
hans langsung menggendongku dengan posisi menyamping. kaget kan aku wak. duh apa apaan dia ni.
tapi gapapa lahhh hehe. sekali kali:)
"kalau kamu langsung mengangkatku, kepalaku bertambah pusing." ucapku pura pura memegang pelipis kepala. hahahahaha tertypu.
"jangan bergerak gerak. aku akan membawamu ke kamarku eh, ke kamarmu. kalau lelah jangan dipaksakan." katanya menenangkan. eak. kok aku pulak yang baper. tapi dia tadi bilang ke kamarnya? dahlah.
"baiklah. tapi pelan pelan saat berjalan. kalau berguncang guncang bisa bertambah sakit kepalaku." aku melanjutkan aktingku. tanganku sudah memeluk lehernya sedari tadi. aku pun muak kali liat muka si jane. sok chantek lagi. iyuh wak jadinya.
"oh ya chocho. tolong bawakan buku yang dipilih oleh vani. setelah ini kita temani vani belajar di kamarnya." perintah hans. kejam kali dia tu sama adeknya. padahal ya, buku nya banyak. mana berat lagi. ih bener mau ku pukul dia. kok berani beraninya suruh suruh si chocho.
"hey hans! suruh si jane membawakan buku ku juga. apa kamu tidak kasihan dengan si chocho?" bisikku di telinga hans. dan melihat ke arah chocho sedang memberesi buku buku yang berantakan di lantai tadi. duh kesian liatnya.
dan klean tau reaksi jane dari tadi? mukanya udah mau mendidih. saking cemburunya sama aku wak. hahaha. siapa suruh kegatelan kali deket deket tunanganku. awas aja berani pegang pegang lagi kamu setan.
"jane. mau kah kamu menolong chocho membawakan buku buku itu? bukankah kamu orang yang sangat baik?" senyum manis muncul di bibir hans. ish ini pulak bikin orang baper sama dia. kalo dia baper gimanaaa. wahhh. gak betol.
"oh baiklah. karna kamu yang meminta." kata si jane. berarti kalau aku yang minta, dia tidak akan mau? heh mukamu itu.
dia membawa buku itu dengan raut muka yang tidak iklas. padahal bawain buku doang ga bikin borokan kan ya? terus dia kenapa ogah ogahan tapi kalo dilihat hans langsung sok serius gitu? baru pertama ketemu aja dah mintak di hajar.
sabarrrr vaniii.
kita berempat sampai di kamarku. hans menaruhku di kasur, dan langsung keluar kamar. mau apa gatau aku. yang penting sekarang si jane ada di kamarku. bukannya takut dihujat wak. cuman takut kamarku kotor aja.
"apa kak vani masih sakit? tadi cuman makan sedikit kan? sebentar ya chocho ambilkan makanan dulu." dia lalu pergi meninggalkan kamar.
sekarang tinggal aku dan... si jene. biasa lahh tatap tatap tajam. mana ku peduli. ya aku lanjut baca aja lah. mana ada waktu buat liatin dia. sebenernya bukan benci ni wak. tapi karna bentuknya aja kegatelan jadi muak kali. ingat ya, vani tidak pernah membenci orang.
author: "tapi boong yahahaha"
hans kembali dengan membawa obat dan gelas berisi air putih. ihh perhatian kali tunanganku ini ah. sepertinya, aku mulai baper. aihh cepet kali luluh hatiku ini wak.
__ADS_1
"minumlah ini dulu. agar sakit kepalamu berkurang." hans menyodorkan satu botol obat. aku kan sakit wak. kalo kuminum bahaya gak ya?
"hehe sebenarnya aku tidak sakit kok:)" kataku tak bersalah. habis ini aku kena sepak😣 daripada minum obat malah ada efek samping bahaya. dahlah ngaku aja.
"ha? jadi kamu cuma main main saja!?" jane ngegas. dih kok dia yang sewot. padahal yang harus marah kan hans.
"oh jadi hanya pura pura ya:)" senyum hans terpancar di bibirnya. tapi agak beda dikit dari biasanya. hem apa ya?
"jane keluarlah dulu. aku mau menyembuhkan penyakit vani." perintahnya. kan aku gak sakit woe. apanya yang disembuhkan coba.
"bukankah..." belum sempat menyelesaikan kata katanya. si hans sudah melirik tajam ke arah jane. bisa gitu mukanya ternyata.
tapi yang bikin bingung, mau disembuhin apanyaa wakk?!! pliss author beri tau vani.
author: "siapa suruh membuat jengkel orang. hans hanya mau menghilangkan penyakit otak mu itu. tau kau?"
vani: "setauku aku tidak punya penyakit otak. yang benar saja kamu dasarr author."
author: "cantik cantik lemot."
"baiklah, disini dokter hans akan memeriksa pasien yang sedang "pura pura" sakit. harus kuapakan pasien ku yang satu ini?" hans mendekat dengan pemandangan raut muka tersenyum tapi didalamnya sedang marah besar.
kupikir pikir.... apa dia engga iklas nolongin nya ya wak?
"hehe hans aku minta maaf. tadi aku hanya kesal dengan jane yang menempel denganmu. jadi.... emm maaf yaa." kataku meminta maaf tapi yaaa agak nggak iklas. biarin lah.
"bagaimana kamu bercanda saat aku sedang serius. bisa kah kamu menghargai sediki saja bantuanku?" ucap hans. bibirnya masih menampakkan senyuman tapi aku tau dia terlihat sesak. bodohnya aku yang tidak pernah menghargainya.
"aku benar benar minta maaf. apa yang harus aku lakukan agar kamu tau aku serius minta maaf?" tanyaku lirih sambil menunduk. duh aku benar benar menyesal.
tiba tiba dia mendekat dan memelukku.
"aku mau meminta tolong. tolong jangan pernah menganggap perasaanku sebagai candaan. bisa kah kamu membantuku?" hans benar benar serius. hatiku juga seketika sesak.
__ADS_1
-disarankan pembaca memutar lagu imagination shawn mendes-
"tentu saja. aku sekali lagi minta maaf." aku membalas hans dan satu persatu air mataku berjatuhan. kini aku akan benar benar serius. tidak peduli jane atau siapapun yang berusaha merebut hans. tidak akan ku serahkan.
"jangan menangis sayang." kata kata hans yang bucin sungguh menyebalkan. sekarang aku mau memukulnya sambil menangis😢.
belum selesai momen sedih itu berlalu, tiba tiba ada yang muncul membuka pintu.
krekkk. "kak vani ini makananmu." tenyata chocho yang masuk ke kamar. sontak kami berdua menengok ke arahnya.
"upss. maaf." dengan segera chocho membawa kembali nampan yang diatasnya terdapat bubur dan air putih. padahal aku cuman sakit kepala (padahal boong). dan menutup kembali pintunya
sepertinya jane melihat kami berdua tadi. apa dia akan cemburu? hemm kurasa iya.
"hei mau berapa lama kamu memelukku. lihatlah tanganmu tidak mau lepas." kata hans memecah lamunanku. lantas ku lepaskan tangaku yang tadi berada di pundaknya. duh mukaku pasti berubah menjadi merahh. aku maluuu.
"ehem. maaf." aku berpura pura sok cool. biar tidak terlihat salting. sambil mengelap sisa air mata yang ada di pipiku.
"lanjut istirahat saja. siang nanti baru kita lanjutkan belajarnya. aku tidak mau kamu menjadi sakir dan kelelahan." hans yang masih didekatku memegang dan mengecup keningku. sumpah ini berdamage parahhhh.
dia menuju pintu dan membukanya. sambil keluar, dia terus memperhatikanku. lalu menutup kembali pintu kamarku. tidak lupa dengan senyuman manis yang kini tampak natural.
kini aku benar benar jatuh cinta.
hayy wak!
terima kasih udah baca karyaku.
jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!
maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(
-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-
__ADS_1
♡ love nya ya wakk. tanks:)