Young Master

Young Master
Compete Argument


__ADS_3

Jaemin tidak pernah mengira kalau wanita yang sedang patah hati bisa berlaku segila ini.


Yuhi memesan kamar paling mahal di hotel keluarganya sendiri, bahkan staf hotel sudah melarangnya membayar namun gadis itu memaksa, kegilaan lain yang dilakukan Yuhi hari ini adalah dia membeli banyak pakaian branded, parfum mahal dan memesan berbagai macam makanan. Jaemin sampai kebingungan melihat berbagai macam hidangan tersaji di meja kamar hotelnya.


Lelaki itu tak kunjung memakan makanannya dan hanya memandang Yuhi yang makan dengan rakus.


"Kenapa tidak dimakan?? Mau pesan yang lain???" Yuhi bertanya dengan wajah polos seolah tidak ada hal besar yang terjadi padanya sebelum ini.


" Apa kau mencoba melampiaskan emosimu pada semua hal gila ini?" Jaemin masih menatapnya keheranan, meski begitu ia tak bisa melepaskan tatapannya pada sepiring pasta carbonara di sudut meja.


"Hal gila apanya? Ini makanan enak."


"Apa semua wanita seperti ini kalau sedang kesal???"


Yuhi akhirnya berhenti makan. Gadis itu meletakkan garpunya lalu mengelap sudut bibirnya dengan serbet sebelum menatap Jaemin dengan datar.


" Aku tidak sedang melampiaskan kekesalanku dengan makan atau belanja, aku hanya mencoba balas dendam dengan menghabiskan uang Chenle."


Jaemin tersenyum mengejek lalu menggelengkan kepalanya,


"Itu tidak akan berhasil, Zhong Chenle terlalu kaya. Tapi....."


Yuhi berkedip 2 kali untuk menunggu kalimat selanjutnya dari Jaemin.


"Kurasa dia sudah cukup kesal karena kau menciumku kemarin. Waaahh... Harusnya langsung di bibir saja jangan di pipi."


Yuhi memutar matanya jengah lalu kembali mengambil pasta miliknya.


Gadis itu sedikit merasa aneh ketika Jaemin tiba-tiba menyeringai jahat setelah melihat ponselnya.


"Dia akan segera kesini, 3..... 2.... 1... "

__ADS_1


"NA JAEMIN DIMANA ISTRIKU ???"


Entah bagaimana Chenle bisa masuk dengan mudah ke kamar hotel yang sudah Yuhi pesan. Lelaki itu terlihat kesal dan marah menatap Yuhi dan Jaemin yang sedang makan. Dia berubah menjadi semakin kesal ketika Yuhi tidak menghiraukan kedatangannya dan tetap makan seperti tidak terjadi apa-apa.


"Yuhi kenapa kau mengikuti ku ke Jepang? Kurasa aku sudah memintamu untuk tidak ikut kemari."


"Siapa juga yang mengikutimu." Balas Yuhi acuh. Zhong Chenle berjalan mendekati meja makan.


"Lalu apa yang kau lakukan disini kalau bukan mau mengikutiku???"


"Kurasa kemarin aku sudah memberitahumu kalau aku kesini mau selingkuh dengan Jaemin."


"Apa ??? Jangan bercanda. Kau pasti sedang cemburu pada Ryujin kan???"


"Apa kau sedang cemburu pada Jaemin?" Bukannya menjawab Yuhi malah membalikkan pertanyaan Chenle yang membuat lelaki itu semakin naik darah. Wajahnya bahkan sampai memerah karena menahan emosi.


"Yuhi..." Chenle berusaha merendahkan suaranya. Dia sadar kalau mengikuti emosinya tidak akan meredakan masalah.


"Jaemin juga tidak membalas pelukanku."


Sepasang suami istri itu terus beradu argumen bahkan Yuhi dan Chenle saling bertetiak dengan bahasa masing-masing. Chenle dengan bahasa China dan Yuhi dengan bahasa Jepang.


Sementara Na Jaemin sangat menikmati keributan itu. Lelaki itu mengambil kacang almond cokelat yang dipesan Yuhi lalu mengunyahnya sembari menonton prahara rumah tangga orang lain. Sampai saat Chenle berusaha menyudutkan Yuhi dan memaksa untuk menciumnya, Jaemin mendadak tersedak. Sebutir almond itu tersangkut di tenggorokannya.


Jaemin buru-buru menenggak segelas air lalu pergi dari ruangan itu dengan umpatan kesal.


"Sial, adegan baku hantamnya jadi 21+."


Sementara itu, 2 orang pemeran utama drama prahara rumah tangga itu masih saling membela diri. Yuhi membuang wajahnya ke kanan dan kekiri untuk menghindari ciuman Chenle.


"Aku sungguh tidak bermaksud bertemu Ryujin disini." Chenle menangkap dagu Yuhi dan memutar kepala gadis itu untuk menatapnya.

__ADS_1


"Tidak perlu di jelaskan aku terlalu malas memikirkan kau sengaja atau tidak."


"Yuhi... Aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Ryujin."


"Aku juga tidak peduli soal itu."


Yuhi tidak mengerti kenapa dia bersikap menyebalkan kali ini. Sebelumnya saat Chenle akan kembali pada Ryujin, gadis itu lebih memilih untuk diam dan mengalah. Tapi entah kenapa kali ini dia tidak bisa menahan diri. Kepalanya serasa mau meledak karena kelebihan masalah.


"Yuhiii... "


"Aku lelah Zhong Chenle... " Suara Yuhi melemah, itu membuat Chenle melepaskan tangannya dari dagu Yuhi.


"Aku memiliki firasat buruk yang membuatku sangat khawatir padamu, tapi kau malah melarangku untuk pergi dan menemanimu di Jepang. Dan ketika aku pergi ke jepang secara diam-diam, aku malah mendapati suamiku tengah berpelukan dengan mantan kekasihnya. Bukan cuma itu saja, aku juga menemukan fakta tentang kematian ibu ku dan seorang wanita yang di bunuh dengan sadis di depan mataku. Masalah ini datang bertubi-tubi hingga aku bingung harus memasang ekspresi seperti apa untuk menggambarkan perasaan ku."


Chenle terdiam. Fakta tentang Yuhi yang menemukan alasan kematian ibunya benar-benar membuat Chenle terkejut.


Mendadak Chenle jadi merasa bersalah, gadis itu pasti sudah cukup terbebani dengan masalah keluarganya dan Chenle justru menambah beban Yuhi dengan membuat gadis itu salah paham.


"Maaf.." gumam Chenle. Lelaki itu baru menyadari tatapan Yuhi yang kosong, seperti terlalu banyak hal yang ada di kepalanya hingga dia tidak bisa menatap apapun dengan benar.


"Harusnya aku tidak melarangmu  untuk ikut dan membuatmu salah paham. Harusnya aku juga menemanimu disini."


Yuhi memilih diam, berdebat dengan Chenle sangat menguras tenaganya.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Apa aku terlihat baik-baik saja??"


Chenle menggeleng. Lelaki itu menarik Yuhi dalam pelukannya.


"Maafkan aku..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2