
Hari ini hari kedua libur panjang di tahun ini.Yorra pulang ke kota dimana ia dilahirkan.Gugup,senang,dan bahagia bercampur menjadi satu.
Sudah sangat lama rasanya ia tidak bertemu langsung dengan keluarganya,dengan adiknya yang nakal, ayahnya yang tegas,dan ibunya yg seperti seorang malaikat dihidupnya.
Diperjalanan Yorra teringat masa kecilnya yang begitu indah,saat pertama kali ia menghafal angka angka,saat pertama kali ia memakai seragam sekolah TK yang semuanya kekecilan,dan saat pertama kali ia bertemu dengan Vira..
Ya, Vira adalah teman masa kecilnya Yorra.mereka satu kelas dari TK hingga SMP sampai Yorra memutuskan untuk melanjutkan SMA di kota orang,tapi mereka tetap berteman baik..
Vira selalu bilang "aku iri denganmu Ra" kata kata itulah yang selalu Vira ucapkan sampai dulu waktu kelas 4 SD Yorra pernah marah besar dengan Vira karna Vira terus menerus mengatakan "aku iri denganmu Ra" (ya itu memang menjengkelkan)
kau tau saat Yorra punya kotak pensil baru Vira berkata "bagus sekali punyamu baru,sedangkan milikku tidak pernah diganti dari pertama kali sekolah,aku iri denganmu Ra"
atau saat Yorra diberi uang jajan dua kali lipat dari biasanya karna Yorra telah membantu ibunya Vira berkata "enak sekali,aku bahkan kadang tidak jajan,aku iri denganmu Ra"
menyebalkan bukan?
Tapi Yorra tetap sayang dengan teman masa kecilnya itu,Yorra berpikir mungkin sekarang Vira sudah berubah..
__ADS_1
•♡♡
Akhirnya Yorra sampai di rumah orangtuanya.Air mata tidak dapat dibendung,semua pecah dan menetes satu persatu di pipi Yorra,tentu saja itu adalah air mata bahagia.
Semua orang bahagia menyambut Yorra,rasa letih di perjalanan hilang tergantikan oleh rasa bahagia dan haru.Setelah selesai kangen kangenan dengan keluarganya Yorra berencana ingin bertemu Vira tapi waktu sudah terlalu larut untuk bertamu ke rumah Vira
Yorra memikirkan banyak hal bahkan sampai hal hal yang tidak penting dan itu membuat otaknya kelelahan sampai kantukpun menghampirinya
•♡♡
Pagi ini Yorra joging dengan ayah dan adiknya sedangkan ibunya menyiapkan sarapan,Yorra melirik rumah Vira,rumahnya lebih besar dari dulu.Yorra tersenyum,dia sudah tidak sabar bertemu dengan teman lamanya
"Nanti ibu bikinin resepnya biar kamu bisa makan masakan ibu disana"
"Tapi kan kalo bukan racikan tangan ibu,rasanya kaya ada yg kurang bu"
"Bisa aja kamu" jawab ibu sambil tersenyum
__ADS_1
•♡♡
"Bu aku mau ketemu sama Vira boleh gak bu?"
"Vira? ooh Vira temen kamu dulu itu ya,boleh biasanya dia sore sore gini bantuin bapak nya di sawah"
"Berarti aku datengin langsung ke sawah ya bu?"
"iya nak langsung ke sawah aja,sekalian biar mata kamu seger,pemandangan sawahnya adem tenan,hijau segerr"
"gak bu maksud aku apa gak dimarahin kalau aku masuk ke sawah orang?"
"kamu ini ada ada aja,ya enggak lah,masa masuk sawah aja di marahin,aneh" kata ibu heran
"Hehe,yaudah aku siap siap dulu ya bu"
Yorra sebenarnya agak ragu,tapi karna rindu dia meyakinkan dirinya sendiri
__ADS_1
"gak mungkin kan Vira lupa sama aku,teman kecil nya dulu" batin Yorra meyakinkan dirinya sendiri