
pagi telah tiba. matahari terbit dari ufuk timur. aku bangun dengan semangat melanjutkan perjalanan. tapi perutku agak lapar, dan beri beri yang ada di pohon sudah habis. entah siapa yang memakannya, padahal saat pertama kali datang ke sini, buahnya sangat banyak.
terpaksa harus mencari buah lain. untungnya di dekat sini ada banyak pohon culai atau sejenis pisang di negara kalian. tapi culai memiliki batang pohon kayu yang kuat tetapi pendek. sengaja kutinggalkan sapu terbang ku karna sapu itu juga memiliki kekuatan yang terbatas. hanya penyihir level emas yang mampu mengubah sapu terbangnya memiliki kekuatan tak terbatas.
saat memanjat pohon culai itu, dari kejauhan terlihat ada seorang wanita cantik sedang meminum air di dekat sungai. jarak kami tidak jauh, tetapi dia tidak merasakan kehadiranku. siapa peduli? aku melanjutkan mengambil beberapa buah culai untuk bekal ku besok.
"siapa kamu!!?" suara yang tiba tiba muncul itu mengagetkanku. hampir saja aku terjatuh.
"kamu mengagetkanku! bisakah tanya dengan sopan? aku hampir jatuh karenamu." ucapku sedikit berteriak karena jengkel. aku melompat turun dari pohon dan mulai menatapnya. wajahnya cantik.
__ADS_1
"maaf yaa, aku memang sering begitu. tapi aku tidak berniat mengagetkanmu. namaku Cho cho. siapa namamu kalau boleh tau?" kini suaranya lebih pelan dan sopan.
"tidak apa, namaku Vanilla. namamu indah seperti parasmu." pipi wanita yang bernama Cho cho itu mulai memerah. aku hanya tersenyum menanggapinya.
"kamu berlebihan, aku tidak secantik kamu."
"aku mencari kakakku. kemarin orang tuaku mengusirnya karna mencelakai tunangannya sendiri." raut muka Cho cho berubah menjadi sedih.
"bagaimana kalau kita mencari kakakmu bersama-sama? mungkin akan jadi lebih mudah. aku juga membutuhkan seorang teman untuk perjalanku menjadi penyihir emas. bagaimana?" tanyaku meyakinkan.
__ADS_1
"wahhh!! tentu saja aku mau. senang sekali menemukan teman dalam perjalanan ini. mulai sekarang, kita berteman ya?" ucap Cho cho senang.
"baiklah kalau begitu, kita akan lanjutkan bercerita dalam perjalanan. ayo kita cepat berangkat." aku memungut culai culai yang jatuh tadi. Cho cho mengangguk cepat dan mengikutiku dari belakang.
hari ini, aku menemukan teman. permohonan ku tadi malam terkabul. semoga saja Cho cho menjadi teman yang aku harapkan.
kakek, doakan aku mencapai tujuanku:)
-jangan lupa like okeee?-
__ADS_1