Wrong Revenge

Wrong Revenge
Eps 12


__ADS_3

" kamu sudah kembali sayang" ucap Sintia menyambut sang putri pertama


" Ia ma" balasnya seceria mungkin


Agar ibunya tidak curiga kalau dirinya habis menangis.


" Fira langsung kekamar ya ma" ucapnya setelah menyalami sang ibu


Dan pergi begitu saja tanpa menunggu balasan ibunya dengan berlari kecil menaiki tangga satu persatu menuju kamarnya.


" Jangan berlari seperti itu Fira, kamu bisa jatuh" peringatannya


Sintia sebenarnya sedikit merasa gelagat aneh dari putrinya, suaranya yang serat seperti habis menangis! Tapi belum dirinya bertanya Safira sudah menghindarinya, ia pun mengenyahkan pikiran itu mungkin Safira memang lelah dan butuh istirahat sehingga ingin cepat-cepat masuk kamarnya.


Kemudian melanjutkan kegiatannya memberi arahan pada para pelayan untuk menyiapkan semuanya karena malam ini ia akan kedatangan tamu istimewa.


" Huf" menghela nafas lega


Setelah berhasil kabur dari berbagai pertanyaan yang mungkin akan di lontarkan sang ibu jika melihat matanya yang masih bengkak akibat menangis terlalu lama, ia membaringkan tubuhnya di kasur tanpa melepaskan sepatunya.


Memijit pelipisnya yang terasa berat memikirkan sang adik, Safira tidak akan marah hanya karena perkataan kasar yang zeline lontarkan ia akan terus berusaha untuk mengajak sang adik berbicara ia yakin lambat Laun zeline pasti akan kembali seperti dulu dan mungkin juga sang adik akan menceritakan masalah yang membuatnya menjadi seperti ini.


Ini hanya masalah waktu, dan Safira akan bersabar menghadapi sikap zeline yang sekarang.


***


" Loh langsung balik zel" tanya Karin


Saat ini ketiganya berada di parkiran kampus.


" Ya" singkatnya


" Tidak ingin jalan-jalan dulu, refrensi kita butuh itu zel jangan hanya di rumah terus yang ada lama-lama bisa stres" timpal Sera panjang lebar


" Lain kali deh Ra, gue lagi malas" sahutnya


Kemudian masuk kedalam mobil sport miliknya, dan berlalu keluar dari kampus tidak lupa berpamitan pada kedua sahabatnya.


Yang kemudian di angguki pasrah oleh Sera.


" Kalau loh gimana Rin?" Tanyanya kemudian kepada Karin


Saat hanya ada mereka berdua saja.


" Gue juga langsung balik Ra, udah di tungguin nyokap" jawabannya


" Ya, loh pada nggak asik " balasnya kesal.


Karena itu berarti ia juga harus pulang kerumah, tidak mungkin kan ia jalan-jalan sendiri tidak asik sama sekali.


Dengan kesal wanita cantik itu masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya keluar dari pekarangan kampus.


Berbeda dengan kedua temannya yang jika pulang ada keluarga yang menunggunya dan menyambutnya, maka Sera kebalikannya tidak ada siapapun yang menunggu dan menyambutnya saat pulang, yang ada hanya kesepian yang ia rasakan jika berada dirumahnya.


Karena dirinya adalah korban dari keegoisan kedua orangtuanya, dimana mereka memutuskan bercerai saat Sera masih berusia 10 tahun dan mereka sibuk dengan urusan masing-masing!


Sampai Sera tumbuh dewasa pun tanpa didampingi oleh orang tuanya, ia di asuh oleh seorang pengasuh yang dibayar oleh orang tuanya.


Secara materi kedua orangtuanya memang selalu memenuhi kebutuhan Sera, tapi satu yang tidak pernah mereka berikan pada Sera yaitu kasih sayang.

__ADS_1


Mereka terlalu sibuk untuk sekedar meluangkan waktu walau sebentar untuk putri mereka.


Itulah mengapa Sera lebih suka keluyuran di luar daripada pulang kerumah.


Karena ia tidak suka kesunyian, rasanya sangat tidak nyaman baginya.


***


Tiba di rumahnya zeline segera keluar dari mobil dan melemparkan kunci mobilnya pada mang Udin, untuk di pindahkan ke garasi mobil.


Ia berjalan masuk kedalam rumah.


Keadaan rumah terlihat berbeda tidak seperti biasanya, dapat zeline lihat bagaimana sibuknya para pelayan berlalu lalang kesana kemari entah apa yang mereka lakukan.


Zeline tidak perduli ia kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang berada di lantai atas, beruntung kali ini ia tidak berpapasan dengan Sintia kalau tidak bisa-bisa moodnya jadi hancur.


Entah apa yang di lakukan wanita paruh baya itu, biasanya ia akan selalu berada di ruang keluarga sambil membaca koran dan menunggunya pulang.


Tidak bisa di pungkiri ada sedikit rasa kosong yang mengganjal saat tidak melihat wajah ibu tirinya itu, yang biasanya menyambutnya saat pulang walaupun selalu ia balas dengan kasar.


"Ah bodoh amatlah, lebih bagus lagi kalau dia nggak muncul di depan gue lagi" gumamnya pada diri sendiri


Mengenyahkan pikiran tentang sesuatu yang bisa membuatnya bad mood lagi.


Zeline lebih memilih masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri, karena merasa gerah beraktivitas seharian.


***


Tok tok tok


" Siapa" tanyanya


" Ini bibi non" sahut orang di balik pintu itu.


Zeline yang hafal betul suara itu pun bergegas membuka pintu.


" Ada apa bi? " Tanyanya


" Itu non, bibi di suruh nyonya buat kasih tahu non Zelin untuk siap-siap katanya nanti akan ada tamu ibu yang datang" jelas mbok Inah


Zeline yang paham pun mengangguk kepala.


Hal itu sudah biasa baginya, saat ada rekan bisnis atau teman orangtuanya datang mereka akan menyambutnya, tanpa terkecuali! Dan zeline juga tidak masalah akan hal itu.


Lagian ia tidak ingin orang lain tahu masalah keluarganya, jadi setiap ada acara makan malam yang di buat ibu tirinya ia juga pasti hadir! Tidak lama hanya ikut makan malam dan jika ia tidak betah maka Zelin akan beralasan tidak enak badan lalu kabur kekamar nya.


" Jam berapa tamunya datang Bi" tanyanya


" Jam 06:30 malam non" jawabnya


Masih ada 30 menit untuk dirinya bersiap dan itu sudah cukup bagi zeline.


" zel akan turun sebentar lagi"ucapnya memberitahu


Mbok Inah pun mengguk paham, wanita tua itu kemudian berlalu dari sana menuju lantai bawah untuk melaporkan pada Sintia, bahwa ia sudah memberitahu zeline.


***


Waktu makan malam pun tiba

__ADS_1


Di lantai bawah terdengar suara orang tertawa dan mengobrol, sepertinya tamu orang tuanya sudah datang.


Dengan segera Zelin keluar dari kamarnya, dengan menggunakan dress sebatas paha berwarna putih dengan pernak pernik yang indah menambah kesan cantik dan dewasa pada dirinya! Di tambah dengan make-up tipis yang sudah menghiasi wajahnya.


Berjalan menuruni tangga satu persatu, dapat ia lihat ada sekitar empat orang yang berdiri di pintu masuk rumahnya! sepertinya mereka baru saja sampai.


" Sini nak" panggil Sintia


Saat melihatnya, dengan malas zeline melangkah mendekati mereka semua! Di sana sudah ada kakak dan juga ayahnya yang berdiri persisi di samping sang ibu.


" Sintia apa dia putri keduamu" tanya wanita paruh baya yang ada di samping ibunya


" Ia, namanya zeline " jawabnya dengan senyum yang terus tersungging


Memperkenalkan Putri bungsunya, pada sahabatnya dan memperkenalkan Sahabatnya itu kepada zeline.


" Kamu sangat beruntun Tia, punya dua putri yang sangat cantik" pujinya


" Ya kamu benar" balasnya " tapi kamu lebih beruntung karena memiliki keduanya ada putra yang tampan dan putri yang cantik" lanjutnya


Yang kemudian di sambut tawa oleh mereka semua kecuali zeline dan pemuda tampan yang ada di sebelah teman ibunya.


" Oh hampir aja kelupaan, kenalin ini putra Tante namanya Daniel dan putri Tante namanya Bunga" ucapnya memperkenalkan putra-putrinya.


Yang kemudian di jawab senyum tipis oleh zeline dengan menyalami kedua anak teman ibunya


Pertama ia menyalami Gadis remaja bernama Bunga lalu pria dewasa yang ada di samping gadis remaja itu.


" Zeline" ucapnya memperkenalkan diri


" Daniel" Balas pria


Setelah perkenalan singkat itu mereka kemudian menuju meja makan, dan memulai makan malam dengan di selingi canda tawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2