Wrong Revenge

Wrong Revenge
Eps 16


__ADS_3

Rumah sakit


" Dok bagaimana keadaan teman kami"


Sera langsung memberondong pertanyaan pada dokter yang menangani zeline.


Saat ini mereka sudah ada di rumah sakit tempat zeline di rawat, setelah berhasil menguasai diri ia dan Karin segera menyusul sang sahabat ketempat ini.


" Keluarga pasien" bukan menjawab


Dokter itu malah memberikan pertanyaan lain


" Kami belum menghubungi keluarganya dok" jawab Karin


Memang mereka belum menghubungi keluarga zeline karena terlalu cemas dengan keadaan Sahabatnya itu sehingga mereka tidak berpikir kesana.


Walaupun ia sudah tahu pasti jawabannya, tidak mungkin dokter itu mencari keluarga Zelin jika keadaan wanita itu baik-baik saja.


" Pasien kehilangan banyak darah, karena itu kami butuh Kanton darah untuk di transfusi kan pada pasien, tapi golongan darahnya sangat langka" jelasnya" dirumah sakit ini juga golongan darah A resus negatif sudah habis, kami sudah menghubungi rumah sakit lain tapi jawaban mereka juga sama golongan darah itu langkah, itulah mengapa saya menanyakan keluarga pasien siapa tahu ada diantara mereka yang memiliki golongan darah sama seperti pasien" lanjutnya


" Kami butuh dua Kanton darah untuk di transfusi kan ke tubuh pasien segera, karena keadaan pasien saat ini sedang kritis! Jika kita telat melakukan transfusi darah akibatnya akan sangat fatal" ucap dokter wanita itu lagi.


Karin dan Sera yang mendengar itu seketika tubuhnya lemas, Meraka tahu golongan darah zeline memang sangat langka dan mereka juga ragu jika keluarganya yang sekarang memiliki golongan darah yang Sama dengan sang sahabat.


Mengingat zeline pernah bercerita pada mereka jika ia memiliki golongan darah yang sama dengan ibunya, tapi tidak dengan ayahnya.


" Saya akan segera menghubungi keluarganya, saya mohon dok lakukan apapun agar teman kami baik-baik saja" pintanya


" Anda tenang saja, itu sudah menjadi tugas kami! Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien" balasnya dan kembali masuk keruangy di mana zeline berada


Karin menghubungi keluarga zeline menggunakan ponsel wanita itu yang ia dapatkan dari orang yang menolong zeline.


***


" Zeline"


Sintia berjalan cepat menuju ruangan dimana putrinya di rawat, di ikuti Safira dan juga Jason.


Ketiganya bergegas menuju rumah sakit saat mendapatkan kabar dari orang yang menelpon mereka menggunakan ponsel sang anak.


Sera dan Karin yang melihat kedatangan keluarga zeline seketika bangkit dari duduknya, mereka menunduk kepala tidak berani menatap keluarga zeline! Mereka merasa semua ini salah mereka jika saja mereka tidak mengajak Zelin keluar hari ini.

__ADS_1


Maka saat ini sahabat mereka itu tidak akan berakhir di tempat ini.


" Ma tenang, zeline pasti baik-baik saja" Safira berusaha menenangkan Sintia yang terus menangis


Jason pria itu hanya terlihat diam saja, menatap kearah pintu di mana ada putrinya di dalam entah apa yang sedang ada di pikirannya.


Meraka bertiga belum menyadari keberadaan Sera dan karin yang juga ada di depan ruangan zelin.


" Keluarga pasien" seorang perawat mendekati mereka


" Saya sus bagaimana keadaan putriku" Sintia dengan segera maju kehadapan perawat itu


Perawat tersebut kemudian menjelaskan tentang kondisi zeline , seperti apa yang tadi di sampaikan dokter wanita yang menangani zeline pada Sera dan Karin


" A resus negatif"Safira membeku saat mendengar golongan darah sang adik


" Apa di rumah sakit ini tidak ada stok darah A resus negatif" Jason angkat suara.


Seketika dirinya khawatir, bagaimana pun ia tahu jika golongan darah itu sangat sulit dan langka untuk di temukan! Dan yang Jason tahu zeline memiliki golongan darah yang sama dengan ibunya.


" Tidak ada pak" jawab perawat itu


Sintia kembali menangis sesenggukan memeluk suaminya, apa yang harus mereka lakukan seandainya golongan darahnya sama dengan sang putri tanpa ragu Sintia akan mendonorkan darahnya tapi kenyataannya tidak golongan darah Meraka berbeda.


" Tenang lah, mas akan menghubungi teman-teman mas siapa tahu diantara mereka ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Zelin" ucap Jason


Kemudian pria paruh baya itu menghubungi para temannya.


Sera dan Karin juga melakukan hal yang sama, mengirim chat ke group campus berharap ada teman mereka yang memiliki golongan darah yang sama dengan zeline.


Tapi nihil, sampai beberapa menit berlalu jawaban semua orang yang mereka hubungi tidak memiliki darah yang sama, golongan darah zeline ternyata benar-benar langkah.


Dokter yang juga menangani Zelin sudah keluar beberapa kali menanyakan apakah sudah ada pendonor darah, tapi keluarga nya menjawab belum.


Meraka masih terus berusaha, di tengah kesibukan Meraka semua untuk mencari pendonor darah yang cocok seorang suster berjalan menuju kearah mereka dengan mendorong troli berisi dua kantong plastik darah.


" Sus, kantong darah itu apakah untuk putri saya" tanya Sintia tidak sabar, kebetulan di unit itu hanya ada ruangan zeline di rawat


Tanpa perlu bertanya Meraka yakin kantong darah yang dibawah suster itu pasti untuk zeline , tidak ingi menerka terlalu lama Sintia pun bertanya saat suster itu sudah berdiri di hadapannya.


" Ya nyonya" jawabnya

__ADS_1


" Tapi, tadi anda mengatakan golongan darah yang sama dengan putri saya sedang kosong dan darah itu terbilang langkah! Lantas dari mana anda mendapatkan Kantong darah ini" balasnya memberondong pertanyaan pada suster itu.


" Benar golongan darah putri nyonya sangat langkah, beruntung ada orang baik yang bersedia mendonorkan darah untuk putri anda nyonya" jawab suster itu menjelaskan


" Siapa orang itu sus, saya ingin berterimakasih padanya" ucap Sintia


Tidak sabar, bagaimana pun jika bukan karena orang tersebut mungkin ia akan kehilangan putrinya itu.


" Maafkan saya nyonya tapi beliau tidak ingin identitasnya di ketahui oleh siapapun, sehingga saya tidak bisa memberitahu siapa orangnya " ucap suster itu tidak enak


Bagaimana pun dirumah sakit ini, informasi tentang seseorang sangat penting dan harus di rahasiakan, kecuali orang itu tidak masalah jika identitasnya di ketahui orang lain.


Dan kasus zeline ini adalah orang yang mendonorkan darahnya tidak ingin identitasnya di bongkar.


Semua orang yang ada di tempat itu seketika terdiam saat mendengar ucapan suster di depan mereka, benarkah masih ada orang baik seperti itu yang memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan.


Tapi apapun alasannya, mereka mengucapkan banyak terima kasih pada orang itu, karenanya zeline dapat di tangani secepatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2