
Mereka berdua masih betah menikmati pemandangan sore di lapangan basket,pemandangan indah menurut mereka,melihat Reza yang sedang bermain dengan lincah dan juga teman temannya yang (menurut Yorra) juga tampan.
"Kan sudah kubilang,Reza memang sudah berubah"
"hmm aku tak yakin,kenapa dia bisa berubah sedrastis ini?"
"mana ku tau,satu tahun yang lalu sejak kau meninggalkan tanah ini dan berkelana ke tanah orang,dia tiba tiba saja masuk kekelas dengan wajah tampannya"
"aku sedikit menyesal tidak bisa menyaksikannya setiap hari"
"hahaha,apa di sana tidak ada yang seperti Reza?"
"banyak,kau tau?tapi mereka tidak ada yang melirikku T_T "
"kalau begitu kau juga harus berubah dong!"
"ah tidak,aku mencintai penampilanku yang sekarang.Lalu bagaimana dengan perasaanmu?"
"ah apa?ada apa dengan perasaan ku?>//<
"aku tau kau sekarang sedang berdebar debar"
"tidak!"
"ahahah"
"apa kau mau kubantu untuk mendekatinya?"
__ADS_1
"heh,kau saja tidak ada yang melirik,bagaimana kau mau membantuku!?"
"kata katamu kasar,tapi benar juga:("
"sudahlah mari pulang,hari sudah senja"
•♡♡
Vira memang menyukai Reza,tapi tidak berani mengungkapkannya,dia juga beranggapan harusnya laki laki yang mendekati perempuan terlebih dahulu seperti kebanyakan orang,tapi Yorra takut Vira hanya menyukai Reza karna penampilannya saja,dan jika suatu saat mereka bersama dan Reza merubah penampilannya maka perasaan Vira juga akan berubah,ah itu semua membuat Yorra pusing
Yorra teringat dengan ivy,gadis cantik itu,sangat sedih jika mengingat cerita hidupnya kembali,bahkan sampai sekarang ivy tidak ada kabar,orangtuanya telah berpasrah terhadap rencana Tuhan.
Salwa sedang menikmati indahnya kota Bandung bersama keluarganya dan kesempatan itu ia gunakan untuk kursus kecantikan diam diam,Yorra sedikit kasihan dengan anak itu,dia punya tekat yang besar untuk menjadi seseorang yang dia impikan sejak kecil,tapi orang tuanya juga tetap kukuh ingin ia menjadi hakim.kalau sudah begitu Yorra tidak bisa bantu lebih jauh lagi
•♡♡
"Reza bapaknya si Junaedi tetangga sebelah?"
"ih bukan buu,Reza temen SMP ku dulu itu loh bu"
"Ooh Reza anaknya bu RT itu?"
"Iya mungkin bu,Yorra gak kenal keluarganya,ibu kenal?"
"kenal kok,dia biasanya main layang layang di tanah lapang samping rumah kan,eh tapi bukannya dia baru masuk SD?"
"hah,aduh buu bukan yang itu T_T"
__ADS_1
"eh yang mana sih maksudmu nak,pusing ibu ini lho"
"Gak jadi deh bu,ibu istirahat aja"
"kamu kapan tidur,ini udah larut malam"
"bentar bu ini perut tiba tiba minta diisi lagi"
"yaudah ibu temenin ya,ibu juga masih mau makan ini"
"iya bu.Reza yang aku tanyain tadi itu orangnya udah berubah drastis lho bu,dia dulu paling culun di kelas,biasanya dipalakin duit mulu"
"berubahnya jadi kaya gimana?"
"jadi tampan bu,dia ternyata hebat main basket bu"
"ooh itu Reza anak pak Rusli,bukan anak bu RT"
"jadi siapa yang salah bu?T_T"
"ya kamu lah,kenapa gak bilang dari tadi kalau itu Reza yang itu"
"iya bu kakak ngalah aja bu"
"Ayah sama adek udah tidur bu?"
"adek udah tidur,si Ayah masih baca koran sambil minum teh di luar"
__ADS_1