Youth Life Maze

Youth Life Maze
1 Mei (Jum'at)


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana aku memutuskan untuk pergi ke tempat perlombaanya secara langsung. Selama hampir seminggu ini, aku benar-benar menghabiskan waktu untuk menulis novelku. Belum lagi, aku harus membantu Aithan untuk belajar IPA, dia menginginkan kenaikan pada nilainya. Tapi, sesi belajar tambahan bersama Aithan tidaklah berjalan lancar. Terkadang banyak sekali alasan yang Aithan buat untuk menghindari sesi belajar tambahannya. Tapi secara keseluruhan, ada kemajuan untuk Aithan di sesi belajar tambahan ini.


Aku juga sudah menulis sekitar 2 bab untuk novel yang akan ku ikutsertakan, walaupun aku masih belum mendapatkan ide untuk judulnya. Maka dari itu aku mencoba mendatangi langsung tempat dari perlombaan untuk melihat langsung seperti apa tempatnya. Aku penasaran dengan tempatnya, selain ingin melihat-lihat, siapa tau di tempat ini aku bisa mendapatkan sebuah inspirasi untuk judul novel ku.


Aku berada di tempat untuk pengumpulan novel yang akan diikutsertakan, aku mencoba bertanya apa bisa novel yang belum mempunyai judul, apa sudah bisa untuk diikutsertakan. Dan ya... Jawabannya tentu saja tidak bisa, itu hanya akan menyulitkan pihak yang membuat perlombaan ini jika ada sebuah novel yang tak berjudul diikutsertakan begitu saja. Tapi, untuk author novelnya sendiri bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu. Aku sudah daftar, dan aku mencoba untuk kembali berkeliling di tempat perlombaan.


Setelah berkeliling cukup lama, kepalaku dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti, apakah aku wajib menulis novelnya langsung di tempat perlombaan, apa bisa menulis novelnya di rumah masing-masing. Apakah novel yang akan diikutsertakan dalam perlombaan harus dalam bentuk fisik atau bisa diikutsertakan melalui e-mail?. Dan, apa peserta perlombaan ini mempunyai batas. Tapi, jika kulihat di posternya, sepertinya tidak ada batas peserta. Setelah aku melihat daftar peserta, ada kira-kira 90 orang. Jika dilihat secara langsung di tempat perlombaan ini, hanya ada beberapa orang yang menulis langsung di tempat perlombaan. Yah setidaknya, beberapa pertanyaanku mungkin sudah terjawab.


Selain ada perlombaan untuk novel, ada juga perlombaan membuat komik, di tempat yang sama tentu saja, yang menyelenggarakannya juga dari orang yang sama. Seorang author novel dan komik legendaris dari Jepang yaitu, Akira Haruko. Akira Sensei mempunyai banyak sekali novel dan komik yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Aku adalah salah satu dari jutaan fans yang ada di seluruh penjuru dunia ini. Bahkan aku tidak menyangka kalau Akira Sensei dan timnya adalah orang yang menyelenggarakan perlombaan ini. Tempat perlombaanya berada di Plaza Indonesia, tempat itu akan sangat ramai di akhir pekan, jadi aku datang ke sini di hari Jum'at ini, berhubung hari ini adalah hari libur juga.


Selama berkeliling aku melihat banyak sekali orang yang menulis novel mereka di sini. Setelah lumayan merasa lelah, aku mencari tempat untuk bersantai sejenak. Di dekat tempatku duduk, ada sebuah vending machine yang menjual beberapa jenis minuman. Aku memutuskan untuk membeli jus jeruk. Setelah membeli jus, aku kembali ke tempat duduk. Suasana di tempat perlombaan saat ini benar-benar ramai. Padahal di saat aku datang tidak seramai ini. Banyak sekali orang-orang yang ramai berdatangan dari segala arah, ada yang datang ke tempat lomba, ada juga yang hanya melewati tempat lomba ini.


Setelah aku merasa sudah cukup untuk bersantai sejenak, aku mencoba untuk mencari judul untuk novel ku. Kupikir, jika aku memikirkan ide untuk judul novel ku di tempat lomba ini aku berhasil mendapatkan judulnya. Ternyata setelah berpikir cukup lama, ide untuk judul novel ku pun tak kunjung datang. Dan akupun menyerah begitu saja.


......................


Berhubung aku berada di mall ini, aku memutuskan untuk berkeliling sebelum pulang sembari mencari beberapa referensi, siapa tau dibutuhkan untuk novel ku. Aku sekarang berada tepat di depan sebuah restoran sushi yang sangat ramai dikunjungi orang. Saat ini sudah mendekati waktu makan siang, aku sudah merasa lapar, aku pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dan memesan 1 set sushi yang harganya lumayan mahal, beserta dengan jus alpukat kesukaanku. Di tengah aku sedang menikmati sushi ku, dari kejauhan aku melihat wajah yang tak asing. "Itu Aithan?"


Setelah ku amati lagi, ternyata memang benar itu Aithan. "Dia sedang bersama perempuan?" Kukira dia tidak menyukai perempuan nyata karena lebih mencintai wanita fiksi. Aithan sedang date yah, siapa sangka di hari seperti ini aku malah bertemu dengan Aithan yang sedang date. Yah aku benar-benar tidak menyangka kalau seorang Aithan pergi dengan seorang perempuan di hari libur. Kukira Aithan hanya akan menghabiskan waktunya dengan bermain seharian dan tidak menghabiskan waktunya pergi dengan seseorang. Apa perempuan itu pacarnya? Tapi dia tidak pernah mengatakan kalau dia punya pacar. Karena penasaran aku mencoba chat Aithan.


'Lagi di mana?' Tanpa basa-basi aku langsung bertanya.


'Hahh.. Tumben ngechat di hari libur gini. Aku lagi di Plaza Indonesia.' Wah, jujur sekali ternyata dia, dan lagi dia membalas chatku dengan cepat.


'Ohh... Sama siapa?'


'Wah wah... Al, kau kenapa? Sehat kan? Tumben banget nanyain hal yang enggak penting buatmu begini.' Yah.. Balasan dari Aithan memang benar. Yah.. Lebih baik aku tidak usah mencampuri urusannya saja kah. Toh semua orang juga punya privasi atau hal yang tidak mau dibicarakannya.


Aku pun memutuskan untuk melanjutkan makan dan segera pulang. Setelah selesai makan dan membayar, aku hendak keluar dari resto itu dan tiba-tiba, "Ahh... Al? Kau ternyata ada disini." Wajah Aithan nampak sangat terkejut ketika melihatku yang ternyata selama ini berada di dekatnya.


Aku mencoba terlihat acuh tak acuh, "Hahaha... Iya, aku di sini karena aku berpikir untuk jalan-jalan sesekali ke sini itu bagus..."

__ADS_1


Aithan malah terlihat sangat senang, "Yaampun kenapa kau gak bilang kalau ada disini Al... Kalau gitu kan bisa ku kenalin sama saudara perempuanku."


Aku sedikit terdiam dan terkejut di waktu yang bersamaan, "Eh... Saudara perempuanmu?"


"Iya, saudara perempuanku. Di sana." Jari Aithan menujuk ke arah tempat dia makan tadi.


Walah.. Ternyata, saudara perempuannya yah. Maaf Aithan sudah menuduh kalau kau mempunyai pacar. Kukira kau akan mengkhianatiku sebagai laki-laki yang tidak pernah merasakan cinta dari seorang perempuan dan juga istri-istri fiksi mu.


"Oh.. Oh, itu, saudaramu, yah." Jawabku agak terbata-bata.


"Hhmhmm. Ayo kita ke sana." Aithan lalu menarik tanganku.


"Oii... Eli, kenalin nih bestfren ku. Alvaro Nagiru." Aithan langsung mengenalkan diriku tanpa basa-basi.


"Al, ini Elina Kaelyn Airani." Perkenalan singkat macam apa yang diberikan oleh Aithan. Elina, perempuan yang mempunyai rambut pendek berwarna coklat, kulitnya putih dan mulus, ia memiliki tubuh yang ramping, ya mungkin bisa dibilang ideal untuk seorang perempuan.


Aku mengulurkan tanganku ke arah saudara Aithan, "Aku Alvaro Nagiru, salam kenal ya."


Ia pun mengulurkan tangannya dan kami bersalaman, ia pun tersenyum kecil, "Aku Elina Kaelyn Airani, salam kenal juga." Ia terlihat sangat sopan, berbeda jauh dengan Aithan.


"Huh... Apasih." Elina menjawab pernyataan aneh dari Aithan dengan nada yang acuh tak acuh, dan dengan ekspresi wajah kesal.


"Hahaha... Kayak gitu lah kamu yahh Eli. Btw, Eli itu seumuran sama kita juga, jadi santai aja lah sama dia." Aithan sepertinya sudah terbiasa dengan sifatnya Elina.


"Btw, tumben banget yah kamu keluar di hari libur begini. Bukannya biasanya kau bakalan cuman seharian di rumah dan gak ngapa-ngapain?" Aku masih penasaran apa alasan Aithan ada di mall saat hari libur seperti ini.


"Hmm.. Yahh, aku mengajak Eli berjalan-jalan di kota aja sih, lagian dia baru pertama kali kesini, jadi yah.. Why not." Kata Aithan.


"Yah begitulah, lagipula di sini adalah tempat perlombaan novel tingkat Nasional kan. Aku kesini juga sekalian ingin melihat tempatnya secara langsung.." Jawab Elina dengan wajah datarnya.


Tunggu... Jadi ini pertama kalinya dia kesini, dan dia juga mau ikut perlombaan itu. Aku tidak menyangkanya.

__ADS_1


"Oh.. Kamu ikut lomba itu? Kebetulan sekali ya.. Aku juga mengikuti lomba itu."


Elina tampak sedikit terkejut, "Hah.. Masa iya? Kamu juga ikut lomba itu?"


"Iya.. Aku mengikuti lomba itu karena penasaran saja sama skill membuat novel ku. Itu saja sih, kalau tidak menang pun tidak apa-apa haha.." Apa yang sebenarnya sudah kukatakan.. Aku merasa aneh dengan apa yang baru saja kukatakan. Yah padahal Elina sepertinya tidak menanyakan mengapa aku mengikuti perlombaan itu.


"Yah.. Aku juga sebenarnya sama seperti mu kok Alvaro" Elina sepertinya tidak terlalu memedulikannya.


"Btw, novel seperti apa yang bakal kamu buat untuk lomba itu?"


"Hmm.. Yah aku sudah menyelesaikannya sih. Ini, kalau mau baca." Kata Elina sambil memberiku sebuah buku, sepertinya itu adalah salinan dari novelnya.


Setelah sekitar 35 menit aku membaca novelnya, aku merasa terkesan dengan novelnya ini. Pemilihan katanya, karakternya, ceritanya, plotnya, semua dikemas dengan cukup baik. Aku merasa kalau dia sepertinya sudah menulis beberapa novel.


"Novel ini, boleh kah aku pinjam? Aku mau menggunakannya sebagai referensi." Tanyaku.


Elina mengangguk dan sedikit tersenyum, "Boleh, buat kamu aja. Aku punya banyak salinan novel itu juga soalnya. Sengaja aku bawa 1 salinan, siapa tau ada yang menginginkannya haha."


"Terimakasih banyak, Elina." Jawabku sambil tersenyum.


"Yah, aku ikut senang kalau ada seseorang yang menyukai novelku." Elina tersenyum dengan sedikit tersipu.


"Heh... Kaliann.. Cepet banget ya akrabnya." Aithan tiba-tiba mengganggu sebuah momen bagus.


"Dihh.. Apasih ganggu aja." Elina terlihat menatap sangat tajam ke arah Aithan. Aithan pun hanya tertawa.


Setelah hampir 1 jam kami berbincang, aku akhirnya memutuskan untuk segera pulang dan melanjutkan menulis novelku. Aku mendapatkan kontak Elina. Dan juga Elina bertanya banyak sekali tentang dunia pernovelan. Elina juga bertanya tentang novel apa yang kubuat untuk diikutsertakan di lomba ini.


......................


15:17. Aku akhirnya sampai di rumah, aku pun segera menuju kamar, menaruh novel buatan Elina di meja ku. Aku turun ke bawah dan mencari beberapa camilan yang ada. Setelah mendapat camilan, aku segera kembali ke atas dan membaca lanjutan dari yang kubaca tadi.

__ADS_1


17:22, aku selesai membaca keseluruhan dari novel buatan Elina. Ceritanya benar-benar menarik, tentang seseorang yang harus berjuang melawan kankernya. Dan yah di akhir sang protagonis berhasil menang melawan kankernya. Novel buatan Elina ini mengandung banyak sekali unsur tentang kehidupan yang sangat bermakna ini. Yah aku menyukai novel buatan Elina ini. Secara keseluruhan novel ini bagus. Dan setelah membacanya membuatku berpikir. Aku harus melawan 90 orang atau lebih, yang mungkin saja ada diantara mereka yang bisa membuat sebuah cerita semenarik ini. Ini membuatku harus berpikir bagaimana caranya untuk bisa meraih juara ke 3. Aku harus berpikir alur cerita yang menarik, pengembangan karakter yang sangat baik. Aku harus benar-benar serius di sini, selain mulai hari senin akan ada ujian, aku juga harus berpikir bagaimana caranya agar novelku ini berhasil meraih juara 3.


Btw, kenapa yah akhir-akhir ini, aku jadi sering bertemu dengan cewek. Aneh... Tapi aku belum bisa jatuh cinta pada salah satu dari mereka sama sekali sih. Tiba-tiba terlintas di pikiran ku hal sepele seperti itu..


__ADS_2