
-pagi hari datang lagi-
hah kenapa gelap sekali? langsung saja aku menuju jendela dan membukanya lebar lebar. oh ternyata mendung. waktu yang tepat untuk bermalas malasan.
tapi kenapa firasat ku mengatan hari adalah hari penuh kesialan. apa cuman perasaan ku saja? sudahlah aku mau tiduran lagi.
tok tok tok! ketukan pintu bernada ngegas terdengar di luar pintu. arghhhh waktu terbaik rebahanku. apa boleh buat lah. daripada semakin berisik saja. aku berjalan malas ke arah pintu dan membuka kuncinya dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.
"siapa sih mengganggu saja." ketusku. mataku susah terbuka. biasa wak. anak anak nolep ye kan.
"jadi kamu yang namanya vani? hah ternyata tidak ada apa apanya." kata seorang setan yang entah muncul dari mana. dih kata katanya ga berdamage. wajahnya sajaa hanya menang dempul bedak. huh mengganggu saja.
brakk! kubanting pintu kamarku dan menguncinya. wanita itu menggedor gedor kamarku. memaki maki dengan kata kata yang kasar. huh, batinku "kamu siapa?". sok kenal sekali.
"berhenti menggedor atau kamu akan aku pukul. pergilah wahai setan." kataku yang sedang setengah sadar setengah tidur. tidak peduli ah kupingku sudah kebal.
"heyyy! dasar anak bawang. keluarlahhh! atau tunanganmu akan aku ambil!!" lagi lagi setan ini cerewet. jadi dia mau bersaing denganku? oh tidak bisaaa. tidak bisaa.
aku segera membelalakan mata lebar lebar. pergi mandi dan memakai skincare biar cantek ahay. tentu saja tidak berdempul seperti dia. aku memang sudah cantik max hahaha.
hanya 20 menit aku bersiap (emm.. termasuk lama sih). setelah selesai aku menuju meja makan. disana sudah ada chocho hans dan si setan tadi. tidak lupa kakek george menikmati minuman herbalnya. kenapa aku tau itu minuman herbal? aroma dari radius 1 km saja sudah tercium baunya.
vani si dewi kecantikan menuruni tangga dengan anggun. aihh padahal hanya memakai pakaian seadanya di lemari. bermerek chinil. hehe sensor.
"selamat pagi semuanya." aku menyambut semua orang yang ada di meja makan itu.
"cantik sekali pagi ini. aku benar benar tidak salah pilih haha." candaan garing hans memecah segalanya. sudahlah aku lapar.
chocho hanya tersenyum menanggapi dan si setan noname ini hanya merengut seperti nenek lampor. huh membuatku ingin memakan mukanya yang penuh bedak itu.
"ehem. vani, kenalkan ini saudara mu. namanya jane. dia sengaja kesini katanya untuk menyambut saudara sepupunya yang sudah lama tidak berjumpa. mungkin dia juga akan tinggal disini mulai saat ini." jelas kakek george. ohhh si setan pengganggu ini bernama jane. kakek dan cucu tidak ada bedanya.
__ADS_1
"hay vani kenalkan aku jane. mulai hari ini kita akan menjalani hari hari sebagai saudara. aku sangat senang karna dari dulu aku tidak ada saudara. aku juga baru aku memiliki saudara."
reaksi vani bi like:
are you kidding me? mukanya ada 3 ya? mau bermain main denganku? haha tidak bisaa.
"salam kenal juga. aku juga tidak menyangka akan mempunyai saudara seramahhhh kamu. mungkin setelah ini aku butuh banyak bantuanmu hehe." kata ku menyaut aktingannya yang begitu buruk. hah vani kok dilawan.
"sekarang, habiskan makanan kalian dan ke ruang baca untuk belajar. besok kalian bertiga akan kakek masukkan ke universitas ternama. jangan mengacaukan pendaftarannya. untuk chocho akan ada di SMA yang satu yayasan dengan universitas ini." kata kakek george yang langsung meninggalkan meja makan. sepertinya kakekku yang ini punya sifat yang melenceng dengan kakek asliku.
dahlah aku sedang malas menanggapi orang yang tidak penting. apalagi si muka 3 ini. dari tadi kegatelann dengan hans. sepertinya dia belum pernah di gampar malaikat.
"hans bagaimana jika kita belajar bersama. aku kurang mengerti dalam pelajaran sejarah dan matematika. maukah kamu mengajariku?" kata si jane. hem dirinya bodoh saja masih disombong sombongkan. tidak tau malu. sabarrr vanii sabarr.
author: "rasakan saja pembalasanku. sudah ku carikan peran orang ketiga hahaha. lihat kan? sudah berambut ungu, sifatnya estetik, pandai menggoda pula. nikmati saja pertunjukannya."
karena aku muak melihat mukanya yang berdempul 5 cm itu, selara makanku lenyap tak tersisa. lebih baik belajar saja.
"ehem. aku sudah selesai makan. permisi." kataku seraya meninggalkan meja makan dan menuju ruangan belajar. dan benar saja, banyak sekali buku buku di sini. seperti surganya kutu buku.
tapi sebelum aku pergi ni wak, si hans senyum dikit gitu. memangnya dia gila senyum senyum sendiri? ah aku tak pedulii. tapi tak lama kemudian langkah seseorang mendekat kemari. kretttt... suara khas pintu tua terdengar dibuka. aku melihat ke arah pintu dan melihat chocho. ku kira poci wak. sampe jantungku berdisko ria.
"kak vani. aku boleh ikut belajar denganmu?" tanya chocho sopan. sudah kubilang dia adalah calon adik ipar terbaikkk. beruntungnya aku.
"tentu saja boleh. kenapa jadi malu? bukankah kamu sangat cerewet dulu saat pertama kali bertemu denganku?" kalo klean masih inget ya wak, baca di atas eps awal pasti inget chocho kek gimana ya kan?
"emmm. karna tau kak vani lebih tua, jadi agak tidak enak kalu jadi blak balakan." jelasnya. oh karena aku lebih tua. pantas saja. patut dicontoh ya wak. kalau dengan orang yang lebih tua harus lebih sopan. okeee?!
"tidak usah terlalu formal denganku chocho. aku malah suka orang yang blak blakan. karna kalau malu malu malah jadi canggung."
__ADS_1
"emm baiklah." chocho tersenyum menanggapi.
krekk... suara pintu terbuka terdengar lagi. kini jane dan hans masuk beriringan. berani beraninya semlingkuh. jangan tanya kalau jadi perkedel nanti.
hans duduk di sebelahku. hih dekat dekat denganku setelah berduaan dengan setan itu. mana sudi aku.
"chocho, ayo pindah tempat duduk." kataku sembari membawa buku yang sudah ku pilih tadi. chocho yang belum memilih buku mengikut saja dengan ajakanku.
malas kali tengok muka dia. klean tau? mukaknya dari tadi senyum senyum kesenengan gitu lho wak. dikira aku ngalah. tentu saja tidak. hanya jijiq.
aha! this time to akting!
brukkk! ku jatuhkan buku yang kupegang dengan sengaja. lihat bagaimana reaksi si hans.
"ehh. apa kamu baik baik saja? jangan memaksakan diri jika masih lelah." hans segera menghampiriku. berhasil juga aktingku wak hahahaha.
"kepalaku tiba tiba pusing, tidak tau kenapa. dan kakiku juga terkilir. shhh duh duh." (pura pura kesakitan)
"angkat tanganmu." perintah hans. hah? angkat tangan? sudahlah, turuti saja lah.
srettt. hans tiba tiba menggendongku.
hayy wak!
terima kasih udah baca karyaku.
jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!
maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(
-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-
__ADS_1
♡ love nya ya wakk. tanks:)