
"Aduh,.... lepaskan ini sakit"teriak Roby meronta ronta kesakitan mencoba menarik tangannya yang digenggam Zaki...
BUKKK Bunyi suara tubuh yang jatuh terjungkal kelantai..
"Bajingan, berani sekali kau melepaskan tanganku sehingga membuat aku terjatuh kelantai.."
"Lohh...kau ini bicara apa, bukanya tadi kau minta tanganmu dilepas, terus aku lepas kamu malah jatuh sendiri.."ejek zaki diiringi ketawa oleh Cindy..
Tentu saja kejadian ini membuat dia malu, banyak orang orang yang melihat ketika dia dipermalukan oleh Zaki, bahkan wanita yang dia incar juga ikut menertawakannya..
"Awas kau ya, tunggu balasan dariku"kesal Roby pergi meninggalkan Zaki Dan Cindy dengan rasa malu..
Kejadian itu membuat Cindy kagum kepada Zaki,tidak disangkanya Zaki bisa berpikir seperti itu untuk membuat lelaki seperti Roby jera..
"tidak aku sangka kamu hebat juga untuk mempermalukan orang seperti dia"salut Cindy dengan acungkan jari jempolnya kearah Zaki..
"Hahaha kamu ini bicara apa,diakan emang orang yang Tidak tahu malu, emangnya dia punya rasa malu" mereka berdua pun tertawa bersamaan dengan girang...
Sebagai janjinya kepada Zaki, Cindy yang membayar semua tagihan makanan mereka berdua, Harga mereka makan berkisar sekitar 40 juta...tentu saja harga dari tagihan tersebut tidak begitu berarti mahal bagi Cindy.. karena dia Juga merupakan keturunan Kurniawan,orang kaya yang cukup terkenal dinegara tempat mereka tinggal..
Di area parkiran Mobil...!!
Setelah kejadian memalukan tadi, Roby tentu saja menjadi sangat kesal dan marah..
Selama hidup dia belum pernah dipermalukan seperti tadi, baru Zaki yang berani mempermalukan dirinya.. sehingga menghancurkan harga dirinya..
"Lelaki gembel sialan, berani sekali dia mempermalukan ku didepan banyak orang seperti itu..dari pakaian saja sudah jelas seperti gembel,tapi dia berani melakukan itu kepadaku"Dengan masih marah,segera Roby mengeluarkan handphone model terbaru dan langsung menghubungi seseorang..
"Halo tuan Roby,ada apa anda menelpon saya"jawab seseorang yang dihubungi oleh Roby.
__ADS_1
"Aku ada kerjaan buat kamu,bawa anak anak ke Hotel Menara Live,aku tunggu diparkiran.."tahu nada Roby berubah tidak seperti biasanya, orang yang dihubungi Roby dengan cepat berangkat ke Hotel Menara Live..
"Baik tuan Roby,aku akan kesana segera.."
Sekarang Roby mulai tertawa dengan lepas dan keras karena membayangkan apa yang akan terjadi dengan Zaki..
Sementara itu didalam restoran Hotel Menara Live, Zaki dan Cindy yang sudah selesai dengan makan malam mereka,hendak segera pergi meninggalkan tempat itu..
"Kenapa berhenti Zak"tanya Cindy tiba tiba melihat Zaki berhenti mendadak didepannya..
"Tunggu sebentar aku mau ke toilet dulu"tanpa peduli dengan pendapat Cindy,Zaki langsung pergi meninggalkan Cindy menuju arah toilet..
"Aku yakin bajingan bernama Roby itu tidak akan tinggal diam,dia pasti akan meminta bantuan seseorang untuk berurusan denganku"
Zaki sudah lama banyak mengenal sifat sifat manja anak orang kaya,jika mereka tidak bisa mengalahkan seseorang dengan kemampuannya, pasti akan menggunakan hartanya dengan menyewakan para para preman..
"Aku tadi berurusan dengan anak manja orang kaya,dia pasti akan menghubungi beberapa preman untuk berurusan denganku, Sekarang aku sedang berada di hotel Menara Live,apa kamu bisa menghubungi orang orang yang ada disekitar ini untuk membantuku.."
Mendengar Zaki kerepotan akan berurusan dengan para preman,Leo dengan cepat merespon permintaan Zaki..
"Ohhh anda tenang saja tuan Zaki, hotel Menara Live dibawah kekuasaan kita, disana banyak Juga para bodyguard yang terlatih,saya akan segera menghubungi penanggung jawab Hotel Menara Live.. Sekarang posisi anda di hotel Menara Live berada dimana?"
"Saya sedang berada di toilet "jawab Zaki cepat..
"Baik, anda tunggu saja di pintu luar toilet,aku akan segera memerintahkan seseorang menemui anda.."handphone segera diakhiri,dan Zaki duduk di kursi tunggu untuk menunggu orang yang diperintahkan Leo datang ketempatnya..
Tak berselang lama, tiba-tiba datang seseorang berpakaian berjas hitam yang rapi menemui Zaki..
"Maaf menunggu,apa anda Tuan Zaki"tanya pria itu berkeringat didahinya begitu dapat kabar dari Leo. ..
__ADS_1
Baru saja pria itu diberitahu oleh Leo, bahwa calon pewaris Bank Real start sedang berada di hotel Menara Live dan dia sedang membutuhkan bantuan darinya.. jangan pernah membuat pemuda itu menunggu sampai kesal, kalau tidak Hotel Menara Live akan menerima akibat yang mengerikan..
Pesan yang ditinggal Leo membuat penanggung jawab Hotel Menara Live bergidik ngeri,calon pewaris Bank Real start masa depan sedang berdiri didepan wajahnya..
"Ya aku Zaki,apa kamu penanggung jawab disini,aku tahu Leo pasti menceritakan siapa aku sebenarnya,tapi aku harap kamu bisa merahasiakan jati diriku...apa Leo sudah memberi tahumu kenapa aku ingin menemui mu "dengan nada agak ketakutan serta terbata bata, penanggung jawab Hotel tersebut menganggukkan kepalanya..
"Benar tuan Zaki nama saya hardi,saya merupakan penanggung jawab Hotel Menara Live, saya kesini diperintahkan oleh bos Leo,jika anda membutuhkan sesuatu tolong katakan kepada saya"
Zaki paham dengan tingkah lakunya hardi yang sedang ketakutan karena mendengar statusnya dari Leo..
"aku akan langsung the poin kepadamu,Ada seseorang yang ingin mencelakaiku,apa kamu bisa merekomendasikan beberapa orang untuk membantuku.."
Dengan cepat Hardi merespon keinginan Zaki apa yang dia butuhkan..
"Anda tenang saja tuan Zaki,saya akan memerintahkan bodyguard yang sangat berkualitas menemani anda dengan aman.."
Ucapan dari Hardi membuat Zaki tersenyum"Baik aku percaya padamu segera perintah orang orang yang kamu percayai untuk segera menemuiku diparkiran mobil.."
"Baik Tuan Zaki "Hardi dengan cepat membungkukkan badannya melihat Zaki yang pergi meninggalkan dirinya..
Sementara itu Zaki melihat Cindy Yang sedang menunggu seperti agak kesal dengan tersenyum..
"Dasar emang cantik mau seperti apapun wajahnya tetap cantik.."
"Kenapa kamu lama sekali di toiletnya"kesal Cindy yang dari tadi menunggu Zaki sendirian diruang tunggu hotel..
"Kamu tahu tidak, banyak sekali pria pria datang menemuiku, karena kamu lama sekali di Toilet.."cemberut Cindy dengan wajah cantiknya..
"Lihat aja dirimu,sedangkan cemberut aja kamu cantik, bagaimana bisa pria tidak melirik dan tidak menemui kamu "Zaki tertawa Langsung dibalas dengan pukulan lembut Cindy..
__ADS_1