Youth Life Maze

Youth Life Maze
Hari Terakhir Ujian!


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ujian. Setelah seminggu ini, setidaknya aku merasa lebih baik setelah mengikuti saran Aithan. Setidaknya aku tidak akan merasa sebaik ini jika Nala tidak mengusulkan ide untuk cerita kepada orang yang dipercaya.


Aku, saai ini sedang belajar di kelas, bersiap untuk ujian kedua di hari terakhir ini. "Huhh" Aku sedikit menghela nafas untuk merilekskan diri.


Tak lama, Aithan pun datang menghampiri ku, "Belajar mulu, ntar botak loh, hahah" Lelucon yang sangat lucu, haha.


"Hahaahaha, lelucon yang sangat lucu."


"Lah.. Gapapa bro?" Aithan malah mengkhawatirkan ku.


"Huuh.. Cepat katakan, mau ngapain kau?" Aku masih mencoba untuk fokus belajar.


"Haha, dingin amat masbro. Santai sesekali, gak bisa ya?"


Aku menaruh buku pelajaran ku, dan menghela nafas lagi, "Huuhh... Oke, oke, ada yang mau kau bicarakan?"


"Nah gitu dong, jangan belajar terus. Ya, gak ada yang mau ku bahas sih, cuma, mau ngajak kau santai sebelum ujian dimulai." Aku, sepertinya benar-benar tidak mengerti apa yang dia katakan.


Aku kembali mengambil buku pelajaran dan mencoba membacanya kembali.


"Ayolahh... Kita ngobrol-ngobrol sedikit, gak mau kahh??" Aithan sepertinya mengatakan itu dengan ekspresi memohon dengan matanya yang berbinar-binar, aku yakin.


..... Aku mencoba untuk mengabaikan Aithan.


"Oh... Mau mencoba mengabaikan aku yah..."


Aithan mulai menjahili ku. Dia benar-benar menggangu ku. Tapi, aku masih mencoba mengabaikannya. Sampai pada akhirnya dia mulai menusuk tangan ku dengan pulpen beberapa kali, "Aww... Sakit woy!"


"Hahahaha... Kau pikir kau bisa mengabaikan ku. Sang Raja pengganggu Dunia."


Kebiasaan buruknya ini, benar-benar merepotkan. "Huhh... Terserah lah. Aku gak peduli." Aku masih mencoba untuk tetap tenang.


"Ciihh... Gak seru.." Aithan terlihat kecewa.


Aithan sepertinya menyerah untuk menggangguku.


Aku pun kembali fokus untuk belajar.


Tak lama, bel masuk pun berbunyi. Disusul dengan guru pengawas yang masuk ke kelas dan mulai membagikan kertas ujian.


Setelah 1 jam lebih aku mengerjakan ujian, aku akhirnya selesai. Aku menghela nafas, merasa lega setelah mengerjakan ujian ini.


"Yang sudah selesai mengerjakan boleh istirahat." Kata guru pengawas.


Aku pun keluar dari kelas, dan berniat pergi ke taman belakang, untuk bersantai dan belajar.


......................


Aku sedang bersantai di taman belakang, sambil menikmati jus yang kubeli di kantin, beserta makanannya. Sambil membaca buku, aku menikmati ketenangan yang ada di taman.


Angin sejuk melewati tubuhku, daun ada yang berjatuhan, aku juga mendengar air yang mengalir dengan tenangnya. Situasi ini, adalah situasi terbaik yang tidak bisa ku jelaskan dengan kata-kata.


Situasi itu tak bertahan bahkan sampai 15 menit, dari kejauhan aku melihat sosok Aithan, "Yooo.... Al, main yokk" Dia berteriak dari kejauhan.


Aku bahkan sudah mulai menghela nafas sebelum dia sampai. Yasudahlah, aku bersantai sejenak sama Aithan.


Setelah Aithan sampai ke tempat dimana aku duduk, aku pun menutup buku.

__ADS_1


"Mau?" Aku menawarkan makanan yang kubeli dari kantin.


"Ohh... Kalau gitu makasihhh..." Aithan dengan senang hati menerimanya dan duduk di sebelah ku.


"Hahh... Tenang banget ya di sini." Ucap Aithan, sebuah kata yang jarang kudengar dari mulut Aithan.


"Yapp.. Tapi setelah kau datang, semuanya menjadi kacau" Ucapku dengan niat untuk bercanda.


"Hei... Abisnya aku gak tau mau ngobrol sama siapa lqgi."


"Bukannya kau punya banyak teman ya?"


"Yaa... Yang benar-benar teman kan, cuma kau. Yang lain, mungkin hanya teman sekelas yang bahkan aku tidak bisa membicarakan apapun dengannya." Aithan tampak sedikit sedih.


"Tapi.. Untunglah aku punya Al yang bisa mengerti apapun yang aku bicarakan." Aithan kembali menunjukkan wajah cerianya lagi.


"Ya.. Aku juga berterima kasih padamu karena sudah mau mendekati ku dan berteman dengan ku. Aku.. Tidak tau apa yang akan terjadi jika aku tidak bertemu denganmu."


Aithan tampak terkejut.


"Mmm.. Aithan? Kau, kenapa?"


"Aa... Ak... Akuuu.. Tidak menyangka kalau kau akan mengatakan hal seperti itu.. Wahahaha, kau memang benar-benar orang yang menarikk." Dia menepuk-nepuk punggung ku.


"Ya.. Ya.." Aku merasa beruntung karena mempunyai teman seperti Aithan.


Setelah kami berbincang cukup lama, karena ya Aithan selalu pintar mencari topik untuk dibahas, aku melihat seseorang yang familiar duduk di seberang tempat duduk ku. Nala yah, dia sendirian, sepertinya ingin bersantai.


"Hmm.. Kau liatin cewek itu ya? Kenalan mu?" Tanya Aithan.


Dia, benar-benar mempunyai mata yang jeli yah, padahal aku tidak begitu terlihat sedang memperhatikan Nala.


"Ohh... Oke." Aithan tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Nala.


Oi, oi, oi, dia, kenapa dia malah ngedeketin Nala?? Apa, aku mengatakan hal yang mencurigakan?? Perasaan aku tidak mengatakan apa-apa yang mencurigakan.


Tunggu kalau dibiarkan ini bisa jadi bahaya. Tapi, sepertinya sudah terlambat, Aithan sudah berada di dekat Nala dan mulai berbincang dengannya. Dan Aithan pun menunjuk ke arah ku.


Lalu, Nala melihat ku dan melambaikan tangannya. Aithan dan Nala pun menghampiri ku.


"Hohoo... Siapa yang menyangka ternyata kau kenal dengan cewek yang sangat imut, dan cantik seperti dia." Aithan menunjuk ke arah Nala.


Nala tampaknya sedikit tersipu, "Hahaha, Nala gak seimut dan secantik itu kok." Nala tersenyum, dan bisa aku katakan, saat ini dia tersenyum dengan wajahnya yang imut.


Aku menghela nafas, "Huuh.. Kenapa kau malah mengikuti dia Nala?"


"Yaa... Abisnya dia ini maksa aku loh Alachii."


Aithan pun nampaknya terkejut dan menarik sebuah kesimpulan, "O-Ohh... Al, sepertinya kau pacaran ya sama dia?" Aku pun terkejut dengan kesimpulan yang Aithan buat.


Aku mencoba tenang, "Mana ada, aku cuma teman dia kok."


Nala tampaknya tersipu malu, "Hahaa.. Yaa, Alachii benar kok, Nala sama Alachii enggak ada hubungan kayak gitu, hehee."


Yapp, kasih tau dia yang sebenarnya Nala.


"Tapi, tapi, kamu kenapa manggil Alvaro dengan sebutan Alachi? Aku rasa, itu sebutan spesial kan?"

__ADS_1


Sebenarnya apa yang ada di pikiran Aithan, sama sekali tidak kupahami.


"Huhh.. Memangnya sebutan seperti itu umumnya, dipakai pasangan?" Aku bertanya.


Aithan pun berpikir, "Hmmm... Sepertinya tidak juga ya?"


Dia malah bingung dengan pernyataannya.


"Tapi, tapi, apa kamu suka sama Al, Nala, ya, iya kan?"


Lagi, dan lagi, aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Aithan.


Nala tampak sedikit terkejut setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Aithan, "Hmmmm... Entahlah? Nala sendiri enggak paham." Nala pun tersenyum.


"Heeee.... Kok gituu.." Tampak dengan jelas sekali kekecewaan dari Aithan di sini bung.


Aithan sepertinya ingin menanyakan lebih banyak hal ke Nala, beruntungnya bel masuk sudah berbunyi.


"Cihh... Cepet amatt sihh belnyaa..." Aithan terlihat sangat kesal.


"Sudahlah, ayo kita kembali ke kelas." Aku pun menarik baju Aithan dan melambaikan tanganku dan berpisah dengan Nala.


......................


Saat perjalanan kembali ke kelas, Aithan menanyakan banyak hal, dia, benar-benar tidak bisa diam selama perjalanan ke kelas.


"Cie.. Cieee, sekarang udah bisa kenalan sama cewek nih yaa."


"Huuhh... Aku cuma kebetulan ketemu dia di toko buku, terus sedikit ngebantu dia doang, emang masalah ya?"


"Yaa enggak sihhh... Aku malah senang Al ku sudah tumbuh dewasa, seperti kau udah nggak butuh bantuan ku untuk berkenalan dengan cewek." Aithan merasa bangga.


"Jadi, jadi, kapan kau ketemu sama dia? Pas di toko buku, yang waktu itu bareng denganku? Udah lama banget dongg."


"Enggak, aku pergi ke toko buku lagi, bukan waktu itu, yah, aku sudah kenal dengannya kira-kira 2 minggu."


"Heee... Udah dapet nomornya?"


"Ngapain nanya itu? Ya udah sih."


"Wah wahh... Kau, cepat juga ya?" Aithan terlihat menyebalkan di sini.


"Apa coba? Lagian dia yang minta nomor ku, bukan aku."


"Wahh... Boleh juga yaa. Kok bisa? Pake trik apa tuh?"


"Hahh?? Trik? Aku cuma bantuin dia doang, gak ada trik apapun."


"Hoo... Yaudah, pacarin dia tuh, enak banget pasti kalau kau punya pacar, ya kan??"


"Hah?? Gak, aku gak ada niat buat pacaran. Karena cinta dari pacaran akan membuatmu bodoh."


"Hoo... Yakinn nih??" Aithan terlihat tidak percaya.


"Tentu saja, aku sama sekali gak minat berpacaran, lebih baik aku memikirkan tentang novel ku daripada pacaran."


Akhirnya setelah pertanyaan-pertanyaan yang sangat banyak dilontarkan Aithan selesai juga.

__ADS_1


Ujian terakhir pun dimulai, dan setelah menyelesaikan ujian yang cukup terasa panjang ini. Akhirnya aku bisa bersantai dan memulai kembali membuat novel ku!


__ADS_2