Warisan Konglomerat

Warisan Konglomerat
Permainan Kincir Angin.


__ADS_3

Tempat hiburan pasar malam terlihat begitu rame, karena tempat hiburan ini merupakan tempat hiburan bagai semua kalangan,dari segi umur dan juga harta..


Setelah kejadian yang tak terduga diarea parkiran...kini saatnya Cindy dan Zaki memasuki area pasar malam,Cindy Yang juga merupakan kalangan golongan kelas atas, begitu terkejut sampai seperti tidak percaya ketika memasuki pasar malam..


"Wah Zaki lihat banyak juga orang orang pergi ketempat hiburan Ini...aku tidak menyangka sampai serame ini."teriak Cindy senang..


"Kenapa kamu begitu senang,apa pertama kalinya kamu datang kesini"balas Zaki begitu melihat ekspresi Cindy..


"Kok kamu tahu, kalau aku baru pertama kali melihat pasar malam ini"balasnya dengan suara agak sedikit rendah..


"Dari ekspresi mu semua orang bisa menebak, kalau kamu baru pertama kalinya ke pasar malam.."


Maklum sebagai keturunan orang kaya, yang sering pergi keluar negeri, Cindy dari kecil selalu dididik dengan keras oleh keluarganya, jangkan bermain untuk keluar rumah saja dia selalu dikawal.. bahkan dari dia kecil sampai sekarang,baru pertama kali ini dia bisa menikmati hiburan tanpa ada kaki tangan keluarganya..


"Bagaimana kalau kita naik permainan itu"tunjuk Cindy kearah permainan kincir angin..


Tunjuk Cindy diiringi deng olehan mata Zaki yang mengarah kearah permainan bianglala atau sering disebut kincir angin..

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita kesana.."mereka berdua sudah memutuskan untuk permainan pertama dan segera pergi menuju ke permainan kincir angin..


Kincir angin merupakan permainan paling banyak diminati oleh pengunjung pasr malam..


Kini permainan kincir angin sudah mulai berputar berputar,tiba-tiba permainan ini berhenti pas tempat mereka duduk berhenti dipaling atas..


sehingga seluruh pemandangan yang ada dibawah begitu terlihat sangat indah..


"Tidak aku sangka melihat pemandangan melalui permainan kincir angin ini sangat indah ."ucap dengan ekspresi kejujuran yang barusan dikatakan Cindy membuat Zaki hanya tersenyum ketika memandang Cindy..


"Gak kenapa kenapa,kamu lebih terlihat cantik kalau tersenyum seperti itu.."mendapatkan gombalan mendadak yang ke-dua kalinya, jantung Cindy tiba tiba mulai berdetak sangat kencang..


DUG DUG DUG DUG.. bunyi detak jantung Cindy dengan cepat


"Kamu...kamu gombal"teriak Cindy memukul pundak Zaki..


Sudah sekitar 10 menit lebih mereka berada diatas, entah kenapa kincir angin ini tidak berjalan berputar kembali dan hanya diam saja dari tadi..

__ADS_1


"Zak kamu ngerasain gak kenapa kincir angin ini tidak berputar, hampir 10 menit loh kita diatas.."baru saja Cindy bertanya kepada Zaki..


Tiba-tiba saja para petugas meneriaki dengan toa bahwa mesin kincir angin Lagi ada masalah, yang lagi dinaiki untuk bersabar sampai petugas memperbaiki kincir anginya..


Kejadian itu membuat orang-orang yang berada bagian bawah segera turun karena takut terjadi masalah yang tidak diinginkan..


Zaki dan Cindy yang dapat bagian paling atas mau tidak mau Harus bersabar sampai kincir anginya berputar kembali..


"Udah biarkan saja, Kapan lagi kita bisa melihat pemandangan dari atas ini lagi "ucap Zaki spontan mencoba menenangkan Cindy..


"Kok gitu sih,aku kan takut kalau terjadi sesuatu dengan kincir angin ini"dengan menutup wajahnya yang mulai pucat karena ketakutan..


"Kalau kamu takut sini duduk dipangkuan ku,aku jamin Nanti pasti takutnya akan hilang"Niat Zaki hanya menghibur sekaligus bercanda kepada Cindy,tapi karena rasa takut yang tiba-tiba menggerogoti mental Cindy... Tiba tiba Cindy berdiri dan langsung duduk dipangkuan Zaki Sambil memeluk dan menundukkan wajahnya dibahu Zaki...


Tentu saja kejadian ini membuat Zaki kalang kabut, kenapa tidak, Zaki yang hanya berniat bercanda, tiba-tiba saja Cindy benar benar duduk dipangkuannya sambil merangkul tubuh Zaki..


Tentu saja kejadian ini terus berlanjut sampai mereka turun dari permainan kincir angin tersebut..

__ADS_1


__ADS_2