
Di halaman rumah lamanya sudah di hiasi dengan dekorasi bermotif pink untuk tempat berlangsungnya acara ulang tahun dirinya.
Sudah banyak orang yang berdatangan,mulai dari rekan bisnis ayahnya, teman sosialita ibunya dan teman sekolahnya juga para tetangganya dulu saat masih tinggal di tempat itu.
Acara ulang tahunnya di gelar begitu meriah, tawa terdengar begitu jelas mewarnai pesta ulang tahun zeline.
Hingga tiba saat acara potong kue, ia memberikan suapan pertama pada sang ayah lalu ibunya.
Setelah acara potong kue semua orang di persilahkan menikmati makanan dan kue yang sudah di sediakan di meja perjamuan.
Zelin juga ikut bergabung dengan teman-temannya yang lain, bercanda gurau dan tertawa bersama.
Tapi hal itu tidak bertahan lama saat seorang wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang sudah tidak lagi mudah mendekatinya.
" Bisa kita bicara sebentar" ucap wanita paruh baya itu
.
Zeline yang melihat wanita itu mengajaknya bicara pun mengangguk kepala, menyetujuinya.
Mereka berbicara di sudut ruangan yang tidak akan ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.
" Apa kamu tidak ingat dengan Tante" ucap wanita paruh baya itu
Zeline mengerutkan alisnya, mencoba mengingat apakah ia pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya! dan setelah beberapa menit terdiam akhirnya zeline membuka suaranya.
" Tante Rosa" ucapnya ragu
Yang mendapatkan sambutan senyum tipis dari wanita itu.
Yang mengisyaratkan bahwa tebakan zeline benar.
Gadis remaja itu pun menghamburkan diri memeluk wanita paruh baya yang dulu mendekapnya saat kematian sang ibu, sungguh tidak ada kado ulang tahun yang spesial bagi zeline selain kehadiran orang yang pernah ada di masa lalu sang ibu.
Apa lagi orang itu adalah sahabat baik ibunya, dengan kehadiran Risa membuat Zelin merasakan kehadiran Celine ibunya.
" Tante pikir kamu sudah lupa sama Tante, setelah lama tidak bertemu" balas Rosa
Mengusap lembut rambut panjang zeline.
" Zeline tidak mungkin lupa sama Tante! Tante selama ini kemana kenapa tidak pernah nemuin Zelin lagi" tanyanya setelah melepaskan pelukannya
Rosa wanita paruh baya itu menjelaskan bahwa selama ini ia sudah tidak tinggal di tempat ini lagi, setelah menikah dengan suaminya yang berasal dari kota, sehingga saat zeline datang ia tidak dapat menemuinya karena Rosa yang juga memiliki kesibukan lain yaitu mengurus keluarga barunya.
__ADS_1
Tapi hari ini wanita itu datang karena memang ada sesuatu penting yang harus ia berikan pada zeline yang di titipkan oleh almarhum Celine padanya dan Rosa rasa usia zeline sekarang sudah cukup.
Jadi ia memutuskan memberikan benda itu sebagai hadiah ulang tahun zeline, Rosa yakin pasti zeline akan bahagia menerimanya saat tahu kalau itu dari ibunya.
Rosa berpikir barang yang di titipkan Celine mungkin berupa hadiah terakhir darinya sebelum mati untuk zeline karena sahabatnya itu mengatakan ia harus memberikan pada zeline saat putrinya itu sudah dewasa.
Tanpa ia tahu bingkisan yang di titipkan padanya adalah awal dari perubahan besar dalam hidup gadis cantik itu, keceriaan yang selalu terpatri di wajahnya berubah menjadi dingin, sikapnya yang lemah lembut berubah menjadi kasar dan pembangkang.
" Ini barang yang di tinggalkan ibumu, Tante pikir sudah saatnya kamu menyimpannya sendiri! mungkin isi didalamnya berisi sesuatu yang penting yang beliau tinggalkan untuk mu" jelasnya" dan hari ini Tante bawakan sebagai hadiah ulang tahun mu" lanjutnya
Sambil memberikan bingkisan yang sudah di lapisi dengan bungkusan kado.
Senyum bahagia tidak dapat di sembunyikan dari wajah gadis remaja itu, ia sudah tidak sabar melihat apa isi didalamnya.
" Terimakasih Tante" ucapnya tulus
Memeluk erat Kado yang di berikan Rosa padanya.
***
Saat ini zeline sudah berada di kamarnya, acara ulang tahunnya berjalan dengan lancar dan semua tamu sudah kembali kerumahnya masing -masing! Ia sendiri sudah berada di kamarnya setelah pamit pada kedua orangtuanya tadi.
Mengatakan dirinya lelah dan butuh istirahat, padahal ia sudah tidak sabar mengetahui kado apa yang telah di sediakan ibunya! Zeline tidak memberi tahu kepada ayah dan ibu tirinya akan hal tersebut.
" Ok sekarang aku mau buka kado dari ibu dulu" ucapnya pada diri sendiri di depan tumpukan kado.
Ya setiap hari ulang tahunnya ia akan mendapatkan begitu banyak kado sehingga zeline pusing untuk memilih kado yang mana yang harus pertama kali ia buka, tapi hari ini ia tidak pusing karena sedari awal sudah memilih kado yang akan pertama kali ia buka.
Perlahan zeline merobek bungkusan yang melapisinya dan membuka kardus yang menjadi kotak dari hadiah ibunya.
kening zeline mengerut bingung saat mendapati sebuah ponsel yang tidak asing baginya, ya ponsel itu adalah milik ibunya di samping ponsel itu terdapat kalung dengan liontin hati yang begitu cantik.
Zeline pun mengambil kalung dan ponsel itu menggenggam di kedua tangannya.
Jika kalung ia tidak akan heran, karena zeline paham mungkin itu adalah hadiah yang ditinggalkan sang ibu untuknya tapi kenapa ada ponsel milik ibunya juga bersama dengan kalung itu.
Ia mulai ragu
Benarkah bingkisan ini hadiah ulang tahun untuk dirinya dari sang ibu, ataukah ada hal lain yang sebenarnya ingin di beritahukan oleh ibunya melalui barang -barang tersebut.
Karena sudah tidak dapat menahan rasa penasaran dan memikirkan yang tidak-tidak zeline bergegas menyalakan ponsel itu.
Tapi ternyata ponsel ibunya terkunci, ia mencoba menerka kira-kira apa sandinya hingga satu hal terlintas di pikirannya.
__ADS_1
Dengan ragu zeline memasukkan tanggal lahirnya, dan klik ponsel terbuka.
Jantung zeline berpacu dengan kencang, ia tidak tahu apakah sesuatu yang ia cari ada di dalam ponsel itu atau tidak.
Pertama ia memasuki kontak ponsel ibunya semuanya terlihat biasa saja tidak ada yang mencurigakan, ia pun masuk ke aplikasi WhatsApp menscrol chat ibunya dari teman-temannya! Percakapan mereka juga tidak ada yang aneh Samapi satu chat tanpa nama ia dapati.
Ragu untuk membukanya tapi karena sudah sejauh ini zeline tidak akan berhenti.
Deg
Jantungnya serasa copot saat itu juga melihat pesan dan gambar yang di kirimkan oleh kontak itu kepada ibunya.
Pesan berupa ancaman beserta foto tempat tinggal dan juga keseharian zeline dan sang ibu semua dikirimkan oleh akun tanpa nama itu.
Apa karena ini sang ibu memilih bunuh diri, tidak zeline yakin ibunya tidak akan berpikir sempit seperti itu. Ia yakin
Sebenarnya Sampai saat ini Zelin berusaha mencari tahu penyebab sang ibu bunuh diri ia yakin semua yang terjadi padanya dan sang ibu ada yang tidak beres dan Zelin akan mencari tahu kejanggalan itu.
Dan hari ini satu petunjuk telah ia dapatkan menguatkan dugaan zeline bahwa kematian ibunya pasti ada sesuatu yang terjadi banyak rahasia yang tersembunyi di baliknya dan ia akan membongkar semua rahasia itu.
Memberikan keadilan atas apa yang menimpa ibunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1