
" ya ampun, Zelin"
Karin begitu terkejut melihat pemandangan di depannya, ia yang baru saja kembali dengan menggandeng tangan Sera di ikuti kristal syok melihat keberadaan Zelin.
"Apa yang loh lakuin" kesalnya
Zelin yang tangannya ditarik berusaha memberontak ia masih ingin duduk di sana, rasanya nyama dan ia menyukainya.
" Lepas Rin, gue mau duduk di sana" ucapnya melantur
" Maaf, sekali lagi saya minta maaf atas perbuatan teman saya! Saya akan Menganti kerugian yang anda alami" ucapnya mengabaikan rengekan Zelin.
Ia lebih memilih meminta maaf pada pria dewasa di depannyanitu, bagaimana tidak Zelin malah duduk di pangkuan pria tampan itu.
Dasar orang mabuk memang selalu tahu cari yang bening-bening.
Tidak masalah jika Zelin hanya bersandar di dada bidangnya, tapi ini wanita bodoh itu malah muntah di jas pria tampan itu, Karin bisa melihat bagaimana rahan pria itu mengeras membuat siapapun yang berada di dekatnya bisa merinding
Karin dengan segera mengeluarkan sapu tangan dan ingin membersihkan jas pria itu tapi sebelum tangannya sampai pria itu lebih dulu menahannya.
" saya bisa membersihkannya sendiri! Lain kali perhatikan teman kamu jika tidak pandai minum tidak usah datang ketempat seperti ini menggangu orang saja" ucap pria itu dingin dan bangkit dari sana
Karin hanya bisa merinding begitu pun dengan Sera dan kristal yang ada di sana.
" Zeline telah membuat kesalahan yang besar" ucap kristal tiba-tiba mengagetkan Karin dan Sera.
" Apa maksud loh" balas Karin
" Pria itu, tidak ada yang berani mengusiknya jika sampai ada maka orang itu tidak akan beruntung lagi semala hidupnya" timpalnya " pernah sekali seorang wanita cantik di club' ini berusaha mendekatinya dan apa kalian tahu apa yang terjadi setelahnya" lanjut kristal di barengi pertanyaan
Karin dan Sera menggeleng kepala
Jangan tanya soal Zelin wanita itu sudah tidur nyenyak di salah satu sofa di ruangan Kristal.
Ya mereka bertiga ada di tempat itu karena kristal melarang mereka pergi setelah apa yang terjadi di lantai bawah tadi.
" Wanita itu ditemukan tewas di dekat jalan pulang dari club'" jelasnya
Seketika membuat buluh kuduk Karin dan sera berdiri.
" Jangan bilang kejadian satu bulan yang lalu di mana club' loh di datangi polisi karena peristiwa itu"tebak Sera
" Yap, dan kalian tahu alasan meninggalnya wanita itu kata polisi karena kecelakaan tunggal akibat mabuk berat! Padahal jelas gue lihat tuh cewek pergi dari sini dalam keadaan sadar jadi tidak mungkin benar jika itu murni kecelakaan, gue tahu ada yang tidak beres dari kejadian itu! Tapi gue lebih milih nutup mulut lagian bukan urusan gue juga " ucapnya panjang lebar
Karin dan Sera jadi di Landa panik bagaimana dengan Zelin.
__ADS_1
" Loh becanda kan Kris, mungkin saja cewek itu memang sedang mabuk" ucap Karin mencoba menyangkal apa yang ia dengar
" Gue nggak bercanda Rin, mana ada orang kecelakaan padahal jelas di bagian leher wanita itu memar seperti bekas cekikan " timpalnya
" Terus loh curiga kalau pria itu yang bunuh dia" Sera ikut nimbrung
" Siapa lagi coba kalau bukan dia " Kris menjawab dengan cepat
" Kenapa loh bisa seyakin itu Kris" sahut Karin
" Karena dia bukan orang biasa, pria itu adalah pengusaha yang di takuti dikalangan pebisnis, terkenal kejam ia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya dan menyingkirkan semua orang yang menjadi penghalang dari jalannya" ucapnya serius
Menambah rasa tidak percaya dan was-was di hati Karin dan Sera.
" Loh kayaknya kenal banget sama pria itu ya Kris" balas Sera.
" Tentu saja, siapa yang tidak mengenal keluarga Anderson konglomerat kaya raya terkenal seantero dunia!pria itu adalah pewarisnya " sahutnya" Daniel Radcliffe Anderson " lanjutnya
Seketika membuat kedua bola mata Karin dan Sera membulat, keduanya tentu tahu siapa keluarga kaya raya yang tadi di sebutkan oleh Kris! Siapapun orang tidak akan pernah berani mengusik keluarga konglomerat itu karena mereka masih saya dengan nyawanya.
Kali ini zeline benar-benar berada dalam masalah besar, apa yang harus mereka lakukan.
" Zeline sungguh loh sial kali ini" ucap serempak Karin dan Sera.
" Semoga saja " ucap Karin dan Sera.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 3 subuh, ketiganya menginap di club' itu , diruangan pribadi Kris jangan cari pria berambut pirang itu karena sudah pasti Sera mengusirnya alhasil pria malang itu tidur di kamar lain yang ada di clubnya.
" Dasar sepupu laknat" umpatnya kesal.
Niat hati hanya ingin memberitahu mereka agar berhati-hati jangan sampai kembali bertemu atau menganggu Daniel Radcliffe Anderson, tapi justru dirinya malah di tendang keluar dari kamarnya sendiri.
Kris memang mempunyai kamar tersendiri di club' miliknya itu, ia kadang bermalam di tempat itu jika tidak sempat kembali kerumah karena sibuk mengatur pekerjaannya.
***
" Loh tidak apa-apa, mau gue bantu" tawarnya di selingi cengiran
" Tidak perlu, lebih baik loh minggat sebelum gue kasih Bogeman gratis " kesalnya
Membersihkan jas miliknya itu
" Hahaha" tawa pria bermata biru itu meledak seketika
Baru kali ini ia mendapati ekspresi lain di wajah sahabatnya, karena ulah seorang wanita dan kabar baiknya lagi temannya itu tidak membuat perhitungan pada wanita cantik yang telah menganggu mereka tadi.
__ADS_1
" Jika gue pikir-pikir cewek tadi lumayan loh, bukan lumayan tapi sempurna" ucapannya
Daniel tidak mengindahkan ucapan temannya itu, ia masih berusaha membersihkan jas miliknya.
Sebenarnya ia bisa saja membuang jas itu karena ia masih memiliki banyak jas, selain itu ia juga bisa membeli yang baru tapi masalahnya jas itu adalah pemberian dari orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Bisa dikatakan jas mewah itu adalah jas kesayangan miliknya.
Dan karena itu, ia tidak berpikiran untuk membuat perhitungan dengan wanita yang tadi memuntahi dirinya karena buru-buru ingin membersihkan noda di jasnya.
Lagian wanita itu mabuk, baginya tidak akan ada gunanya mengajak bicara orang yang tidak sadar akan apa yang telah ia lakukan buang-buang waktu saja.pikirnya
Dirinya yang masih fokus membersihkan jas miliknya di buat pusing oleh celotehan Kevin yang tidak ada habisnya.
" Loh bisa diam nggak, dari tadi loh berisik bikin kepala gue pusing " sarkasnya
Kevin mengangkat dua jarinya membentuk huruf V, pertanda maaf.
Jangan sampai singa jantan itu mengamuk karena dirinya, ia pun memutuskan menunggu Daniel di luar toilet.
Dimana ada dua temannya menunggu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1