Young Master

Young Master
Pink Door


__ADS_3

Lorong itu tergambar seperti sebuah dejavu. Hanya ingatan-ingatan buruk yang selalu tergambar, tapi memorinya tidak bisa menangkap itu dengan jelas. Trauma mungkin membuatnya terasa samar. Wujud asli dari penolakan otaknya atas kisah buruk yang sangat ingin dia hilangkan.


Yuhi mendapati langkahnya melambat setiap kali menyusuri lorong itu, terutama ketika kakinya membawanya kembali pada pintu usang berwarna merah muda itu. Kali ini nuansa mencekamnya sedikit teredam karena terangnya cahaya matahari membuat kesan angkernya memudar.


Yuhi memberanikan diri untuk berbalik, menghadap langsung pintu itu.


Matanya yang menatap kosong perlahan tersadar jika gembok yang bertaut di besi penutup ternyata terbuka. Seseorang pasti baru masuk kesana dan lupa menguncinya lagi.


Ada hasrat dalam dirinya yang mendorong Yuhi untuk mendekat. Mungkin ini hanyalah sebuah rasa penasaran biasa tapi Yuhi sama sekali tidak bisa membendungnya.


Kecurigaannya itu tak berdasar memang tapi perasaan aneh yang selalu dia rasakan tiap melewati pintu itu membuat Yuhi tidak bisa menahan dorongan dalam dirinya untuk mencari tau. Kris pasti menyembunyikan sesuatu disana.


Yuhi melangkah semakin dekat. Satu tangannya terulur dengan ragu untuk menyentuh knop pintunya. Dan ketika tangan mungilnya sudah menggenggam handle pintu itu, seseorang keluar dari dalam. Ini lebih menyeramkan bahkan daripada bisikan yang dia rasakan semalam.


Kris keluar dari sana dengan ekspreai yang sulit tergambarkan. Matanya merah, sedikit sembab seperti habis menangis. Tapi ekspresi ketusnya tiba-tiba mendominasi ketika dia melihat Yuhi ada di hadapannya.


Pria itu terburu-buru menutup pintunya. Dan melemparkan tatapan membunuh pada Yuhi.

__ADS_1


Tapi tidak seperti biasanya, pria itu hanya diam dan tidak marah-marah.


"Papi... apa yang ada di dalam sana?"


"Kau tidak perlu tau." Nada bicaranya sangat dingin. Dan suaranya parau. Tampaknya benar kalau pria itu habis menangis.


Kris yang kejam menangis?


Sungguh sulit dipercaya.


"Pih... "


Yuhi tidak bisa memanggilnya, apalagi mendesaknya untuk bicara. Dia hanya memandang kosong punggung besar yang semakin menjauh darinya.


"Pintu itu sudah terkunci sangat lama, bahkan saat kau masih kecil."


Terlalu fokus menatap kepergian Kris membuat Yuhi tidak sadar kalau Yuta berdiri berlawanan dengannya. Lelaki tampan itu berjalan mendekat bersamaan dengan Chenle yang menghampirinya dari belakang.

__ADS_1


"Bahkan bibi Ahn juga tidak tau rahasia apa yang sedang Kris simpan di dalam sana." Jelas Yuta.


"Aku mendengar suara mami setiap kali aku melewati tempat ini."


Yuta tidak terkejut. Lelaki itu hanya diam menoleh ke samping untuk menatap pintu usang itu.


Ia memang telah lama berspekulasi tapi dia tidak yakin dengan dugaannnya itu.


Yuta pikir mungkin Kris menguburkan ibunya di dalam sana dan dia mengunjunginya sesekali, tapi dia tidak benar-benar ingat kapan dan bagaimana ibunya meninggal.


Dan juga Yuhi yang selalu bermimpi aneh tentng ibunya yang di bakar hidup-hidup, itu meredupkan spekulasinya bahwa ada tubuh tak bernyawa yang dikubur disana. Jika benar ibunya di bakar, pastilah tubuhnya sudah jadi abu sekarang.


"Pulanglah, kurasa tempat ini tidak terlalu baik untukmu." Yuta melirik Chenle.


"Jaga dia, kalau sampai kau membuatnya menangis lagi, habis kau !!"


"Iya-iya." Jawab Chenle malas.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2