Witch Love Story

Witch Love Story
berpindah


__ADS_3

"biar kuberi tau padamu. otakku baik baik saja. apa mungkin kamu yang sakit?" jelas hans. ohhh maksutnya dia mengejekku. kenapa hari ini aku sangat tempramen. authorrr, ada apa denganku?


author: "ehem. jadi lihat saja nanti."


author sialann inii. lagi lagi akan kusihir kamu jadi dugong.


"terserah. aku mau menemui chocho. ingatlah janjimu tadi! jangan memanggilku sayang!" kata kata yang ngegas keluar lagi dari mulutku.


"baiklah sayang. hehe." ucap hans dengan nada menggoda. hufttt dasar tuli. langsung aku pelototi saja. astaga hari ini aku bisa sampai emosi begini gara gara si hans.


-five minutes laters-


"vanilaa. tunguuu dulu." teriak hans dari kejauhan. ya aku sudah berjalan cukup jauh. aku langsung menengok saja.


"ada darah keluar dari celanamu. apa itu karna jatuh tadi?" tanya hans terheran heran. darah?


aku langsung berbalik dan melihat celana belakangku. yang benar saja, banyak sekali darah di yang keluar. bagaimana bisa?


"apa ini? astagaa tolong aku. hans yaampun bagaimana ini!!" aku tidak tau kenapa. bisa ada darah keluar.


"kakakkkk!!!" teriak chocho yang datang entah dari mana. tiba tiba berlari dengan cepat seperti dikejar binatang buas.


eh. aku terkejut, dari belakang chocho muncul sebuah pembatas kaca. dan makin lama makin mengecil. pembatas itu melingakri kami bertiga. aku yang ketakukan memeluk hans dan chocho.


-wushhhhh-


pemandangan hutan hilang. berganti pemandangan rumah rumah tinggi yang aneh. kini kita berada di sebuah ruangan kamar yang sangat mewah.


"astagaaa kita dimana kak?" tanya chocho mengawali. kami bertiga saja masih sangat bingung.


"jangan panik. kita cari jalan keluar dari sini." kata hans menenangkan adiknya.


"sudah lama tidak berjumpa vani." suara yang sangat familiar terdengar dari luar pintu. saat aku mendekati pintu dengan perlahan, seseorang membukanya. dann jeng jeng jeng.


"kakekkk!!" aku berlari memeluknya. tapi tunggu dulu wak. macam ada yang tak betol ni. sifat kakek biasanya saat bertemu denganku, langsung memeluk balik. tapi kenapa dia diam saja.


karna merasa ada yang beda ni we. aku mundur kira kira 3 langkah. siapa tau dia penyihir yang pura pura jadi kakekku kan. siapa tau.


"apa dia kakekmu? kenapa kamu menjauh." tanya hans yang diikuti gerakan menganggukkan kepala oleh chocho. hah aku pun juga ga tau lho. kuhubungi dulu authorku ni ya.


-telepati-


vani: "heh author gaje. apa dia benar benar kakekku?"

__ADS_1


author: "ikuti saja plot ceritanya anak muda. nanti ku spoiler ga seru lagi dong wak."


vani: "kenapa dulu aku menyetujui bermain peran di sini:) seharusnya sudah ku tolak saja. mana tidak ada bayarannya:("


author: "hahahahaha. santai saja. jika novel kita sudah banyak yang membaca, kamu akan kubelikan martabak spesial.(mohon maaf pengen martabak lagi:))"


vani: "sungguh tak berguna."


"ternyata kamu memang cucunya si gren. perkenalkan aku saudara kembarnya, george." jelas kakek george ini.


whattt. kakek punya twin brotherr. aku kok ga pernah tau ya wak:( huhh tunggu pasti ada kesalah pahaman.


"biarkan aku bertanya sebentar. sebenarnya kita sekarang berada di mana? dan kenapa tiba tiba bisa kesini? dan juga..."


"haha kamu memang cerewet seperti gren." cela kakek george. menyela pembicaraan orang, sungguh tidak tau sopan santun.


"jadi begini. kami adalah saudara yang berpisah dunia paraler. kakekmu ikut nenek buyutmu dan aku ikut kakek buyutmu. mereka penjelajah ruang yang bertemu. tapi sayangnya mereka berpisah setelah kami lahir. sungguh short love story." jelasnya lagi.


tak kusangka kembaran kakek bucin. dia cocok menjadi teman si hans.


"hemm. berarti.... tuggu tunggu. apakah disini kami dapat memakai kekuatan kami? dan kami kenapa kau membawa kami kemari?" tanyaku memperjelas suasana. hans dan chocho sedari tadi hanya membisu. seperti patung manekin di toko baju gitu wak.


"kalian tidak bisa menggunakan kekuatan kalian disini. ini adalah dunia manusia biasa. tapi masih tetap bisa meningkatkan level. kalian disini karna surat wasiat si gren tua. huh sungguh merepotkan." katanya kesal. pasti dia tidak punya kaca:) berani beraninya merendahkan kakekk! oh iya dia juga kakekku😅


"yaa. aku tidak punya pilihan anak muda. kalian ada di dekatnya. daripada harus susah memisahkan kalian berdua dari vani, lebih baik kubawa serta saja."


"untungnya aku tidak berpisah dengan tunanganku. kalau saja aku berpisah, aku tidak akan bisa hidup lagi.. huh mirisnya." lagi lagi ucapan hans yang alay keluar dari mulud buayanya. untung aku sudah berjanji. kalu tidak mana sudi aku bertunangan dengan bucin sepertinya.


"dasar anak muda. kamar kalian disana." kakek menunjuk tiga ruangan berpintu kayu dengan ukiran langka. sepertinya kakekku orang kaya. haha malak time.


"kalau ada apa apa, urus saja sendiri. aku lelah. mau tidur. kalian pergilah sana. jangan ganggu tidurku jika kalian tidak mau kumakankan hiu ku. hahaha." lawak kakek. ish garing kali lah.


kami bertiga memasuki ruangan itu sesuai tempat kita berdiri. kamar yang ku masuki ini sangat indah. tidak seperti rumah jamur di dunia penyihir. dan kasurnya sangat empuk. tenang vaniii. jangan norak. tetap jaga image.


tok tok tok!!


vani: "who is theree?"


unknow: "bill, bill, bill." eh macam film konjuring ajalah wak. maap maap otak author ngelag.


"ini aku chocho!" teriak orang dari balik pintu.


"masuk saja tidak dikunci." kataku yang masih menikmati kasur baru. mana bisa mental mentul lagii. nikmatnya dunia fana.

__ADS_1


"kak vani, bolehkah aku tidur denganmu? aku takut tidur sendiri di ruangan sebesar itu." pinta chocho. ohhh kebetulan aku memang merasa kesepian jika tidur sendiri.


"boleh saja. aku juga merasa kebesaran dengan ruangannya. lalu, mau kita apakan ruang sebelah? apa mau dibiarkan kosong?" tanyaku. sayang kan wak kalo ga kepake.


"disana berisi benda benda aneh yang belum pernah aku temui di dunia penyihir sebelumnya. kak vani ingin lihat?" tanya si chocho lagi. ahh daripada mati penasaran ya kan?.


aku beranjak dari springbed ku dan menuju kamar chocho. yaampun desain yang sungguh feminim. semuanya pink. hemm agak berlebihan kakek mendekornya.


chocho menunjukkan letak benda aneh yang dia temukan. benda itu terbungkus kemasan yang bergambar lucu. astagaaa dan itu banyak sekali. satu lemari berisi barang barang lucu ini. tapi benda apa ini?


ahaaa. tanya author!


-telepati-


vani: "apa yang ada di lemari ini thor? dan kenapa banyak sekali?"


author: "haha dasar kampungan. itu namanya skincare bodoh. dan juga make up. di dunia manusia benda benda ini sangat terkenal. karena bisa mempercantik wajah dan tubuhmu. tapi kebanyakan lebih memilih filter instegrem. hehe sensorr yee."


vani: "aku harus belajar banyak darimu kali ini. mohon bimbingannya thor."


author: "baikkk baik. bayarannya martabak spesial yang ada kacangnya. kalau bisa topingnya jangan pelit pelit ya."


vani: "kanu saja tidak membayarku. dasar biadap."


-keluar telepati-


duarrr! eh kaget.


hans sialan. kenapa membanting pintu begitu keras. tapi kenapa nampak ada yang salah..


hans: "heyyy. baju disini sangat aneh. lihat ini!"



-dan vani pun mimisannn-


hayy wak!


terima kasih udah baca karyaku.


jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!


maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(

__ADS_1


-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-


__ADS_2