Witch Love Story

Witch Love Story
mimpi yang sama


__ADS_3

kak Hans kembali setelah mengumpulkan beberapa makanan. aku dan Cho cho memasakkan ayam hutan dengan beberapa sayuran untuk sarapan. cho cho hanya membantu menyalakan api dan memotong ayam ayam itu. aku yang memasaknya, tapi aku takut masakanku tidak sama dengan selera mereka berdua. terserahlah, yang penting kami bisa makan.


ayam bakar yang ku masak sudah siap. jujur saja, perutku juga sudah lapar. aku segera memberikan dua masakan kepada Cho cho dan kak Hans. saatnya aku sarapan. ahh aku benar benar laparr!!


"astagaa, kau sungguh pintar memasak Vani. aku tidak pernah merasakan makanan seenak ini. masakan kakakku kalah. ini fantastis!!" kata Cho cho menilai rasa masakanku. dia terlalu melebih lebihkan. kakaknya melirik tajam ke arahnya. aku tertawa kecil melihat tingkah keduanya.


"kalau kita pulang ke rumah nanti, aku tidak akan mau memasakanmu lagi. lihat saja karena berani mengejekku." raut muka kak Hans sangat lucu ketika marah. sangat berbeda jika sedang serius. Cho cho tertawa terbahak bahak menghadapi kakaknya yang pemarah.


"sudahlah jangan bertengkar lagii, atau aku akan membuang makanan kalian." ucapku sedikit menggertak. padahal aku hanya ingin mereka berhenti bertengkar.


"hahahaha kamu sangat galak Vani. kurasa kamu cukup cocok menjadi kakak ipar ku. benar kan kak?" aku sangat ingin memukul Cho cho. berani beraninya dia mengejekku. huftt


"diamm!!" aku dan kak Hans berteriak bersamaan. membuatku menjadi salah tingkah saja. pipiku bertambah merah gara gara cho cho.


"hahahahhahaha!!" tawa Cho cho meledak. aku semakin jengkel saat ini.


"Cho chooooo!!" kak Hans berkata yang sama denganku lagi. menyebalkan. tawa Cho cho semakin meledak. menambahku ingin memukulnya.


dengan penuh sebal, aku memakan buah persik yang sudah ku petik tadi. rasa manisnya meredakan amarahku. padahal aku mau memanfaatkan momen pagi ini untuk berlatih. tapi Cho cho malah merusak nya. sudahlah lupakan.

__ADS_1


"apa kau suka buah persik?" tanya kak Hans yang tiba tiba duduk di sebelahku. aku masih sedikit kesal dengannya.


"aku suka semua buah. kenapa bertanya?" jawabku ketus.


"aku tau kau masih sebal denganku. jika kau memaafkan ku, kau akan ku beri sebuah ramuan langka. apakah kau mau?" tanya kak Hans lagi. yaa aku harus memaafkannya agar aku mendapat ramuan itu.


"baiklah aku memaafkan kak Hans. jadi apa ramuan yang akan kau berikan padaku? apa itu benar benar langka?"


"kenapa kau selalu memanggilku kakak? memangnya berapa usiamu?" tiba tiba kak Hans bertanya tentang identitas ku. apakah dia mulai menyukai ku? huhh aku sangat narsis.


"umurku delapan belas. memang berapa umur kak Hans? dan berapa umur Cho cho? aku penasaran."


kak Hans tiba tiba tersenyum tampan. jantungku!! bertahanlah sebentar. kau pasti kuat.


aneh, kenapa aku merasa ada nafas yang terkena wajahku. ada apa ini? jantungku berdegup sangat kencang. ada yang salah. aku akan membuka mata.


ehh!! sebuah ciuman mendarat tepat di bibirku. kenapa dia bertindak gegabah seperti ini. waaa! aku sangat malu.


aku mendorongnya menjauh. tidak bisa, dia malah terus mendekap ku. ini tidak bisa dibiarkan. dia sudah menipu ku. apanya yang ramuan langka.

__ADS_1


"uhuk uhuk!!" Cho cho berpura pura batuk. dia pasti melihat semuanya. Hans langsung berhenti mendekapku. "heh, apa yang kamu lakukan dengan temanku kak? jika ingin melakukan hal yang bersifat dewasa jangan disini. aku ini masih balita dan mataku kini sudah ternodai."


senyuman tampan menggantung lagi di wajahnya. aku tidak bisa marah jika melihat mukanya yang tampan itu. otakku!! berhenti berhalusinasi. cepat marah padanya!!


"Cho cho, daripada kamu mengganggu kakakmu ini, lebih baik kamu membereskan sisa sisa kayu bakar dan makanan tadi. pergilah sana, jangan mengganggu." dengan kasarnya dia mengusir adiknya seperti itu. dasar jahat.


"maaf sudah mengganggu kalian. aku akan jadi pembantu sebentar. kalian bersenang senanglah!! jangan lupa memberi ramuan langka padanya lagii, hahaha." ucap Cho cho dengan nada mengejek. sialann mereka berdua memainkanku. akan kubalas dia nanti.


"apakah kau masih mau ramuan langka milikku? aku akan memberimu lagi jika kau mau." senyuman menggoda keluar dari bibirnya. aku sekarang sangat kesall!!


"ramuan langka matamu itu. pergilah!! aku tidak mau melihatmu lagi. itu ciuman pertamaku! beraninya kamu mengacaukan itu!" ucapku kesal. huftt sungguh menyebalkan.


"aku minta maaf padamu karna telah merebut hal yang berharga bagimu. tapi aku akan memberi tau sesuatu yang membuatku melakukan itu padamu." tiba tiba desah nafas penyesalan muncul.


"cepatlah bicara! aku mau pergi mandi." jawabku ketus membelakangi tubuhnya. aku tidak akan menunjukkan mukaku yang memerah. dia pasti akan tertawa.


"selama ini, aku selalu bermimpi tentangmu. padahal yang ku ingat aku tidak pernah bertemu denganmu. karena itu aku tidak pernah mau dijodohkan dengan siapapun sampai aku menemukanmu." kata Hans penuh penyesalan.


"apa?"

__ADS_1


-jangan lupaa likee okee!?-


-tinggalkan jejak setelah membaca:)-


__ADS_2