
semenjak kejadian kemarin ni wak, aku makin deket kali sama hans. kayak makin bucin gitu. tapi... ada tapinya. semakin lama tingkah jane makin jadi aja wak. makin ingin ku gampar.
aku juga diberikan handpone yang kata kakek george kualitasnya paling bagus. tapi sering lag juga. jangan jangan aku dikasih yang kentang ni. hans, chocho, dan aku mulai belajar untuk masuk ke universitas dan SMA.
terkadang aku sampai lembur wak. uhhh sampai berasap otakku ini. tapi akhirnya semua materi materi yang sudah tertinggal bertahun tahun bisa ku kejar hanya dalam dua bulan. pintar aku ya sebenarnya.
"vani. makanlah dulu. nanti baru lanjutkan belajarmu itu. sekalian akan ku ajarkan materi baru." hans masuk kamarku tanpa mengetuk pintu. dah jadi kebiasaan nya itu.
hans mendekatiku yang sedang asyik membaca dan mengerjakan soal soal latihan. pura pura budek aku tadi. haha bisar di bucin nin sama hans. klean baca aja.
"vani." katanya lembut sambil menyingkirkan poni ku yang menutupi mata. yah saking asyik nya baca. biar pandai ha. klean pun harus sering baca buku ya wak:)
"sebentar lagiii." kataku menyela.
"berjalan sendiri atau ku gendong?" ucap hans sambil tersenyum. seperti biasa senyumannya tampak tidak iklas. udah tau aku raut mukaknya dia.
yaudah lah daripada dipaksa paksa terus. ih cerewet kali dia ya. ku tutup buku yang sedang ku baca. dan langsung keluar kamar beriringan dengan hans.
"kak vani kenapa lama sekali? aku sudah menunggu dari tadi lho. lihatlah aku membuatkan kak vani salad buah." chocho menunjuk mangkok yang didalamnya ada tumpukan buah buahan dan saus asam manis. dan keju. masih inget kan vani suka kali ama keju.
author: "bagi dikit lah itu van. ih kepengen kali aku lho:("
vani: "nanti kukirimkan ke rumahmu ya wak ya. ga mahal kok. 100 k aja. buahnya pun impor ini."
author: "heh muludmu 100 ribu. mana ada duet aku. emang betol jahat kau ya sama aku. habis ini kukasih banyak pelakor lagi."
vani: "oke! fine!"
aku duduk bersebelahan dengan hans dan jane bersebelahan dengan chocho. kakek george seperti biasa tidak turun ke bawah untuk makan bersama. ngurung diri aja dia tu di kamar. entah apa pun yang dia kerjain.
"yaampun chocho kamu kenapa bisa seperti malaikatt. sayang kamu dah pokoknya." kataku memuji adik iparku ini.
"ehem." dehaman hans mengagetkanku. "jadi hanya sayang chocho."duh gilak ngakak aku wak. cemburu pun dia sama adeknya. hahahaha.
"hahahahahaha. iyaa iyaa. aku juga sayang.... emm semua." jawabku cengengesan.
jane hanya melirik dan diam. punya dendam apasih dia sama aku? gapernah pun ku tampar dia. ga pernah juga ku tonjok. hem maunya apa.
"baiklah aku juga sayang kamu." ucap hans.
__ADS_1
deg deg deg. baper udah ini fix. aku menundukkan wajah. menyembunyikan mukaku yang memerah. tapi klean tau? si jane makin kesal. tampak hawa hawa ingin menampar dari kursi jane. wihh jadi peramal kan jatohnya. tapi emang betol kok.
selesai makan aku kembali ke kamar. ditemani hans. karna chocho memutuskan pindah ke kamar bawah yang lebih kecil, jadi di atas lantai dua hanya tinggal aku, hans, dan kakek george.
seperti biasa, hans selalu mengajariku materi materi yang sulit dan yang dia sudah bisa duluan. emang cerdas dia ni. bersyukur beneran wak.
hans menjelaskan semua materi materi yang sangat sulit aku pahami, sampai aku benar benar paham. mana ada kawan kelen yang kek gitu. ku jamin ada tapi cuman dikit.
waktu di handpone ku menunjukkan jam 10.30 malam. materi hari ini juga tinggal sedikit. karna mata yang tinggal 5 watt, aku coba merem aja. yaa makin lama makin gak kuat. tidur aja udah.
"jadi rumus terakhirnya akan seperti ini.. eh." hans menatap vani yang sudah terlelap. hem bandel kali anak ini. tapi karna memang sudah malam jadi ya, maklumi saja.
hans membelai lembut poni vani yang menjurai turun ke matanya. wajah cantiknya terlihat. itu mengingatkannya pada gadis 10 tahun lalu yang dia temui di hutan. dia mencintai gadis itu pada pandangan pertama dan bersumpah menikahinya. karna gadis itu juga menyelamatkan nyawanya.
tapi dia menghilang entah kemana sebelum dia menanyakan nama dan dimana rumahnya. dan saat hans melihat vani, seakan dia melihat gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya itu. sebenarnya hans tidak pernah melihat vani dalam mimpinya, ya karna dia ingat gadis 10 tahun lalu, ia mengatakan pernah menemuinya dalam mimpi.
setelah puas memandangi wajah cantik vani, hans menggendong dan menidurkannya di kasur. dia mengendap keluar, mematikan lampu dan menutup pintu dari luar.
-pagi hari-
hoammmmm. vani menguap dan menggeliat. kebiasaan sehabis tidur ya kan.
untuk ujian pagi ini, harusnya aku tampil biasa saja atau cantik ya? ah dimana mana pun aku tetap cantek ahay. eh pede.
sepertinya karna ini hari pertama, aku akan memakai pakaian spesial saja (mengambil hoodie abu abu, celana jeans hitam, topi converse hitam, dan tas warna abu abu. ih pikirku kayak mau layatan aja.
dahlah gapapa. aku mandi sebentar lalu tacap. skincare gitu wak biar cantek. dan memasukkan segala macam barang yang berhubungan untuk ujian.
waktu keluar kamar, ku lihat hans juga keluar dari kamarnya. klean tau? copel baju kitaa haiss. tapi bedanya hans tidak memakai topi. kok bisa ya. aku pun kaget betol.
kita mematung dan memandang satu sama lain.
batin hans: "ih aku sama sayangku kok bisa kembaran ya. ihh emang jodoh."
batin vani: "ih aku sama hans kok bisa kembaran ya. ihh mau ganti udah mepet."
"ayo turun dan sarapan." perintah hans sambil tersenyum. pagi pagi ya kan, udah liat pemandangan cogan wak. sampek kenyang liat mukanya aja.
aku mengangguk dan turun tangga. tapi hans tiba tiba menggandengku saat turun tangga. duh makin buaper aku. .
__ADS_1
dan jeng jeng jenggg. di meja makan sudah disambut muka jane yang penuh kecemburuan. kakek george yang sedang minum teh. juga chocho yang selalu tersenyum riang. sepertinya dia senang karna hari ini juga hari pertama sekolahnya. maklum kan masuk SMA ujiannya belum terlalu sulit. makanya masih seneng mukannya.
"pagii." kataku menyambut semua orang yang ada di sana.
"pagi" sahut semua orang. termasuk si jane. dia juga hari ini kuliah. tapi tidak menjalani ujian lagi karna sudah diterima dua bulan lalu. jadi aku pertama ke sini, dia sudah mendaftar duluan. paham kan?
"ciee. yang hari ini coupel bajunya." ledek chocho. ih iya kan. dari pertama kali lihat udah paham kalau kita itu pacaran. hem, padahal udah tunangan sih.
"cuman kebetulann chochoo." aku mencubit pipinya. maaf ya dek, skincaremu kena tanganku.
"hahahaha iyaa."
sarapan selesai. kakek george memerintahlan supir pribadinya untuk mengantar kami. satu mobil untuk jane, satu lagi untuk chocho, dan hans mengendarai mobil sendiri denganku. hebat kan wak? dua bulan udah bisa nyetir. bayangkann sodara sodara.
kami sampai di kampus dengan selamat. chocho memasuki gedung SMA di bagian barat, aku, hans, dan jane ke arah timur. berpisah kan tempat kita. SMA sendiri, kampus sendiri gitu.
"kamu bisa ke kelasmu sendiri kan jane?" tanya hans. karna memang jarak ruangan ujian kita berdua sama ruang kelas jane itu agak jauh.
"emm. sebenarnya aku takut berjalan sendiri. tapi karna kamu masih ada ujian, kamu bisa meninggalkan aku. nanti jemput aku ke kantin oke?" kata jane centil. emang gatel dia itu. hihh geramm maxx.
"baiklah kalu begitu. dahhh." hans menggandeng tanganku dan meninggalkan jane. hahahaha rasakan.
"apa kamu sudah siap untuk ujian nanti? semua alat alatnya sudah lengkap kan? dan kamu tidak boleh gugup saat ujian karna bisa mempengaruhi ujianmu." muludmu ya, cerewet kali jadi laki laki. tapi gemes sih liat mukanya.
"cerewettt." aku menarik kedua pipi hans. yaampun skincare apa dia ya, sampe kulitnya bisa kenyal:)
dia tersenyum seperti biasa. tapi kali ini senyumnya ditambah dengan rona di pipinya. eh apa aku nyubitnya keterlaluan ya?
sampai di ruang ujian. ternyata berbeda ruang wak. kukira sama. tapi karna aku sudah belajar so hard, aku pasti bisa. aku dan hans mulai memasuki ujian, dan disitulah war dimulai.
hayy wak!
terima kasih udah baca karyaku.
jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!
maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(
-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-
__ADS_1
♡ love nya ya wakk. tanks:)