Witch Love Story

Witch Love Story
mimpi yang sama #2


__ADS_3

"kalau kamu ingin tertawa, tertawa saja. aku memang orang yang lucu bukan? hanya karena mimpi beberapa kali aku sudah menyangka bahwa kau adalah jodohku." kata Hans pasrah dan terdengar sedikit kecewa.


"aku tidak marah dan tidak akan menertawakanmu. apakah kau tau? aku juga pernah bertemu denganmu di mimpiku. padahal kita tidak saling kenal dulunya, kenapa bisa bermimpi dengan mimpi yang sama?" aku berbalik menghadap Hans dan melihat wajahnya. dari semua ekspresi yang kulihat, dia tetap tampan di berbagai situasi. astagaa apa yang kupikirkann!


"mungkin kita berjodoh. tidak mungkin bukan kalau kebetulan saja? atau mungkin kita dulu pernah bertemu." lagi lagi Hans menggodaku. aku sudah muak. tidak tahan lagi.


"berhenti bicara omong kosong. aku mau pergi dulu." ucapku seraya meninggalkan Hans yang masih saja tersenyum. kupikir otaknya bermasalah.


aku pergi ke sungai yang arusnya lumayan tenang. pastinya aku memilih sungai yang letaknya cukup tersembunyi. aku berjaga jaga menggunakan mantra penghilang diri.


segar sekali rasanya setelah mandi. apakah Cho cho sudah mandi ya? akan aku ingatkan nanti.


"Cho cho, segeralah mandi. air di sungai itu segar sekali. aku akan ke tenda dulu." Cho cho yang sedang mencoba mantra pertahanan dan perisai menengok ke arahku. dia tersenyum dan segera meletakkan tongkatnya.


"terimakasih sudah mengingatkanku Vani. aku mandi dulu. dahh." kata Cho cho menuju arah sungai.


aku harus berlatih untuk meningkatkan levelku. kira kira, Hans sudah berada di level berapa ya? aku ingin segera tau.


"Hans, apakah aku boleh bertanya?" tanyaku sedikit canggung. yah, aku masih malu dengan kejadian tadi pagi.

__ADS_1


"bertanya saja, kenapa harus canggung begitu?" jawab Hans. dia mengetahui raut muka canggungku. priaa ini dasar.


"kau sudah mencapai level berapa?"


"aku baru saja mencapai mencapai penyihir level donker. lalu, kamu sendiri level berapa?" jelasnya. astaga, kemampuannya sudah jauh di atasku. aku harus memintanya mengajariku.


"wahh, levelmu sangat tinggi. maukah kamu mengajariku mantra mantra sulit yang sudah kau kuasai? aku harus mencapai level emas dan mencari orangtuaku. maukah kamu membantuku?" pintaku panjang lebar. kalau bukan karna mantra, aku pasti tidak akan mau memohon pada orang lain. egoku benar benar tinggi.


"apa imbalannya? aku tidak pernah mau melakukan sesuatu yang sia sia." senyum menggoda keluar lagi dari bibirnya. aku tidak tau pasti apa maksudnya. mungkin dia memintaku menjadi pembantunya?


"apapun yang kamu minta pasti aku melakukannya. bahkan jika kamu memintaku menjadi pelayan yang memasakanmu setiap hari aku juga rela. tapi kamu harus membantuku naik level." jawabku dengan nada pasti. semoga dia mau mengajariku.


"emm, iy..iya." deg deg deg. apa yang terjadi. mulutku bergerak sendirii. bodohnya aku.


otak: kamu tidak bisa menarik kata katamu. aku dan hati sudah sepakat mau bertunangan dengannya. jangan menolak lagi. jalani saja takdirmu hehe.


hati: benar. sudah saatnya aku bekerja disini. selama delapan belas tahun isi hatimu hanya ada kakek. sekarang waktunya mengisi orang lain hehe:).


apa apaan ini.!! hati dan otakku bekerja sama. apa boleh buat. aku akan menjalani ini demi level ku:/ huh level.

__ADS_1


"mudah sekali membujukmu ya. aku tidak berpikir, sekarang Cho cho memiliki kakak ipar. dan aku akan memiliki istri, dan anak, dan.." kata kata Hans terhenti.


"jangan berpikir terlalu jauh. kita saja belum menikahhh!! kamu sudah memikirkan mempunyai anak. dasar mesumm!" amarahku meledak. pikirannya begitu kotor.


"aku tau kamu sudah memberiku kode. kamu mau aku cepat cepat menikah denganmu bukan? banyak sekali wanita yang ingin menikahi ku. tapi aku memilihmu. bersyukurlah sedikit." nada bicara Hans mulai normal. apa dia menyukaiku? apa aku yang terlalu percaya diri?


"kita sudah sepakat. kapan kamu akan mengajariku?" tanyaku memastikan.


"nanti sore saat matahari tenggelam di dekat pohon cranberry. bawa buku mantra dan tongkatmu. ingat, jangan terlambat ya.... sayang." perintah Hans. dia berdiri dan menuju sungai.


sayang? kenapa dia memanggilku sayang? penuliss, kamu harus menjelaskan ini. kalau aku bisa keluar dari novel ini akan ku sihir kamu menjadi lalat.


penulis: maaf maaf. kedepannya kamu harus menjadi wanita yang lebih lembut lagi ya:) bukannya dia juga cukup tampan dan hebat? jangan membohongi dirimu sendiri oke? akan kutulis pernikahanmu dengan sangat baik. jangan khawatir.


awass kamu penuliss!! beraninyaa.


-jangan lupa likee okee?-


-setelah baca tinggalkan jejak yaa:)-

__ADS_1


__ADS_2