
pagi hari yang cerah. aku terbangun di dalam tenda. hah? apa hans yang memindahkanku? aku berpikir sejenak.
"dasar tukang tidur. baru bangun sudah melamun saja." kata hans yang tiba tiba muncul di depan tenda dengan senyuman tampannya.
gilaaa max. kenapa dia selalu pamer wajahnya yang tampan. (*vani hampir mimisan:v)
"siapa yang memindahkanku ke sini?" tanyaku.
"menurutmu siapa lagi kalau bukan aku? memangnya chocho mau mengangkatmu?" kata hans dengan sedikit tersenyum. bagi kalian yang ingin mengetahui seperti apa hans itu, silahkan search orang paling ganteng oke?.
*jangan jangan... pikirankuuu mulai ngawur.
"tidak usah berfikiran aneh aneh. aku saja tidak minat denganmu haha." ejek hans. hufttt dia pikir dia siapa? ingin ku dupak wajahnya itu!
"lebih baik kamu membereskan tenda. setelah ini kita berangkat ke bear forest. jika ingin berlatih sebentar, selesaikan dulu berbenahnya. aku menunggumu di sungai." kata hans serius. ternyata dia bisa sangat serius ketika waktunya serius.
tanpa melamun lagi, aku membereskan tenda dan kayu bakar sisa tadi malam. aku belum melihat cho cho dari tadi. mungkin dia sedang berlatih atau mencari makanan. dan setelah selesai, aku segera menemui hans di sungai.
"cepatlah latih aku agar naik level hari ini." teriakku dari kejauhan. kalau dia masih tidak mendengar, berarti dia benar benar tuli.
"yaampun sayang, jangan berlari lari seperti itu. jika wajahmu rusak, aku tidak mau jadi tunanganmu lagi." hans berdiri mendekatiku. tangannya seperti ingin memelukku. gerakan otomatis tubuhku tentu saja menghindar. tapi...
brukk!! ahhh... kakiku menyandung batu besar. aduduh mataku sungguh tidak berguna.
jarak hans yang lumayan jauh tidak bisa menjangkau badanku. tentu saja aku langsung terjatuh! ini semua salah si hans sialannn.
"awww. shh." aku bangkit berdiri. kakiku pasti terluka, rasanya sangat perih. "ini semuaa gara gara kamuu hans! tunangan macam apa yang tidak bisa melindungi calon istrinya!! ups." astagaa aku salah bicaraa. yaampun author tolong hilangkan bagian ituu.
__ADS_1
author: "mana sempat. keburu telatt. terima saja takdirmu hahahaha."
sama sama sialann author inii. benar benar tidak bisa dimaafkannn. aku kutuk kamu jomblo dua tahun!
author: "hatchuuu! ish ini pasti kerjaan si vanila. lihat saja nanti akan kuberikan saingan pelakor yang kejam. hahahaha aku adalah raja."
hans menghampiri dan langsung menggendongku. sebenarnya otak orang ini ambigu atau mesum. tapi kakiku memang sakit huhuhuuu.
"utututuuu sayangku. kasian sekali nasibmu hari ini. aku minta maaf sayangg. mohon maafkan calon suamimu yang tidak berguna ini." hahhh, kata kata dari mulutmu memang berbahayaa. mana sok lugu lagi. ingin sekali ku remassss. gsjdjidhsbsusj seballl max. hehe ini saatnya menindass si hans. hehe. (*muka licik versi vani)
"gara gara kamu hari ini aku tidak bisa berlatih. memang menyebalkan. dan karna kamu aku terluka." kataku memulai akting. hah aku ini seorang aktris di masa depan haha. sangat cocok.
"kalau begitu apa yang bisa aku lakukan agar kamu memaafkanku sayang?" hisss jijik saat mendengar kata kata nya yang sok lugu itu. tapi ini sesuaii yang kupikirkan.
"pertama, kamu tidak boleh memanggilku dengan sebutan sayang yang alay itu.
yang ketiga, emmm. tidak ada yang ketiga hanya itu."
maafkan aku yang teraniyaya ini ya pembaca. author ku memang sedikit miring otaknya. mana ada yang jual martabak di sini. gila memang dia. sekali lagi mohon maaff.
eh. kenapa aku tiba tiba sudah duduk di sini?(di batu besar dekat sungai dan tkp saat vani terjatuh.) dimana si hans.
"mang martabak manis spesial satu. banyakin kejunya. pokoknya harus spesial ya mang. kalo engga nanti anak saya ileran." suara hans di kios martabak doni. kini aku sadar, author memang gila.
hans kembali membawa martabak yang aku pesan tadi. anjayy rasanya enak. karna ini baru pertama kali hahahaha.
"baiklah karna kamu sudah memenuhi syarat, aku memaafkanmu. tapi jangan ulangi kesalahan yang sama lagi ya sayang." ups keceplosan lagii. astagaa author menantang baku hantam denganku.
__ADS_1
author: "santaiii, tenangg, kuasaiii ya sahabat:)"
hans tersenyum puas. pasti aku sudah diracuni. martabak ini ada ramuan tersembunyi. itu pastiii.
"kau menaruh ramuan apa di sini? mengakulah atau aku tidak mau menjadi tunanganmu lagi!" kataku sedikit menggertak hans. uhuk uhukkk. tersedak kann. aku butuh airr. waterrrr helpp.
"yaampun ini air untukmu. lain kali jangan makan sambil bicara lagi oke?" ucap hans sembari menyodorkan tempat minum merk tupperkar. haha sensorr ya.
"huhh. kamu belum menjawab pertanyaanku!! kamu memasukkan ramuan apa di martabakku?" tanyaku ngegas. mohon maaf mungkin ini salah author.
"aku memasukkan sebuah ramuan yang sangat kuat di dalamnya. apa kamu mau tau ramuan apa itu?" tanya balik malah dia wakk. ish rasa pen pukul kepalanya makin meningkat.
"jawab yang jelas! jangan basa basi." huhh aku semakin emosian. astagaa sabar vanii. sabarrr. ini ujian.
"namanya ramuan cinthaa. eak." kata hans dengan tatapan lebaynya. astagaa ingin ku hantam mukanyaa.
"hah? apa kamu sakit?"
hayyy para pembacaa:))
jangan lupa likee kalo bisa komen yee!!
ku tunggu dukungan kleann.
salam hangat -author cantek eakk-
haha bercandaaa:"
__ADS_1