Wrong Revenge

Wrong Revenge
Eps 11


__ADS_3

Dengan langkah seribu bayangan Sera lari terbirit-birit dari tempat itu, menuju kelasnya.


Dengan nafas ngos-ngosan ia menghampiri kedua sahabat laknatnya itu, yang terlihat tertawa entah apa yang di bicarakan keduanya.


" Loh kenapa Ra" tanya Karin


Seakan tidak tahu apa yang terjadi padanya atau benar-benar tidak tahu, Sera tidak perduli.


Gadis berambut pirang itu berjalan acuh ketempat duduknya.


Menunjukkan aksi protesnya dengan diam dan mengabaikan keduanya, yang justru di sambut gelak tawa oleh Zelin dan Karin.


Ya jika ketiganya berkumpul seperti ini, mereka tidak akan pernah menahan diri jika ingin tersenyum atau tertawa bahkan menangis.


Karena mereka sudah mengetahui satu sama lain.


***


Sementara itu di tempat lain


" Sejak kapan mama datang"


Ucap pria tampan itu, ia terkejut saat masuk ke ruangannya sudah ada ibunya disana duduk dengan santai.


Dan ia yakin keberadaan sang ibu di ruangannya bukanlah hal yang baik.


" Kenapa apa kamu terkejut melihat mama ada disini! Kamu tidak suka" bukannya menjawab wanita paruh baya itu malah melemparkan pertanyaan juga padanya.


Dengan nada ketus


Menghela nafas panjang, ia harus ekstra sabar jika sudah berurusan dengan sang ibu.


" Bukan seperti itu ma, tapi tidak biasanya mama sampai datang kekantor Danil, apa ada yang mama inginkan" tanyanya lembut


Agar wanita tua itu tidak salah paham lagi.


" Itu karena kamu tidak pernah menjawab ponsel mu, jadi mama harus luangkan waktu buat lihat kamu kesini" balasnya" supaya kamu bisa ingat kalau masih punya orang tua di rumah" lanjutnya dengan nada sedih


Mulai lagi.


Memilih mengalah ia melangkah mendekati ibunya dan duduk di samping wanita paruh baya itu.


Memeluk pundaknya lembut.


" Danil tidak mungkin lupa sama mama, Danil hanya sedang sibuk dengan pekerjaan! Jadi tidak sempat menjawab telpon dari mana" jelasnya


Tidak ingin wanita yang ia sayangi itu bersedih karenanya.


" Itulah yang membuat mama juga sampai datang kesini, karena mama tahu kamu itu gila kerja! Kalau begini terus kamu kapan nikahnya" omel sang ibu


Daniel menghela nafas berat, itu lagi yang di bahas.


" Ma kita udah bahas ini sebelumnya kan" balasnya memberi pengertian


" Ia, mama tahu tapi kalau nunggu kamu yang belum siap-siap untuk nikah, kapan mama bisa gendong cucu? yang ada keburu mama meninggal" timpalnya dramatis

__ADS_1


" Hm" menghela nafas panjang" mama mau Daniel lakuin apa, supaya mama tidak sedih lagi "bujuknya


Yang seketika membuat wajah Briana ( ibu Daniel) tersenyum lebar.


Daniel yang melihat itu merasakan firasat buruk akan terjadi padanya.


" Hm, anak teman mama baru balik dari luar negeri! Mereka mengadakan syukuran dan mengundang mama" ceritanya


" Terus hubungannya teman mama sama Danil apa?"


"Tentu saja ada hubungannya, karena mama pengen kamu ikut temenin mama menghadiri acaranya nanti malam " balasnya tanpa bersalah.


" Ma, mama tahukan kalau ...."


" Kamu tidak suka keramaian " potong Briana cepat


Yang di jawab anggukan oleh Daniel


" Kamu tidak perlu khawatir karena yang di undang cuman mama, lagian mereka bukan mengadakan pesta besar ini hanya syukuran aja! Paling cuman keluarga aja yg di undang " jelasnya


" Tetap aja ma Daniel....."


" Mama tidak mau mendengar penolakan apapun, pokonya malam ini kamu harus ikut titik" potongnya cepat" jika kamu tidak mau itu berarti kamu sudah tidak menyayangi mam..."


" Baiklah Daniel akan ikut" putusnya


Malas mendengar drama panjang lebar wanita paruh baya itu.


Briana tersenyum bahagia, memeluk erat sang putra tercinta.


Yang pastinya tanpa pengetahuan Daniel, begitu juga dengan putri sahabatnya.


***


" Ada apa kamu mencari ku" ucapnya to do point


Wanita cantik di depannya hanya tersenyum kecil


" Apakah harus ada alasan untuk bertemu dengan adik sendiri" balasnya


" Tidak usah berbelit-belit, katakan saja tujuanmu datang kemari" timpalnya


Masih dengan nada dingin, tidak menunjukkan ketertarikan untuk memperpanjang obrolan mereka.


" Hm! Apa kamu tidak senang kakak kembali" melemparkan pertanyaan yang sudah pasti ia tahu jawabannya akan menyakiti


Zeline tertawa kecil mendengar pertanyaan Safira


Ya saat jam kuliah pertama usai, Safira datang ke kampusnya dan mengajak dirinya makan siang bersama! Zeline ingin menolak tapi kakaknya itu malah mengancam akan membuat keributan di kampusnya jika ia menolak ikut! Alhasil ia terpaksa ikut bersama sang kakak untuk makan siang.


Tidak jauh, di cafe sebrang dekat kampus! Karena Zelin masih punya mata kuliah yang harus di hadiri.


" Untuk apa bertanya padaku, kamu pergi atau kembali tidak ada hubungannya dengan ku! Bukannya kamu dari dulu tidak pernah meminta pendapat ataupun memikirkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang ingin kamu lakukan " balasnya menohok


Sedikit sakit hati mendengar kalimat itu meluncur halus keluar dari mulut Zeline, Safira tidak menyangka bahwa zeline adik kecilnya telah banyak berubah.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi, Safira yakin pasti hal itulah yang menjadi penyebab sang adik berubah sampai sejauh ini bukan hanya perilaku tapi juga sifatnya.


" Kamu sudah berubah zel, kakak sungguh tidak mengenal kamu yang sekarang? Kakak benar-benar tidak percaya kalau..." Tidak dapat melanjutkan kalimatnya


Safira benar-benar terluka melihat perubahan besar pada diri zeline, walaupun mbok ina sudah menjelaskan semuanya tapi tetap saja mendapati langsung kenyataan itu dari Zelin mampu membuat Safira sedih.


" Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, setiap orang pasti berubah bukan hanya aku tapi juga kamu" balasnya" tidak perlu repot-repot menemui ku lagi! Karena hal itu tidak akan mengubah apapun " lanjutnya tajam


Meninggalkan Safira yang sudah menangis tergugu di meja cafe, beruntung meja yang mereka pilih berada di pojok sehingga tidak akan ada orang yang melihat dirinya menangis.


Sedih bukan hanya di rasakan Safira


Karena zeline turut merasakannya, keadaan lah yang memaksanya berprilaku dan bersikap kejam seperti ini! Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia juga lelah.


Ingin menyudahi semua ini, tapi jika teringat wajah sakit ibunya kebencian itu kembali, menjadi dendam yang harus ia balaskan agar ibunya bisa tenang.


Walaupun sebenarnya zeline berat untuk melakukannya karena orang yang menjadi penyebab sang ibu tiada adalah orang yang sebelumnya dekat dengan dirinya, berperang penting dalam merawatnya dan Zelin juga sangat menyayanginya.


Tapi karena kenyataan itu ia harus menjaga jarak agar tidak terlalu terluka jika nanti harus membalas dendamnya, karena jujur menyakiti orang tersebut sama saja ia juga menyakiti dirinya.


Bolehkah ia mengutuk takdir yang serasa mempermainkan dirinya, tapi apalah daya bagaimana pun dirinya mengutuk takdir, hal itu tidak akan merubah apapun dalam hidupnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2