Warna

Warna
1


__ADS_3

Malam pun datang dengan angin berhembus kencang diluar sana,Yorra senang hari ini dilewatinya dengan cukup baik,yaa setidaknya tidak terlalu buruk seperti yg dibayangkannya.


"Aku rindu ibu"batin Yorra.


"Aku akan menelponnya"


telpon tersambung..


"Halo ibu?"


"Halo anakku,bagaimana kabarmu?"


"cukup baik bu"ucap Yorra dengan senyuman


"ibu bagaimana?apa Lila bertambah nakal?"


"ibu baik baik saja,ya begitulah ia,sangat bersemangat saat pertama kali memasuki kelas barunya,dia langsung punya banyak teman"


"kuharap aku juga begitu bu,kelihatannya sulit mendapatkan teman disini"


"hei kau takboleh berkata begitu,percayalah dengan dirimu"ucap ibu

__ADS_1


"Tinggal di kota oranglain ternyata tidak semudah yg kukira bu,disini aku harus beradaptasi dengan bahasa mereka,budaya mereka,juga pandangan sinis mereka.Yaa setidaknya beberapa masih terlihat ramah,haha"


"itulah awal dari perjalanan panjang mu nak,ibu tau kau anak yg mandiri,pantang menyerah demi mencapai tujuanmu itulah dirimu"


"terimakasih bu,kata kata ibu membuatku lebih baik"


"apapun untukmu sayang,sudah sekarang cepat beristirahat,tubuhmu pasti lelah"


"baik bu,good night ,aku sayang ibu"


"good night"


telpon terputus


Sudah satu minggu berlalu sejak Yorra masuk di Sekolah pilihannya di kota orang.Yaa semuanya tidak terlalu buruk.Yorra mempunyai teman baru disini namanya Salwa,sebenarnya Yorra telah berkenalan dengan seisi kelasnya tapi hanya Salwa yg dekat dengannya.Itu karna kepribadian Salwa yg menyenangkan.


"Yorra kau takmau menceritakan kenapa kau lebih memilih sekolah di sini di banding di kota kelahiranmu denganku?"tanya Salwa sedikit memelas


"oh ok aku akan menceritakannya"


"kau tau?aku kesini karna bosan dengan keadaan sekolah di kotaku,yaa disana mudah saja jika kau ingin mendapatkan 3 besar,aku yakin kau faham maksudku dan juga dengan sekolah disini aku ingin membuat diriku lebih mandiri"

__ADS_1


"really?that's crazy!walaupun otakku paspasan aku tidak mau melakukan itu,dasar gila hahaha"


"yaa begitulah kenyataannya"


"dan juga aku sedikit minder dengan wanita wanita seumuranku di sana,mereka semua memiliki wajah yg cantik dan badan yg bagus"


"hey!stop it! u know ? u'r pretty too, kau cantik apa adanya dirimu tidak seperti mereka yg menggunakan riasan super tebal untuk menambah kecantikan mereka!


Yorra hanya tersenyum menanggapinya


"ternyata kau memang bisa menilai wajah seseorang"jawab Yorra


"ooh tentu,itu pelajaran dasar bagiku yg ingin memasuki dunia permakeup an"balas Salwa dengan bangga


"Bay the way,aku cukup iri dengan ivy,dia sangat pintar kau tau?dia saat ini sedang mengikuti seleksi olympiade tingkat provinsi,walaupun gayanya yg weird tapi aku tetap iri dengan otaknya"kata salwa


"Yaa dia sangat pintar"jawab Yorra


"dulu aku berteman baik dengannya"kata salwa


"dia sangat suka bermain biola,tapi orang tuanya tidak mendukungnya dan memaksanya setiap hari untuk bergulat dengan angka angka yg bagiku sangat mengerikan itu,bahkan dia sangat jarang keluar rumah,ah sudahlah tidak baik ngomongin orang dibelakang"ucap Salwa

__ADS_1


"mungkin itu yg membuat gayanya terlihat weirdy,itu pasti sangat sulit bagi dirinya"jawab Yorra


mereka membayar minuman yg mereka minum lalu berjalan kembali ke kelas.kembali bertemu dengan rangkaian angka dan huruf di papan tulis yg membosankan.


__ADS_2