
Dengan mengendarai mobil Lamborghini Veneno roadst,tak perlu berapa lama Zaki Sudah berada diperusahaan little grub.
"Hay zak udah lama gk ketemu,kamu ada perlu apa datang kesini"tanya Renita ketika melihat Zaki masuk
"Aku ada perlu Sama pak Roni,dia ada didalam kan?"Renita mengangguk dengan menjawab pertanyaan Zaki.
"Ayo aku antar menghadap pak Roni"Renita hendak meninggalkan tempatnya untuk segera mengantar Zaki pergi ke atas
"Tidak usah,biar aku sendiri aja kesana, kamu disini aja"zaki segera pergi kearah lift dan pergi menuju lantai paling atas yaitu ruangan tempat kerja sang CEO.
"Hay Ron apa lagi yang kamu tunggu?, Kamu inikan CEO perusahaan ini,kita sudah berteman cukup lama,kenapa sekarang kamu seperti ini kepadaku."
Hendrawan heran melihat tingkah laku dari Roni, seperti sedang lagi menunggu seseorang, dan mencoba mengalihkan pembicaraan untuk mengulur waktu...
"Justru karena kita Ini teman, mangkanya aku seperti ini,jika aku tidak menganggap mu temanku sudah aku usir kamu dari tadi,ini semua karena putra mu yang telah menyinggung orang yang salah"
Hendrawan menjadi kaget dengan perkataan Roni barusan,tidak seperti biasanya dia sepeti ini.
"Maksud kamu apa ron, emang siapa yang telah disinggung oleh putraku, sampai kamu menolak kerjasama seperti ini?"
Ketika mereka sedang berdebat dengan serius,zaki masuk tanpa memberitahu mereka dan membuat mereka memberhentikan pertengkarannya..
"Halo apa kalian sudah selesai, kalau belum aku akan keluar "
Roni dengan menghampiri zaki dan mempersilahkan dia duduk disampingnya..
"Nah Hendrawan,tuan zaki inilah yang telah disinggung oleh putramu,dan dia juga yang akan memutuskan apa kerjasama antara perusahaan little grub dan perusahaan Hendrawan..."
Penjelasan dari Roni membuat Hendrawan semakin bingung dan heran..
"Kamu jangan bercanda ron..,aku ini merupakan CEO perusahaan Hendrawan, jangan coba kau permainkan Aku,mana mungkin bocah kecil ini yang memutuskan kerjasama antara perusahaan kita..."
Roni hanya menggeleng kepalanya mendengar perkataan dari Hendrawan ini.,dia tidak tahu bahwa perusahaan ini Sekarang merupakan milik dari zaki..
__ADS_1
"Terserah apa katamu,jika Tuan Zaki menolak,maka kerjasama antara perusahaan tidak akan pernah terjadi.."
Hendrawan semakin bingung dan melirik kearah Zaki, tatapan matanya semakin tidak percaya kalau Zaki ini orang yang sangat berpengaruh diperusahaan little grub, bahkan bisa memutuskan kerjasama antara perusahaan..
"Kamu jangan bercanda denganku Roni,kamu tahu aku kan,mana mungkin dia yang memutuskan tentang kerjasama kita ini, kamu kan Ceo-nya, jangan bercanda denganku.."
Hendrawan kembali menatap Zaki dengan semakin jijik karena melihat pakaiannya,
Hendrawan yang merupakan orang kaya dan merupakan perusahaan ternama di kota NJ ini, masak harus mendengarkan perkataan dari bocah yang dengan pakaian seperti gembel menjadi penentu kerjasama perusahaan mereka..
"Ya sudah jika kamu tidak percaya dan tidak mau tuan Zaki yang memutuskan kerjasama kita,aku tidak melarang mu pergi dari sini,kamu lihatkan, pintuku terbuka untukmu untuk meninggalkan perusahaan ini.."
Ucapan Roni membuat Hendrawan semakin shok dan kaget,kenapa tidak dari nada perkataan Roniseakan akan dia lebih memilih pemuda miskin ini dari pada dia..
"Kau mengusir ku ron,apa begini caramu kepadaku, baiklah aku akan pergi dari sini,aku juga tidak Sudi perusahaan ku yang merupakan perusahaan ternama dikota ini,dikendalikan bocah miskin seperti ini.."
Setelah menyelesaikan ucapan tersebut Hendrawan pergi meninggalkan ruangan Roni dengan wajah kesal dan geram..
Ucapan itu dilontarkan oleh roni didalam hati,sambil melihat Hendrawan pergi dari ruangannya..
"Kau lihatkan sifat dan perilaku ayah dan anak Sama saja, suka menilai orang dari luar saja, yang dia tahu hanya kekayaannya yang dia banggakan."
Roni hanya diam membisu tidak berani berkata kata lagi,dan hanya menggeleng kan kepalanya betapa bodohnya Hendrawan itu..
"Baiklah aku akan pergi dulu,tapi ingat jangan pernah lagi menerima tamu dari perusahaan Hendrawan,apa lagi sampai kerja sama denganya"
Zaki memberi peringatan kepada Roni untuk menolak semua tentang apapun yang berhubungan dengan perusahaan Hendrawan..
"Baiklah tuan Zaki,saya akan menolak semua investasi apa pun yang berhubungan dengan perusahaan Hendrawan.."
"Baiklah aku pergi dulu"setelah memberi peringatan kepada Roni,zaki segera pergi turun kebawah meninggalkan ruangan Roni.
"Hay Zaki ada apa di atas san,aku tadi melihat bapak Hendrawan seperti sedang marah ketika meninggal kan perusahaan ini.."
__ADS_1
Zaki memberhentikan langkahnya ketika ada Renita datang menghampiri nya dan bertanya tentang apa yang terjadi diruangan bapak Roni, Karena dia tahu bahwa Zaki pasti berada diruangan tersebut dan mengetahui kejadian disana.
"Udah itu bukan urusan yang kamu perlu tahu,kamu fokus dengan kerja kamu saja"ucapan yang dilontarkan zaki membuat renita diam seribu bahasa, hanya melihat Zaki pergi meninggalkan dirinya sendiri.
Ketika Zaki sudah berada diparkiran mobil, handphonenya kembali berbunyi, kali ini tertulis nama kakek yang menelpon handphonenya..
"Halo kek ada apa,"
"Ohh cucu ku tersayang, kakek ingin memberi tahu kamu sesuatu yang sangat penting,"
Ucapan kakek membuat Zaki menjadi penasaran,baru kali ini dia mendengar perkataan kakeknya seserius ini.
"Ada apa kek, katakan saja"
"Kakek ingin kasih tahu kamu,kalau kamu sudah kakek tunangkan dengan seorang wanita yang bernama Yunita Antasari, Kakek mau kamu menerimanya dan tidak boleh menolaknya"
Sebelum Zaki berkomentar, kakeknya langsung memberikan ultimatum agar Zaki dilarang untuk menolak perjodohan ini.
"Kakek yang benar saja"
"Kakek mau memberi kamu calon istri yang kakek pilih,apa Kamu mau membuat Kakek sakit akibat penolakan mu.?"
Lagi lagi ancaman kakek membuat Zaki semakin tidak berani menolaknya,dia hanya mempunyai kakeknya didunia ini, walaupun dia seorang konglomerat dengan harta yang tiada Tara,jika kakeknya sampai sakit dan meninggal dengan keadaan kecewa,apa guna lagi harta yang dia miliki..
"Baiklah kek,asal Kakek bahagia aku akan menurut saja"
Dengan hati yang gembira mendengar perkataan dari cucunya membuat kakeknya bahagia..
"Terimakasih cucuku tersayang, kakek bahagia sekali, kalau gitu kakek tutup dulu ya, kakek lagi bersama dengan raja inggris nih, nanti dia marah lagi Kakek meninggalkan nya terlalu lama"
Zaki semakin kagum dengan kakeknya, berapa tinggi pengaruh kakeknya bahkan sang raja Inggris saja dia berani meninggalkan sendirian untuk menelpon dia..
"Baiklah kek sampai jumpa lagi"handphone kembali dimasukkan kedalam kantongnya,dan zaki segera pergi ke mobil mahalnya meninggalkan perusahaan little grub..
__ADS_1