman baikku,aku paling benci jika ada orang yang ingin berurusan denganku,tapi dia malah melibatkan teman temanku yang tidak tahu apa-apa!"


Tangan zaki langsung menarik rambut Dodi dan mengarahkan wajahnya menghadap wajah Zaki,


"Traakkkk"dodi teriak kesakitan karena salah satu kakinya diinjak serta dipatahkan dodi..


Setelah mematahkan kaki dua Orang yang ingin berurusan dengannya, Zaki menyuruh Alex untuk menghajar mereka berduaan sampai babak belur..


"Tangan dan kaki kalian aku patahkan, karena kalian berani berurusan denganku,dan sekarang kalian harus merasakan apa yang sudah kalian perbuat kepada temanku,hajar mereka sampai babak belur,tapi ingat jangan sampai mereka mati."


Alex pun memerintahkan anak buahnya untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Zaki..


"Tolong maffkan saya Tuan Zaki,jika saya tahu anda merupakan boss Dari bos alex,saya tidak akan berani menyinggung Anda.."


Zaki tak memperdulikan permohonan dari Rais,dia tetap memerintahkan untuk menghajar mereka..


"Aku senang dengan kinerja mu,apa yang kamu inginkan?, silahkan katakan "senyum Zaki senang karena bisa membalas perbuatan Dodi..


"Saya tidak ingin apa apa, yang saya butuhkan Tuan mau memberitahukan Tuan Leo bahwa Anda puas dengan kinerja saya dan anak buah saya..."


Senyuman Alex sambil berharap kepada zaki untuk mengatakan kepada Leo bahwa kinerjanya membuat Zaki puas, Alex tahu bahwa Zaki bukan orang sembarangan,tidak mungkin Leo menyuruhnya untuk membantu Zaki, jika Zaki merupakan orang biasa,dan dia juga berharap Leo juga memujinya karena bisa memuaskan Zaki dengan kinerjanya..


"Baiklah kau tenang saja,aku akan mengatakan kepada Leo, bahwa kerja kamu dan anak buahmu sangat bagus,dan sekarang Aku harus pergi menjenguk temanku dulu dirumah sakit"


"Terimakasih tuan Zaki"Alex dengan cepat membukukan badannya Sambil melihat Zaki pergi dari tempat itu.


Zaki pun tiba di rumah sakit tempat Ryan dirawat..disana sudah berada dua orang dari anak buahnya Alex menjaga Ryan didepan pintu tempat Ryan dirawat..

__ADS_1


"Kalian boleh pergi sekarang"ucap zaki kepada dua orang berbadan besar tersebut, mendapatkan perintah dari Zaki,merekapun segera pergi meninggalkan rumah sakit sambil menundukkan badan..


"Hay Ryan bagaimana keadaan mu"teriak Zaki membuka pintu dan mendekati Ryan yang sedang berbaring ditempat tidur, sambil ditemani selang infus ditangannya..


"Udah agak baikan, mereka tadi siapa?,kok mereka patuh sekali denganmu?, bahkan mereka juga membantuku sampai ke rumah sakit, sebenarnya apa yang telah terjadi ketika aku pingsan?"


Zaki hanya geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi kearahnya..


"Udah gak usah dipikirin, yang penting Kamu sembuh dulu,nanti setelah ini aku akan memberitahumu.."


Dengan kecewa Ryan hanya menghela nafasnya dalam-dalam..


"Ahhh kamu gak asik,ya udah tapi kamu jangan bilang-bilang orang tuaku ya, bahwa aku dirawat dirumah sakit!,jika orang tuaku nelpon kamu jawab aku sedang tidur dirumah mu"


Mohon Ryan dengan melipat gandakan tangannya,agar Zaki tidak memberitahu kan kepada orangtuanya..


Dia takut jika orang tuanya tahu Dengan keadaannya sekarang, orang tuanya pasti akan cemas..


"Kau tenang saja,kau terluka seperti ini karena aku juga,aku akan membantu mu jadi kamu fokus untuk sembuh saja, yang lain jangan terlalu dipikirkan..,"


Merekapun berpelukan setelah itu,Zaki pergi dan meninggalkan Ryan sendirian di rumah sakit..


Ketika Zaki baru saja keluar dari rumah sakit, tiba-tiba handphonenya kembali bergetar tanda ada panggilan masuk..


"Haa roni,, emang nya ada apa dia menghubungiku?.."tanda panggilan masuk tertulis dengan nama Roni di handphonenya..


"Halo ada apa!"jawab Zaki mengangkat handphonenya kearah telinganya..


"Begini pak Zaki, CEO dari perusahaan Hendrawan datang menemui ku,dia ingin penjelasan dari kita,kenapa perusahaan kita menolak kerja sama darinya.."ucap Roni kebingungan sambil memberi tahu Zaki.

__ADS_1


"Ya sudah,suruh dia tunggu saja dulu, Aku akan segera pergi kesana"Zaki segera mematikan handphonenya dan pergi menuju keperusahaan little grub..


__ADS_2