Wrong Revenge

Wrong Revenge
Eps 13


__ADS_3

Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sekalian mengobrol karena sudah lama tidak bertemu hingga tiba pada pembicaraan inti dan tujuan dari pertemuan dua keluarga itu.


Yaitu tentang penjodohan yang di lakukan oleh orang tua mereka.


Terkejut tentu saja


Daniel pria itu merasa telah di jebak oleh ibunya sendiri.


Sedangkan Safira wanita cantik berusia 23 tahun itu tidak tahu harus berekspresi apa.


Bukan Geer tapi ia yakin sebagai anak pertama pasti dirinya lah yang akan pertama menikah dan tidak menutup kemungkinan perjodohan yang di atur orang tuanya adalah untuk dirinya.


Sementara Zeline wanita itu hanya diam mendengarkan, tanpa ekspresi tidak tertarik sama sekali dengan pembahasan yang semua orang bicarakan.


Menurutnya hal itu tidak ada hubungannya dengan dirinya sehingga zeline hanya duduk dengan santai.


Tapi dugaannya itu salah saat mendengar ucapan selanjutnya dari sang ibu.


" karena Tante punya dua putri, jadi Tante ingin nak Daniel memilih salah satu di antara mereka" ucap nyonya Sintia yang seketika membuat mata zeline membelalak.


Apa-apa wanita itu, bukankah itu sama saja ia juga masuk dalam pembicaraan ini mana segala di pilih di kira zeline barang kali.


Begitupun dengan Safira, wanita cantik itu tidak menyangka jika dugaannya salah besar! Dia yang berpikir kedua orangtuanya egois karena memutuskan sesuatu tanpa memikirkan pendapatnya ternyata tidak benar.


Buktinya sang adik juga ternyata ikut serta dalam rencana kedua orang tua mereka.


Daniel pria itu menatap tajam ke arah ibunya yang justru pura-pura tidak mengetahui maksud tatapannya yang menolak rencana gila ini.


" Bagaimana kalau anak pertama mu saja " ucap Briana ibu Daniel


Memilih Safira yang memang seumuran dengan Daniel dan juga mereka sama-sama anak tertua jadi ia berpikir pasti keduanya cocok.


Zeline yang mendengar itu akhirnya bisa bernafas lega


" Kalian tidak usah tegang seperti itu, seperti mau di kawinkan sekarang saja"


gurau Briana saat menyaksikan wajah tegang terlihat jelas di wajah Safira sedangkan putranya jangan di tanya lagi bukan tegang tapi lebih ke manahan amarahnya.


" Ma Fira tidak bis...."


" Kamu tidak usah buru-buru memberi keputusan nak, kami juga tidak memaksa kalian untuk menikah hari ini! Kalian bisa mulai melakukan pendekatan dulu jika pun memang tidak cocok maka kalian bisa menolaknya kami tidak akan menghalanginya tapi jika kalian memberikan keputusan sekarang bukankah itu terlalu cepat" potong Jason ayahnya disertai nasehat


Yang di setuju orang tua Daniel

__ADS_1


Safira hanya bisa mengangguk pasrah.


Sementara Daniel pria itu lebih banyak diam dengan wajah dinginnya.


Entah apa yang di pikiran pria itu saat ini, mulai dari pertama Kali tiba ia hanya berbicara saat di ajak berkenalan setelahnya pria itu lebih memilih banyak diam.


Tidak menunjukkan aksi protesnya saat para orang tua itu membahasa perjodohan tentang dirinya tapi setidaknya hal itu bisa membuat lega Briana, biasanya putranya itu akan mengacau jika tidak menyukai sesuatu tapi hari ini entah apa yang terjadi putranya itu menjadi anak yang baik dengan hanya terus diam jikapun di tanya hanya menjawab singkat dan seperlunya saja.


Walaupun Briana sempat melihat ekspresi terkejut dan protes sang putra tapi wanita itu bernafas lega karena Daniel tidak mengeluarkan suara sama sekali, hanya sekedar kode saja yang hanya di mengerti oleh keduanya.


***


" Ma, apa mama tidak ingin menjelaskan sesuatu?" Tanyanya dingin


Briana tersenyum paksa, saat mendapati sang putra sudah berdiri di belakangnya.


Saat ini mereka sudah berada di mansion Anderson, setelah pulang dari acara makan malam di rumah Pradipta.


Suaminya sudah lebih dulu pergi kekamar begitupun sang putri hanya ada dirinya dan dan Daniel di tempat itu.


" Menjelaskan apa nak" tanyanya balik


Daniel memutar bola matanya malas, benar-benar wanita paruh baya itu sedang menguji dirinya.


" Maafkan mama Danil, mama sengaja melakukan ini supaya kamu bisa cepat-cepat nikah dan move on dari wanita itu" ucap Briana Mengalah


" Bohong, jangan pikir selama ini mama tidak tahu apa yang kamu lakukan di luar sana Danil" timpalnya"lari ke club' hanya agar bisa melupakan wanita itu dengan cara mabuk" lanjut Briana dengan air mata yang mengalir


Ia tahu selama ini putranya itu belum sepenuhnya bisa melupakan Miranda wanita yang sudah mengkhianatinya.


Briana tahu setiap malamnya Daniel tidak pulang dan beralasan lembur tapi nyatanya pria itu pergi ke club' untuk minum sampai mabuk hanya agar bisa melupakan wanita itu walau hanya sesaat.


Kesehatan Daniel pun mulai memburuk karena sering menenggak minuman keras itu, sudah tidak terhitung berapa kali pria itu di larikan kerumah sakit karena drop.


Tapi tidak memberitahukan pada kedua orangtuanya, tanpa ia ketahui bahwa setiap pergerakannya selalu di awasi oleh ayahnya dan juga sang ibu.


Walaupun Daniel sering mengatakan dirinya baik-baik saja tapi mereka tahu putra mereka itu tidak baik-baik saja.


Mereka memilih berpura-pura tidak tahu, agar Daniel tidak curiga sehingga Briana bisa leluasa memantau pergerakan sang anak.


Jika boleh Briana sangat ingin bertemu wanita jahat yang telah membuat putranya menjadi seperti ini, ia ingin menggunakan tangannya memberikan wanita sialan itu pelajaran.


***

__ADS_1


Menghela nafas berat


Mengingat bagaimana kecewanya sang ibu karena perbuatannya.


Daniel bukannya tidak bisa melupakan Miranda, alasan ia ke club' dan minum itu hanya untuk melampiaskan amarah di hatinya! Karena tidak bisa membalas wanita itu.


Miranda menghilang bagai di telan bumi setelah mengkhianati dan menipunya.


Dan rasa bencinya pada wanita itu semakin bertambah saat mengingat mamanya yang menangis karena wanita itu.


" Jangan pernah muncul di hadapan ku, karena aku tidak akan menahan diri untuk menyakitimu lebih dari apa yang telah kamu lakukan padaku" ucapnya tajam menatap benci kearah foto Miranda yang ia gantung di ruangan khusus apartemennya.


Mencoret dan menggambar tanda silang pada wajah cantik itu, sebagai bentuk pelampiasan amarahnya pada pemilik senyum manis itu.


Daniel langsung kembali ke apartemen miliknya setelah meminta maaf pada ibunya, ia berjanji tidak akan lagi pergi ketempat terkutuk itu.


Dan tidak akan meminum alkohol yang bisa membuat kesehatannya memburuk.


Awalnya Briana tidak percaya, tapi setelah Daniel berjanji dengan sungguh-sungguh ia akhirnya mencoba percaya di tambah putranya itu mau menerima perjodohan yang telah ia buat.


Dengan syarat ia akan melakukan pendekatan dengan anak teman ibunya, jika memang mereka cocok maka ia akan menikahi wanita itu tapi jika Daniel merasa tidak cocok maka ia akan menolaknya.


Dan Briana menyetujuinya, ia berharap ini akan menjadi awal yang baik untuk kehidupan putranya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2