
Di sudut ruangan dengan lampu yang temaram seorang gadis kecil berdiri di dekat dinding menatap kearah orang -orang yang berlalu lalang memasuki ruang kamar yang ia tahu milik ibunya.
Dia yang saat itu baru berusia 6 tahun bingung, mengapa rumahnya begitu ramai oleh banyak orang, dirinya yang masih kecil tidak tahu apa-apa.
Sampai seorang wanita dewasa yang usianya mungkin sepantaran dengan ibunya! mendekatinya dan mengelus rambutnya.
Menatapnya dengan sedih diiringi ucapan yang ambigu bagi zeline
Ya gadis kecil itu bernama zeline jovanka
" Kamu yang sabar ya nak"
Ucap wanita itu yang sama sekali tidak di mengerti Zelin apa maksudnya, tapi ia adalah anak yang cepat tangkap hanya dengan melihat situasi dimana banyak orang memandang dirinya iba dan kasihan.
Juga adanya beberapa pria berseragam polisi yang berkeliaran di rumahnya, menguatkan dugaan gadis kecil itu bahwa semuanya tidak baik-baik saja.
Satu yang terlintas di benaknya IBUNYA.
Dia yang baru pulang setelah bermain seharian bersama temannya justru disambut dengan keadaan rumah yang sudah ramai tidak seperti biasanya.
" Tante Rosa, kenapa ada banyak orang di rumah zelin" gadis kecil itu akhirnya mengeluarkan suara.
Ia ingat wanita yang berdiri di hadapannya itu sering datang kerumahnya dan berbincang dengan sang ibu, yang Zelin tebak mungkin teman ibunya.
Rosa hanya bisa menunduk sedih, mendapatkan pertanyaan dari gadis kecil di depannya.
Ia merasa takdir begitu tidak adil bagi Zelin, bagaimana bisa gadis sekecil ini harus mengahadapi kejamnya dunia seorang diri! Apa ia sanggup sungguh wanita dewasa itu tidak bisa membayangkannya.
" Tante" kembali Zelin memanggil wanita itu
Yang hanya diam membisu
Bukannya jawaban dari pertanyaan yang ia dapat, zeline malah mendapatkan pelukan erat serta Isak tangis dari Rosa
Jantung zeline terasa berdetak kencang tidak seperti biasanya,ia merasakan perasaan sakit yang tiba-tiba menghantam hatinya membuat kedua matanya berkaca-kaca dan berakhir dengan Isak tangis meluncur keluar dari dua bola matanya.
Zelin tidak tahu mengapa ia jadi ikut menangis tapi satu hal yang ia rasa bahwa kesedihan semua orang itu pasti karena dirinya membuat Zelin jadi tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut menangis.
Dan tangis itu berganti menjadi raungan saat melihat polisi mengangkat ibunya dengan tanduh, bisa ia lihat jelas keadaan sang ibu tidak baik-baik saja pergelangan tangannya yang mengeluarkan banyaknya darah dan wajah pucat sang ibu menandakan keadaan wanita itu tidak baik.
" Ibu hiks hiks " teriaknya pilu
" Tenang sayang, ibu kamu pasti baik-baik saja "
__ADS_1
Ucap Rosa berusaha menenangkan, walaupun dirinya sendiri tidak percaya apakah keadaan Celine (ibu Zelin) benar baik-baik saja ataukah sebaliknya.
Yang pasti saat ini ia harus bisa menenangkan Gadis kecil ini.
" Tante, hiks" isaknya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rosa
Rosa dengan segera mengikuti langkah para petugas itu, diluar terlihat banyak orang yang sudah berkerumun untuk melihat apa yang terjadi di rumah itu.
Rosa berusaha menutupi wajah zeline agar tidak melihat luka ditangan ibunya, bagaimana pun hal itu akan membuat zeline trauma atau bahkan menjadikan kejadian ini sebagai mimpi buruk dalam hidupnya
Dan Rosa tidak ingin Zelin sampai merasakan hal itu.
***
" Huf huf huf"
Nafasnya memburu dengan kening yang di banjiri keringat, membangunkan dirinya dari mimpi buruk itu.
Lagi-lagi ia memimpin kan kejadian kelam itu, kejadian yang membuat trauma dirinya.
Mengusap peluh di kening, sejak kejadian 17 tahun yang lalu ia tidak bisa tidur nyenyak lagi.
Kejadian itu terus menemani tidurnya, mengingatkan pada kejadian yang telah lama terjadi.
Dan itu menjadi pukulan terbesar yang dirasakan oleh zeline.
Ya gadis kecil yang dulu meraung dan menangis histeris karena kepergian ibunya kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa berusia 20 tahun, dengan perawakan tubuh yang indah bak gitar spanyol.
Buluh mata lentik dan wajah tirus dengan hidung mancung dan kulit putih seputih kapas menambah nilai plus bagi dirinya.
Tidak di ragukan lagi karena itu turunan dari gen ibunya, sedangkan dari gen sang ayah zeline tidak memiliki kesamaan sedikitpun tapi satu yang tidak bisa dibantah bahwa sikap keras kepala dan tegas zeline, ia dapat dari sang ayah.
Cerdas dan pintar dalam segala bidang juga termasuk dari ayahnya.
Berbicara tentang ayah, zeline baru bertemu dengan pria itu setelah meninggalnya sang ibu! Ayahnya ternyata seorang pengusaha sukses.
Tapi mengapa ia dan ibunya menderita itulah yang ada di benak Zelin sejak pertama bertemu sang ayah.
Terekam jelas bagaimana awal pertemuan pertama mereka.
Saat itu Zelin yang masih duduk di depan pusaran sang ibu terus meraung dan menangis, ia tidak tahu mengapa orang -orang itu memasukkan ibunya kedalam tanah.
Hal itu lah yang menjadi penyebab zeline menangis histeris ia takut ibunya tidak bisa bernafas karena tertimbun tanah, tanpa zeline tahu bahwa ibunya telah meninggal.
__ADS_1
Saat itu ia masih sangat kecil untuk mengerti arti kata meninggal, sehingga Zelin merasa sangat terpukul ia meneriaki semua orang yang ada di sana sebagai penjahat karena telah menimbun ibunya.
Ia terus menangis
Sampai sebuah tangan kokoh mengangkat tubuh mungilnya, membuat zeline seketika diam walaupun masih terdengar isak nya.
" Ibumu sudah tenang di sana nak, dia tidak akan merasakan sakit lagi" ucap pria dewasa itu yang terlihat begitu tampan dengan setelan jas mewahnya.
" Jadi berhenti menangis, jika kamu terus menangis ibumu juga akan ikut menangis melihat mu di sana" lanjutnya menenangkan
Dan entah mengapa zeline merasakan perasaan nyaman berada di dekapan pria itu.
" Hiks apa yang paman bilang itu benar "tanyanya
" Iya nak, jadi sekarang zelin jangan nangis lagi ya! Coba senyum supaya ibu juga ikut senyum" balasnya
Yang seketika di angguki oleh zelin, beberapa orang yang ada di makam itu sudah pergi satu persatu! Yang tersisa hanyalah Rosa
" Maaf anda siapa?" Rosa memberanikan diri menyela pembicaraan keduanya
Bagaimana pun yang ia tahu Celine tidak punya sanak saudara, Celine pernah bercerita padanya bahwa ia adalah seorang yatim piatu jadi tidak mungkin bila pria itu adalah anggota keluarga Celine.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
alur maju mundur
__ADS_1