
Sebelum Author melanjutkan bab ini..
Author mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1443 H.. MOHON MAFF LAHIR DAN BATIN..
Sudah 2 tahun pemerintah melarang kita mudik..di tahun ini akhirnya kita diizinkan mudik oleh pemerintah..
Jadi semoga kalian bahagia bertemu dengan sanak keluarga...
Kalau begitu ayo kita mulai ceritanya....
********
Acara lelang semakin lama semakin seru dikarenakan barang barang yang dikeluarkan untuk untuk lelang semakin Bagus dan harga tawar makin tinggi..
Hampir sekitar 5 barang yang dilewati oleh Zaki dan Ryan, tanpa ada mereka menawarkan satu kali pun,barang yang ke 6 pun segera dilelang..
"Nah para hadirin sekalian, inilah barang lelang yang selanjutnya, yaitu lukisan langka yang bertema perlawanan pahlawan.."teriak deni dengan mikrofonnya..
Sontak para hadirin yang berada diacara lelang tersebut langsung melihat lukisan tersebut langsung terpukau dengan gambarnya, seakan akan diri mereka sendiri masuk didalam lukisan tersebut..
Zaki akhirnya dengan antusias menunggu Deni memberi Harga lukisan tersebut, lukisan inilah yang dia tunggu untuk dihadiahkan kepada kakeknya indah..
"Lukisan ini merupakan lukisan yang sangat indah, sehingga bisa membawa kita berada didalam lukisan tersebut... Baiklah sekarang kita buka dengan harga 2 milyar, tawar tidak boleh dibawah 10 juta.."
Tentu saja uang tidak masalah bagi kaum atas yang berada diacara lelang tersebut,demi bisa mendapatkan lukisan mereka tidak segan segan mengeluarkan uang yang banyak..
Dari ada yang menawar dengan harga 2,5 miliar sampai seharga 5 miliar..
"10 miliar"teriak seseorang dari tribun atas dengan teriak yang lantang..yang merupakan Harris langsung mengangkat nomor undiannya..
"15 miliar"seorang wanita cantik berpakaian gaun yang indah mengangkat undiannya dengan tidak mau kalah..
__ADS_1
Tentu saja uang 15 miliar merupakan uang yang cukup besar bagi Harris, sehingga mengurungkan niatnya untuk melanjutkan menawar harga lukisan tersebut..
"15 miliar pertama....15 miliar kedua.."teriak Deni mengangkat palu lelang..
Semua orang tahu pembawa acara akan menyebut sampai tiga kali, jika tiga kali belum ada menawarkan harga,maka lukisan tersebut jatuh kepada wanita cantik tersebut..
"20 miliar"teriakan tersebut membuyarkan lamunan semua orang sehingga menurunkan palu yang diangkat oeh Deni...
20 miliar merupakan harga yang mustahil ditawar untuk lukisan ini....bagaimana mungkin ada yang menawarkan lukisan itu seharga 20 miliar..
"dengan harga 20 miliar ini apa anda yakin tuan"teriak Deni yang juga kaget mendengar tawaran Zaki..
Bukan hanya orang lain saja yang kaget dengan harga yang ditawarkan oleh Zaki, Ryan yang berada disampingnya pun juga kaget beserta ketakutan..dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak 20 miliar..
"Zak kamu yakin menawarkan harga sebesar itu..,aku tidak punya uang sebesar itu untuk membantumu.."ucap Ryan dengan cemas
Dari mana Ryan bisa membantu Zaki mendapatkan uang sebesar 20 miliar, sedangkan uang yang dia bawa untuk acara lelang saja hanya 5 miliar..
"Hay gembel jangan mengada-ada kamu,dari mana Kamu bisa membayar uang sebesar 20 miliar "mendengar Zaki menawar dengan harga setinggi itu..tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Harris..
"Tuan Deni jangan anda sampai percaya dengan dia,saya kenal dia,namanya Zaki dia hanya orang miskin, bagaimana mungkin dia bisa membayar dengan harga 20 miliar.."
Ucap Harris yang mencoba memojokkan Zaki supaya dia semakin malu didepan umum..
"Maff tuan Zaki, jika apa yang dikatakan oleh tuan Harris tersebut benar, bagaimana Anda akan membayar lukisan ini.."Deni yang Selaku pembawa acara mencoba berusaha menenangkan acara..
"Apa dengan ini bisa "jawab Zaki dengan santai sambil mengambil sesuatu dari sakunya dan langsung memperlihatkan sebuah kartu rekening...
"Hay gembel dari mana kamu mendapatkan kartu itu.. jangan jangan kamu mencurinya ya.."
Melihat Harris yang begitu gigihnya ingin mempermalukan dirinya,zaki hanya tersenyum sambil berkata"tinggal digesek aja dan ini kode sandinya "..
__ADS_1
Deni secara pribadi segera maju ketempat duduk Zaki untuk memastikan kebenaran pembayaran tersebut..
Kartu pun mulai digesek...
Ting..bunyi tulisan bahwa pembayaran telah berhasil..
"Baiklah pembayaran telah berhasil, lukisan ini menjadi milik tuan muda Zaki, sekarang acara lelang akan segera kita lanjutkan.."teriak deni dengan mikrofonnya..
Kejadian tak terduga ini membuat Harris kaget beserta tidak percaya, karena kesempatan untuk mempermalukan Zaki kini telah pudar..
Disamping Zaki Ryan Juga termenung tanda tidak percaya,sambil berpikir dari mana sahabatnya ini mempunyai uang sebanyak itu...
"Maff tuan Deni,"teriak Zaki mencoba memberhentikan acara tersebut..
"Ada apa tuan Zaki...?"
"Pemuda yang bernama Harris itu dari tadi mencoba mempermalukan saya, kalau dia masih tetap disini saya akan kecewa dan tidak akan pernah datang ketempat ini"
Ancaman tersebut tentu saja membuat semua orang tersebut kaget bukan main.. sehingga membuat Harris kembali berkoar"Hay jangan sok kamu, mentang mentang bisa membayar lukisan tersebut terus kamu mau mengusirku "
Berbeda dengan pola pandang dari Deni, tidak semua pengusaha dengan gampangnya mengeluarkan uang sebesar 20 miliar hanya untuk sekedar lukisan.."Aku rasa pemuda bernama Zaki ini bukan orang sembarangan,bisa gawat kalau aku bisa menyinggung pemuda seperti Zaki ini.."pikir Deni dalam hatinya..
"Baiklah maffkan saya atas ketidak nyamanan Anda tuan Zaki"dengan cepat dan sigap, Deni memerintahkan keamanan untuk segera menyeret Harris keluar..
"Keamanan segera bawa tuan muda Harris keluar dari acara lelang ini"
Keamanan pun mulai menyeret Harris keluar dari acara lelang, sehingga kejadian ini bisa membuat keluarga grup Indopenden malu..
"Apa apaan ini tuan Deni kenapa saya diusir "teriak Harris tidak terima,tapi apa daya dia tetap diusir keluar acara lelang tersebut...
"Bajingan kau Zaki, lihat saja akan aku buat kau lebih malu dari ini.."dengan emosi berserta amarah yang menjadi jadi, Harris segera pergi meninggalkan hotel Menara Live tempat lelang diadakan..
__ADS_1