
aku memasuki ruangan dengan santai. udah belajar kan santai. hans sebelum masuk ke ruangannya mengepalkan tangan menyemangati ku.
masuk aku kan. duduk manis. keluarkan alat tulis. ditanya tanya sebentar, ya macam interview gitu lah. setelah itu dikasih soal.
beuhhh. soalnya wak. gampang kaliii. gampang bikin nangis maksudnya. nggak nggak...
lumayan gampang juga sih. tapi juga bikin ngebul sedikit.
ku kerjakan soal soal itu. dengan sekuat otakku. tidak peduli susah atau mudah. yang penting kerjakan pakai mulut eh tangan, bukan pake mulut.
-jrengggg.. ujian selesai.-
aku keluar ruangan. yah gimana ya, otakku sedikit.. emm ngebul lah. tapi bisa ku kerjakan semua. hans juga tak lama kemudian keluar dari ruangannya. raut mukanya tampak biasa aja ni wak. kayak nggak ada susah susah nya gitu ujiannya.
"bagaimana ujianmu tadi?" tanya hans. dia mengelus pelan kepalaku. dan tersenyum manis.
"emmm. susah susah gampang sih. bagaimana dengan ujianmu?" tanyaku. sepertinya dia yang amat pandai ini tidak mengalami kesusahan sama sekali.
"ada satu dua yang agak sulit, tapi lainnya mudah. kalau begitu, sekarang kita pergi ke kantin saja sambil menunggu penguman." kata hans.
"bukannya kamu sudah janji dengan jane untuk menghampirinya?" aku mengingatkan hans dengan janjinya pada jane. ya walaupun aku juga ga iklas.
"apa kamu kira aku serius? mana mau aku berjalan dengan wanita lain saat tunanganku ada di sebelahku." jelas hans sambil tersenyum. ih makin cinta lah aku sama babang hans inii.
"ku kira kau tidak pernah berbohong." ya aku heran lah wak. dia kayak polos banget gitu. pake banget. eh engga juga sih ya.
"sudahlah, ayo ke kantin. pengumuman juga sebentar lagi keluar." dia menggandengku menuju tangga. di kampus ini semua muridnya mungkin berasal dari anak orang kaya ataupun anak yang amat sangat cerdas. rakyat biasa ga bisa masuk kecuali punya koneksi atau otaknya pandai gitu.
sesampainya di kantin, aku terkejut melihat suasananya yang begitu tradisional. tidak seperti kampus elit lainnya, disini hanya menyediakan makanan tradisional khas berbagai negara dan didominasi makanan eropa dan asia.
-saat makan tiba tibaa...-
"ehem. jadi kalian sudah ada di sini?! aku bahkan rela menunggu di depan ruang ujian! dan kalian malah berduaan disini." jean berkacak pinggang di depan meja makan kami berdua. gayanya sok kali. dengan teman temannya yang sosialita dan menor kali dandanannya.
"maaf jean. tadi ujiannya terlalu cepat. mungkin aku sudah lupa karena mengerjakan ujian tadi." kata hans menjelaskan. senyumannya tampak dipaksakan. ya iya lah dipaksakan, orang dia yang ngelanggar kok.
"mereka siapa? aku belum pernah melihat mereka." kata teman jean yang berambut semir blonde. yang satunya hanya mengangguk. ya biasa, sekumpulan bedak aja mereka tu. gaada cantek canteknya.
__ADS_1
aku diam aja. lanjut makan dengan dipelototi tiga mak lampir. cukup horro sih suasananya. tapi untungnya hans pandai jugak merayu mereka. nah udah lah itu mereka bertiga gabung di meja kita. ih macam gaada kursi laen aja bah. muak kali liat mukanya itu.
author: "warning!"
vani: "eh apaan thor?"
author: "hati hati ajalah kau ya. jaga diri, jaga hati, jaga pandangan, jaga muludmu itu. ya pokoknya jangan sampai kau dipermainkan si jane ini."
vani: "main main apasih wak. orang hans aja suka nya sama aku. gaperlu kawatir lagi kan?"
author: "udah nurut aja kau."
vani: "iyaa dah iyaaa."
"hai hans. aku siska. senang bertemu denganmu." kata teman jane yang bernama siska itu. yang rambutnya cat blonde itu lho. ku pikir pikir tampangnya kek cabe cabean. huhh sabarr, tenanggg, kuasaii.
"aku mona. tidak ku sangka jane mrmiliki tunangan setampan kamu." kata satu orang lagi yang bernama mona. rambutnya pink, sok centil, dan dia ngaku ngaku hans tunangan jane.
whatttt?! tunangan jane? apa aku yang budek jadi salah denger. atau mereka yang ga pernah ditampol malaikat?
"tunanganmu? hahahahaha apa tidak salah?" sepertinya mereka termakan omongan jane. lucu sekali dia berbohong. kebanyakan halu kakak jane ini wak. hahahaha.
nah hasil ujian pasti udah keluar. yaa semoga aja masuk wak, aminn.
aku dan hans naik ke lantai paling atas untuk bertemu rektor yang katanya sangat galak dan killer omaygat. karna hans disampingku, aku yakin tidak akan ada apa apa.
sampai di depan pintu, aku menarik napas panjang. hans yang melihatku agak gugup terus menggenggam erat tanganku. sesekali melirik sambil memberikan isyarat "semangat".
kami masuk, dan.... bertemulah dengan bapak rektor ini wak. tampangnya pasti sangat menakutkan bagi mahasiswa dan mahasiswi di sini. alisnya mengangkat saja, sudah menimbulkan aura negatif yang pekat. ih udah kayak ketemu setan aja.
"selamat pagi." katanya menyapa kami. dan tatapannya tetap dingin.
"pagi pak." kami menjawab kompak. aku terus menggenggam tangan hans. sepertinya dia paham aku gugup.
"ini laporan milik kalian. duduklah dulu. jangan terlalu tegang. santai saja." setelah pak rektor ini berkata demikian, jantungku agak tenang ji wak. tapi belum tau gimana hasil ujiannyaaaa. arghhhhh.
aku dan hans duduk di kursi yang disediakan. bertatapan sekali sebelum membuka amplop coklat itu, dan.... langsung bukaa.
__ADS_1
jeng jeng jengg. ku baca dengan seksama, seksama, dan sangat seksama. dan bersyukurnya aku lulus wakkk. uhh lega hatiku.
hans tersenyum menatap ku yang terlihat senang. dia juga pastinya lulus. aku sangat senang sampai ingin memeluknya.
"selamat kaliaj berdua diterima di universitas ini. kedepannya saya berharap kalian bisa bekerja keras demi kelulusan dan kesuksesan kalian." pak rektor mengulurkan tangan berniat menjabat tangan. tentu saja langsung kami sambut dengan ramah.
satu pelajaran lagi: tampang atau cover seseorang tidak mempengaruhi bagian dalam hatinya.
kami keluar ruangan dengan raut muka gembira, semangat, dan tetap bergandengan sampai keluar kampus.
aku dan hans menuju parkiran, hans menyalakan mesin, lalu menancap gas pulang ke rumah. ahayy hari pertama pulang awal. tapi aku masih memikirkan banyak materi yang belum aku pelajari. duh ngebul ini otakku.
dahlah ya wak, ketimbang harus mikirin jadwal universitas yang pastinya padat, mendingan pesta pesta bentar kan ya.
sampai di rumah, aku buatkan hans makanan yang banyak, salad buah, martabak (btw ini gofuud ya), dan banyak makanan lainnya.
"hari ini kau seperti ibu rumah tangga. dari menyiapkan makanan saja sudah tertebak." kata hans yang ada di sebelahku. memerah lah mukakku wakk. bisa kali ah gombal ni orang.
"berhenti berkata kata manis dan bantu aku menyiapkan makan siang." perintahku. sok kali aku ini. emang bener sih kalo si hans bilang macam emak emak😂.
"baiklah-baiklah." hans bangkit dari duduknya dan mengecup keningku. plisss baperr aku.
"jangan lupa nanti malam seperti biasanya kita akan belajar materi bersama. tidur sianglah setelah makan. aku tidak ingin tunanganku terlalu lelah." kata hans sembari memakai celemek. tampilannya menjadi imut tapi tetap ganteng wak. duh bimbang.
"terima kasih untuk semuanya." aku menyandarkan kepalaku ke bahu hans. aku benar benar bersyukur bertemu orang seperti nya.
"sama sama." kalimat nya diakhiri dengan kecupan sekali lagi di keningku. kupikir, wajahku berubah menjadi tomat sekarang:).
hayy wak!
terima kasih udah baca karyaku.
jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!
maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(
-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-
__ADS_1
♡ love nya ya wakk. tanks:)