
hari ini, Vanilla menyiapkan barang barang kebutuhannya untuk berkelana menjadi penyihir emas. bisa dibilang Vani masih berada di tingkat penyihir hijau.
GOLONGAN PENYIHIR:
penyihir putih(rendah, level 1)
krem(rendah, level 2)
3.kuning(rendah, level 3)
4.jingga(rendah, level 4)
5.merah(rendah, level 5)
__ADS_1
6.hijau(sedang, level 1)
7.biru(sedang, level 2)
8.violet(sedang, level 3)
9.ungu(sedang, level 4)
10.donker(sedang, level 5)
11.silver(tinggi, level 1)
13.abu-abu(penyihir jahat rendah)
14.coklat(penyihir jahat sedang)
15.hitam(penyihir jahat tinggi)
__ADS_1
level ku masih sedang. karna itulah aku harus lebih kuat dan mencari keberadaan orang tua ku . semua persiapan telah siap. buku mantra, tongkat sihir, sapu terbang, juga ramuan ramuan penting.
"selamat tinggal kakek, aku akan mewujudkan impianmu." kataku dalam hati sembari melihat ke rumah kami yang penuh kenangan.
aku mengeluarkan tongkat dari dalam tasku. duduk di sapu terbang dan memulai perjalananku. saat sudah jauh dari rumah dan makam kakek, hatiku terasa sesak. kenapa kakek harus meninggal? kenapa orang tuaku tidak pernah mau menemuiku? pertanyaan yang selalu terngiang di kepalaku. sebentar lagi akan terjawab.
sapu terbang yang membawaku turun di bawah sebuah pohon beri besar yang menjalar. mungkin itu tempat yang bagus untuk berteduh. hari juga semakin gelap, waktu yang tepat untuk membuat tenda. beri yang berbuah sangat banyak dan tidak beracun.
Lima menit sudah berlalu, tenda yang kudirikan akhirnya jadi. aku juga membuat kobaran api kecil untuk menghangatkan badan. agar waktu yang ada tidak sia sia, aku membuka buku mantra peninggalan kakek. bukunya sangat tebal, tetapi tidak terlalu berat. kata kakek, buku ini adalah satu satunya kenangan terindah kakek dan nenek.
bulan sabit terlihat dari kejauhan. bintang-bintang juga berkelap kelip mengiringi bulan, membuatku rindu akan kenangan. aku yakin kakek selalu menemaniku walaupun dia tak terlihat. dia sudah berjanji bukan? tetapi, tiba tiba muncul sebuah bintang jatuh yang sangat terang. aku langsung memejamkan mata dan membuat permintaan.
"semoga aku menjadi penyihir emas dan menemukan orang tuaku. juga semoga aku bisa menemukan orang baik yang akan bersamaku susah ataupun senang."
malam itu, aku tertidur dengan tangan yang masih mengepal satu sama lain.
__ADS_1