
malam gelap berganti pagi yang terang. terbangun dari mimpi yang lumayan menyenangkan. bermimpi menemui seorang lelaki tampan yang sangat elegan. aku tertawa jika membayangkan tubuhnya yang sempurna. sedikit lagi dia hampir menciumku, tapi Cho cho sudah menepuk nepuk tubuhku. huftt nyariss.
setelah mengetahui aku terbangun, Cho cho segera keluar dari tendaku dan berlanjut mengemasi barang-barang nya. anehnya, culai yang aku ambil kemarin sudah hilang. astagaa, sebenarnya siapa yang mencuri buah buahan selama ini. kemarin, beri berian yang begitu banyak bergantung di pohon hilang, dan sekarang? makananku juga hilang. lupakanlah, nanti aku bisa mencari yang baru.
semua barang barang sudah aku kemasi. seperti buku mantraku yang kemarin sore aku baca sambil bercerita dengan Cho cho, dan tongkat sihir ku. abu dan kayu bakar sisa tadi malam sudah ku bersihkan. tinggal mencari bekal untuk ke bear forest. saat sudah memasuki tempat itu, tidak akan mudah mencari makanan lagi. rumornya, ada banyak sekali tulang belulang yang berserakan di hutan tersebut. untung dari kemarin sore aku sudah belajar mantra pelindung.
"Vani, bagaimana dengan buah persik di sana? sepertinya enak. atau cranberry? wahh disini banyak sekali buah buahan." kata Cho cho sambil memetik buah cranberry yang ada di depannya.
memang banyak sekali buah buahan disini. kami sangat beruntung.
"aku akan mengambil buah persiknya. kamu disini dan kumpulkan banyak buah cranberry nya ya. aku segera kembali." ucapku berlari mendekati pohon buah persik yang terletak agak jauh dariku.
aku memetik enam buah persik yang sudah matang. tapi, dari tadi aku merasa diawasi. kuhilangkan perasaan itu segera dan berlari mendekati Cho cho. mungkin pikiranku terlalu berlebihan. saat hampir sampai ke tempat di mana Cho cho berdiri, badanku tidak dapat bergerak. ini pasti sihir!! ada orang berbahaya di sini. Cho cho segera menyadari suara langkah kakiku yang tiba tiba berhenti setelah berlari. dia menengok ke arahku dan mulutnya menganga. seperti kaget melihat orang yang di belakangku. jantungku berdetak begitu cepat.
__ADS_1
Cho cho menutup mulutnya dan meneteskan air mata. aku sangat penasaran pada orang yang berada di belakang ku ini. jangan jangan orang jahat dan mukanya sangat menyeramkan sehingga Cho cho bisa sangat ketakutan. anehnya, Cho cho sekarang malah bergerak mendekati ku. bila aku memegang tongkat sihir, aku pasti bisa menghalau sihirnya. sialll.
Cho cho semakin dekat. tangisannya semakin kuat. sihir yang mencengkram ku hilang perlahan. suara napas berat juga terdengar dari orang yang berada di belakangku. saat sihirnya hilang sepenuhnya, aku segera merogoh tongkat di dalam tasku dan menghadap ke belakang. deg deg deg deg. jantungku berdetak kencang.
itu adalah, orang yang aku temui di dalam mimpi. wajahnya sama persis dengan orang yang kutemui. Cho cho berlari dan memeluk orang itu. apakah dia, kak Hans? aku benar benar terkesima dengannya. astagaa!! apa yang kupikirkan.
tangisan Cho cho mulai mereda. tapi, kenapa kakaknya berada di sini? apa kak Hans kemari untuk melindungi cho cho?
"kakk, aku sangat merindukanmu. kenapa kakak kabur tanpa mengajakku? kamu pikir aku bisa hidup dengan tenang tanpamu? hiks hiks." tanya Cho cho terisak isak. tangannya masih berada di pinggang kakaknya.
"aku benar-benar salah mengira. aku kira kakak marah dan langsung meninggalkanku. aku akan memaafkan mu, tapi kamu harus meminta maaf pada temanku Vanilla. kamu keterlaluan kak."
Cho cho menunjuk ke arahku. kak Hans pasti salah paham dengan ku.
__ADS_1
"namaku Hans. maafkan aku karena telah menakutimu. aku kira kamu orang yang akan mencelakakan adikku. kau tahu kan, dia tipe orang yang ceroboh." senyuman yang menggantung di wajahnya sangat memukau. menambah kecepatan detak jantungku saja. aku jadi agak sedikit salah tingkah.
"tidak apa apa kak Hans. aku juga paham perasaan kakak jika melihat adiknya dalam bahaya. cho cho sangat beruntung memiliki kakak sepertimu." balasku sambil tersenyum. pipiku yang merona pasti terlihat!!
"apakah kamu sakit Vani? mukamu terlihat merah. apa kamu demam? bagaimana kalau kita bermalam di hutan ini satu malam lagi?" pertanyaan Cho cho yang begitu banyak membuatku sedikit pusing. mungkin tidak apa apa jika menginap semalam lagi. toh, kak Hans butuh istirahat karna telah mengejar Cho cho. tubuhnya pasti sangat lelah.
"aku baik-baik saja. baiklah, kita disini satu malam lagi. kakakmu juga perlu istirahat."
kak Hans tersenyum setelah mendengar jawabanku. kami mendirikan tenda di dekat pohon persik tadi. karna kata kak Hans tempatnya lumayan aman dan stategis. akal analisisnya tinggi juga. membuatku semakin kagum padanya. ehhh, apa yang kupikirkann. vanii sadarlah.
kak Hans berkata akan mengajarkan kami beberapa mantra setelah ia kembali mencari sarapan. tidak lupa tersenyum sebelum pergi. yaampun, jujur dia sangat tampan. tapi yang masih ku pikirkan di benakku adalah, kenapa aku bermimpi tentang nya tadi malam?
sudahlah, aku akan bercerita pada Cho cho nanti.
__ADS_1
-jangan lupaa likee okee!?-
-tinggalkan jejak setelah membaca:) muahh-