
wawak sekaliann
mohon maap ni ya
di episode sebelumnya ada masalah dikit wak
tapi tenang aja, besok ga bakalan gitu lagi kok wakk:)
-selamat melanjutkan membacaa-
"eh kak vanii. kamu mimisan." kata chocho panik. aku meraba bagian bawah hidung ku yang basah. untung darahnya tidak banyak. harus cepat cepat cari alasan nih.
"mungkin karena perbedaan cuaca hehe." aku berbohong senatural mungkin. ya kali aku bilang mimisan gara gara si hans:(
tapi dipikir pikir dia cakep juga wak😂 klean tau orang yang punya roti sobek adalah tipeku hahahaha.
"apa kamu merasa tidak enak badan? aku akan mengambilkan makanan sebentar." ucap hans seraya berlari meninggalkan ruangan ini.
hah? bukannya dia tidak tau dimana letak dapur.
-ten minutes laters-
hans kembali dengan banyak pelayan dibelakannya. eh? disini ternyata ada pelayannya? dan para pelayan itu membawa banyak makanann. astagaaa. surga dunia fana.
"makanlah. kau bisa makan sambil tidur jika tidak kuat. makanya aku membawa semua kesini." ucap hans sambil menyerahkan tissue kepadaku. kenapa aku tau itu tissue? karna ada tulisannya haha.
"kamu terlalu berlebihan hans. aku saja sekarang masih berdiri. pindahkan saja ke meja makan. kita makan bersama." aku membuang tissue bekas darahku ke tempat sampah.
tapi hans masih belum membenarkan bajunya yang terbuka. huh dasarr. bagaimana jika dia sakit kemasukan angin? karna aku baik ni wak, ku kancingkan bajunya itu. sekalian lihat abs hehe.
"kalau masih mau melihat, lihat saja. kamu kan tunanganku." goda hans. omegat!! dia tau maksudkuu. mukaku kan jadi merah. anehnya dia selalu menganggapku tunangannya tapi tidak memberiku cincin tunangan.
"ayo ke meja makan. setelah itu langsung mandi dan tidur." hans mencela lamunanku sambil meninggalkan ruangan.
-setelah makan malam.-
__ADS_1
para pelayan pelayan di rumah ini sangat banyak dan rajin. selama hidupku tidak pernah sekalipun dilayani seperti ini. aku merasa menjadi ratu hahahaha.
author: "jangan sombong kamu! ini semua kan ideku jadi kamu bisa punya hidup seperti ini."
vani: "bodo amatt haha!"
author: "sudah aku ingatkan berkali kali. kali ini aku benar benar geram. episode berikutnya akan kuberi pelakor tingkat dewa. nikmati saja nanti hahahahah."
vani: "huh dasar baperan."
aku masuk ke kamarku dan membanting pintu. entah kenapa chocho bilang tidak jadi tidur denganku. huh malam ini pasti sepi. untuk menghilangkan rasa sebal ku pada author, lebih baik mandi saja lah. mungkin berendam membuat mood ku baik lagi.
-menyiapkan air hangat di bak.-
-klean bingung wak kok vani bisa gercep dan ga gaptek? ya karnaaa... ada lah nanti aku cerita haha. ngga spoiler yaa:)-
"aneh sekali. aku tidak pernah mengenal peralatan di dunia ini. tapi kenapa aku bisa menggunakannya? ah sudahlah." aku bergumam gaje sambil memikirkan kejadian sore tadi. kucelupkan semua badanku ke bathtub. hah ternyata dunia ini rumit sekali.
setelah mandi kukeringkan rambutku menggunakan hairdryer. entah kenapa ya wak kok aku bisa pake alat ginian. apa chocho dan hans juga bisa? harus ku periksa.
aku masuk dan langsung duduk di tempat tidur. maapkan aku yang gak sopan ini ya wak. kebiasaan emang. tapi tidak ada yang menyadari keberadaanku. dianggapnya aku makhluk gaib. dikira setan aja aku. selesai skincare segala macam, si chocho baru menyadari keberadaan makhluk yang cantik ini. huftt.
author: "plastik!! ada yang punya plastikk? aku mau muntahh tolong😣"
hatchuu. huh author pasti lagi lagi menghinaku.
"sudah sejak kapan kamu disini? maaf kak vanii. suara perlatan tadi terlalu berisik. aku jadi tidak sadar kamu masuk ke sini." kata chocho dengan sopan. mimpi apa aku semalam bisa mendapat calon adik ipar seperti ini. sayang aku sama kau choo.
"hahaha tidak apa. aku baru masuk kok *padahal sudah 20 menit yang lalu*. setelah memakai semua skincare itu kamu terlihat tambah cangtip." pujian terlontar dari bibirku. tapi bener bener cantek kok wak. nanti author carikan fotonya chocho.
"cangtip?" tanya chocho dengan raut muka keheranan. ternyata calon adik iparku bukan jamet.
"itu adalah kata yang digunakan untuk memuji kecantikan seseorang tapi disrempangkan penulisannya." jelasku sok pintar. haha memang aku pintar.
"bagaimana kamu bisa tau kata itu?" tanyanya lagi. memang tidak jamet tapi kenapa dia begitu kepo?
__ADS_1
"eh ituuu.." salah author menambah kata itu di dalam kamusku. "aku membuatnya sendiri hehe." daripada bimbang kan. tapi kan... aku mengaku jadi jamett. uwaaa gimana ni wak?
dahlah males.
"kalau begitu cepatlah tidur. jangan pernah begadang. nanti kamu akan cepat tua. (vani yang selalu begadang menakuti seseorang). nanti semua skincare mu sia sia saja. dadah muah." kataku bersiap siap menutup pintu dan mematikan lampu. kini giliran kamar hans.
sampai di depan kamarnya langsung saja aku mengetuk pintu. tok tok tok tok. do you want to build a snowman? eh nyasar. monmaap.
tok tok tok.
tidak ada sautan. yah apa boleh buat. kudorong saja pintu yang tidak terkunci itu. dannn... jeng jeng jeng.
terlihat suatu sosok yang sangat tampan sedang membaca buku. dan kalian tau? dia memakai kimono warna hitam. jangan salah sangka ya, aku cuma nge fans dengan abs nya hahaha. duh duh duh ingin pingsan. untung kuat iman hehe.
"hans? kamu tuli ya?" tanyaku. walau dia tampan tapi kenapa telinganya congek?
"maaf sayang. aku asik membaca buku. kamu tau? buku disini sangat menarik. berbeda dengan buku di dunia penyihir yang sampulnya monoton."
(*monoton: itu itu saja/membosankan)
"lanjutkan saja. aku akan kembali ke kamarku. ingat jangan tidur larut malam!" langsung ku tutup pintu kamarnya dan berlari menuju kamarku. wait a minute... sepertinya ada yang salah dengan kata katanya tadi. emmm... eh dia berani memanggilku sayang lagi?
sudahlah aku sudah lelah. sampai di kamar segera ku matikan lampu utama dan ku nyalakan lampu tidur di meja kecil sebelah kanan ranjang. tarik selimut. tidur.
bersiap menjalani hidup baru besok.
hayy wak!
terima kasih udah baca karyaku.
jangan lupa di like kalo bisa komen apa" aja ya wakk!
maafkan author yang hanya manusia biasa ini kalo ada salah ketik:(
-kalo typo itu murni kesalahan keyboard hahahaha-
__ADS_1
♡ love nya ya wakk. tanks:)