Wrong Revenge

Wrong Revenge
Eps 8


__ADS_3

" mas, berhenti menekan Zelin seperti itu! Bagaimana jika nanti ia merasa tidak nyaman berada di sini dan benar-benar pergi" ucap Sintia kesal


"papa tidak seharusnya membentak Zelin, kita bisa mengajaknya bicara baik-baik" timpal Safira


" Dia tidak bisa diajak bicara baik-baik, selama ini papa terlalu membiarkannya sehingga dia menjadi anak yang keras kepala dan tidak bisa diatur" balas James.


Karena apa yang ia katakan memang benar adanya, Zelin putri bungsunya itu benar-benar sudah berubah, James sendiri pun heran dengan perubahan Zelin ia berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan putrinya itu berubah tapi sampai saat ini ia belum berhasil mendapatkannya.


" Kalian tidak perlu khawatir, biarkan zeline jadi urusan papa" ucapnya


Sintia yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah, berbeda dengan Safira wanita cantik itu mempunyai rencana lain.


" Fira berangkat dulu ma" pamitnya setelah sang ayah sudah lebih dulu pergi


" Hati-hati di jalan" balas Sintia


" Ya"


***


Zeline melempar tas ransel ke atas kasur king size miliknya secara kasar


Ia benar-benar kesal dengan sikap Sintia yang terus berusaha membelanya di depan sang ayah, akibatnya bukannya melunak ayahnya itu malah semakin marah.


Itulah mengapa zeline menganggap Sintia sebagai orang yang munafik, pura-pura baik tapi sebenarnya niatnya hanya untuk mencelakakan dirinya.pikir zeline


Hatinya sudah terlalu di butakan oleh kebencian, sehingga tidak bisa merasakan ketulusan hati ibu tirinya itu.


" Dasar rubah licik" umpatnya untuk sang ibu tiri


Saat ini ia masih menyusun langkah apa yang harus ia lakukan untuk membalas wanita kejam itu, zeline ingin pembalasannya itu akan terus di ingat oleh Sintia.

__ADS_1


Ia ingin menyerang titik lemah wanita itu.


Dendam di dalam hatinya benar-benar telah menutup mata hati zeline untuk melihat bagaimana sayangnya Sintia pada dirinya, itu semua tidak terlepas dari kematian ibunya.


Masih jelas di ingatannya, saat itu Zelin yang berusia 15 tahun mendatangi rumah lama ibunya di pinggir kota.


Jika kalian bertanya mengapa ia bisa mengingat letak rumah lamanya padahal saat itu dirinya masih kecil.


Maka jawabnya adalah karena setiap satu tahun sekali ayahnya akan mengajaknya berziarah ke makam Celine ibu kandungnya, kebetulan letak makam sang ibu berada di kawasan tempat tinggalnya dulu.


Tidak jarang ayahnya mengajak zeline mampir di rumah lamanya bersama mendiang ibunya, ayahnya hanya ingin agar Zelin bisa sedikit mengobati rindunya dengan mendatangi tempat Diaman banyak kenangan yang ia lewati bersama ibunya sebelum ajal menjemput.


Dan dugaannya itu benar, zeline yang sering murung mulai kembali ceria dan mulai bergaul dengan teman sebayanya, sehingga James memutuskan setiap ulang tahun putri bungsunya itu ia selalu mengajak sang putri ziarah ke makam Celine dan menginap di rumah lama yang dulu menjadi tempat tinggal Zelin.


James dan Sintia pun mengadakan pesta ulang tahun zeline di rumah itu, yang membuat kebahagiaan semakin menyelimuti hati zeline kecil karena bisa menghabiskan waktu di tempat dimana dulu menjadi tempat tinggalnya bersama sang ibu.


Rasa kehilangan yang masih ia rasakan lambat Laun mulai tidak ia rasakan karena kehadiran keluarga Pradipta, Sintia yang menerima dirinya dengan tangan terbuka dan juga ditambah hadirnya seorang kakak menambah kebahagiaan di hidup zeline.


Tapi itu tidak bertahan lama saat usianya menginjak 15 tahun, hari itu seperti biasa saat ulang tahunnya sang ayah akan mengajaknya berziarah kemakam bersama ibu tirinya biasanya juga bersama sang kakak tapi kali ini mereka hanya berangkat bertiga


" Apa kamu senang kita merayakan ulang tahun kamu di sini lagi" ucap James lembut


Yang di jawab anggukan bahagia dari zeline yang saat itu masih remaja


Tapi tidak lama wajah bahagia itu berganti dengan gurat sedih.


" Kenapa mukanya jadi murung gitu" tanya sintia yang menyadari perubahan mimik wajah sang putri


" Apa kamu tidak senang kita merayakan hari ulang tahun kamu di sini" lanjutnya


Yang dengan cepat di jawab gelengan kepala oleh zeline

__ADS_1


" Tidak ma, Zelin senang bisa rayain ulang tahun di sini lagi! Tapi..." Jawabannya menggantung, ragu melanjutkan atau tidak ucapannya


" Tapi apa? Nak" tanyanya lagi


" Zelin jadi teringat ka Fira " ucap gadis remaja itu menunduk


Tanpa di jelaskan lebih lanjut pun Sintia tahu bahwa putri bungsunya itu pasti merindukan kakaknya, bagaimana pun keduanya sangat dekat dan akrab.


Tapi karena cita-cita Safira, mereka harus berpisah, sebenarnya setiap ulang tahun zeline anak pertamanya itu akan menyempatkan diri untuk hadir di hari spesial sang adik tapi entah mengapa akhir-akhir ini Safira begitu sibuk! Sehingga tidak bisa datang dan ikut merayakan hari ulang tahun zeline.


" Sayang" mensejajarkan tinggai badannya dengan Zelin" zel kan tahu, kalau ka Fira pasti juga sangat rindu sama Zelin! Tapi karena ka Fira ingin cepat -cepat bisa kembali kumpul bareng kita jadi dia harus belajar sungguh-sungguh jadi ka Fira tidak bisa hadir di ulang tahun kamu kali ini" jelasnya


" Tapi mama yakin pasti ka Fira juga sedih karena tidak bisa merayakan hari spesial Zelin, jadi zel harus doain supaya ka Fira cepat selesai in pendidikannya dan kumpul bareng kita lagi" lanjutnya memberikan pengertian


Yang kemudian di angguki Zelin, gadis remaja itu paham maksud sang ibu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2