Youth Life Maze

Youth Life Maze
Hasil Akhir?!


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, saat ini sudah tanggal 5 Juli!


Setelah hampir 2 minggu, Aithan menginap di rumah ku, kami bermain banyak sekali game, dan banyak hal yang aku dan Aithan lakukan saat libur semester.


Sudah waktunya aku kembali kepada realita, dan mengetahui hasil akhir dari perlombaan ku bagaimana.


Pengumuman akan dimulai pada jam 10:00, sedangkan aku sudah datang ke tempat perlombaan sekaligus pengumuman lebih cepat 2 jam, mungkin karena aku sudah tidak sabar menunggu hari ini.


Sebelum pengumuman, aku memutuskan untuk berkeliling dulu.


Aku pun mulai berkeliling, saat aku merasa sudah berjalan cukup jauh, aku melihat tempat untuk pengumuman dari kejauhan, aku melihat sudah cukup banyak orang yang sudah tiba ke tempat perlombaan.


Aku pun berpikir, jika orang yang berpartisipasi sebanyak ini, terlebih lagi, ini kemungkinan belum semua orang yang berpartisipasi di lomba ini sudah datang ke tempat ini.


Tempat untuk pengumuman lombanya itu terbilang cukup luas, di tengah dari tempat perlombaan itu, ada sebuah panggung yang cukup besar.


Aku pun sedikit menjauh dan berniat berkeliling mall untuk menenangkan diri dan menghabiskan sedikit waktu hingga jam 9:00.


Sambil berkeliling mall, aku mendapati suasana yang ramai. Aku mungkin merasa kurang nyaman, tetapi aku harus menahannya setidaknya untuk hari ini.


Aku melihat berbagai toko dan pengunjung yang sibuk beraktivitas. Di tengah-tengah keramaian itu, dia menemukan sebuah gerai yang menjual camilan lezat.


Aku memutuskan untuk membeli crepes. Aku memilih varian rasa favorit ku, tak lupa aku membeli minumannya juga. Lalu, aku pun melangkah menuju area duduk yang nyaman untuk menikmati camilannya.


Sambil menyeruput minumanku dan menyantap crepes yang lezat, Aku merasakan ketegangan dalam diriku mulai sedikit mereda. Camilan itu menjadi penghibur kecil bagi diriku memberi waktu untuk bersantai sejenak dan menikmati momen sebelum pengumuman resmi dimulai.


Aku melihat jam di pergelangan tanganku dan melihat bahwa sudah mendekati jam 9:00. Waktunya untuk kembali ke tempat perlombaan dan bersiap menghadapi hasil akhir. Dengan perut yang kenyang dan pikiran yang lebih tenang, Aku merasa siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.


Aku melanjutkan langkahku kembali menuju tempat pengumuman sambil melihat keramaian orang yang telah berkumpul di sana.


Aku menyusup ke dalam kerumunan dengan perasaan campur aduk antara gugup dan semangat. Aku merasa semakin dekat dengan momen yang ditunggu-tunggu, momen yang akan mengungkapkan apakah semua kerja kerasku selama ini membuahkan hasil.


Semakin aku mendekati tempat itu, semakin jelas terdengar suara bisik-bisik antara peserta yang saling berbicara tentang harapan mereka dan spekulasi tentang siapa yang akan menjadi pemenang.


Aku merasakan kegugupan semakin menguat di dalam diriku karena aku menyadari bahwa persaingan ini jauh lebih ketat dari yang ku perkirakan.


Namun, aku tidak membiarkan kegugupan itu menguasai pikiranku. Aku mengingat kembali semua usaha keras dan dedikasiku selama persiapan, dan itu memberi diriku kepercayaan diri untuk menghadapi pengumuman dengan sikap yang tegar.


Saat melihat wajah-wajah yang penuh antusiasme dan harapan, Aku merasa terhubung dengan mereka. Meskipun mereka adalah pesaingku, mereka semua memiliki tujuan yang sama dalam meraih gelar juara di perlombaan ini.

__ADS_1


Dengan sedikit tegang dan antusiasme yang membara, aku menunggu dengan bermain HP ku hingga menunjukkan jam 10:00.


Jam sudah mendekati jam 10:00, panitia mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk pengumuman. Aku melihat panggung di tengah kerumunan, dengan pengumuman hasil lomba yang siap diumumkan. Aku merasakan kegembiraan yang bercampur aduk dengan ketegangan, seolah-olah detik-detik menentukan hidupku tepat berada di depanku.


Dalam hatiku, aku benar-benar harus memenangkan setidaknya juara ke 3 berhasil aku amankan, dengan begitu, aku dipastikan akan bisa meraih mimpiku untuk menjadi novelis!


Aku menatap panggung dengan hati yang berdebar-debar. Suasana di sekitarnya menjadi semakin hening, seolah waktu berjalan dengan lambat. Mataku terus memandang panggung yang dipenuhi dengan harapan dan ketegangan.


Acara pun dimulai, dengan beberapa salam pembukaan dari sang author legendaris, Akira Haruko-Sensei. Setelah 5 menit untuk pembukaan dari acaranya, selanjutnya adalah sesi tanya jawab dari Akira-Sensei, pengumuman dari perlombaannya akan ditempatkan di saat terakhir dari acara.


Akira-Sensei pun melontarkan sebuah pertanyaan, "Mengapa kalian semua mulai membuat sesuatu?" Akira-Sensei adalah orang yang sangat jenius, sepengetahuan ku, dia menguasai 5 bahasa.


Lalu, setelah Akira-Sensei menanyakan itu, banyak sekali orang yang ingin menjawab pertanyaan dari Akira-Sensei, yah aku salah satunya, tapi, aku bukanlah orang yang terpilih untuk menjawab pertanyaan dari Akira-Sensei itu.


Orang yang terpilih untuk menjawab pertanyaan itu pun menjawab dengan jawaban yang, yaahh, cukup dasar, dia adalah orang yang membuat novel, sama seperti ku, yang membedakan aku membuat novel karena aku ingin menjadikan membuat novel adalah sebuah profesi, sedangkan dia membuat novel hanya karena ingin menuangkan perasaannya untuk dibuat menjadi sebuah cerita.


Setelah 30 menit sesi tanya jawab berlangsung, akhirnya Akira-Sensei akan menanyakan pertanyaan terakhir, "Apa yang membuat karya yang kamu buat begitu penting bagimu? Apakah ada suatu tujuan yang ingin kamu capai melalui karya tersebut? Mengejar ketenaran? Hobi? Atau mungkin mengisi waktu luang kalian?"


Aku yang sebenarnya bermain HP ku selama sesi tanya jawab ini tiba-tiba merasa ingin menjawab pertanyaan yang satu ini. Banyak sekali orang yang ingin menjawab pertanyaan itu, tapi entah bagaimana, aku diberkati dewi fortuna, aku adalah orang yang dipilih oleh Akira-Sensei untuk menjawab pertanyaan ini, ini kesempatan ku.


Aku pun naik ke atas panggung, perasaan gugup pun menyelimuti seluruh tubuh ku, aku berdiri tepat di samping Akira-Sensei, idola ku selama ini!!


Itu memberikan ku sedikit perasaan senang karena sudah diapresiasi walaupun bukan tepukan juara, tapi setidaknya aku senang.


"Umm... Yahh, terimakasih semuanya untuk applause yang luar biasa untuk diriku yang biasa ini..."


"Ahahahah, omaee, omoshiroi shounen daa," waa-waaww, aku membuat idola ku, memuji ku?? Aku pasti bermimpi kann...


"Hahahh... Saa, shounen, apa yang akan kamu jawab mengenai pertanyaan tadi?"


"Ekhemm, baiklah, aku adalah penulis novel, setidaknya aku baru selesai membuat 1 karya novel ku, karena novel sudah menyelamatkan hidupku. Yap, menyelamatkan hidupku, karena aku hidup di lingkungan orang tua yang sangat ketat, aku jadi tidak mendapatkan apa itu yang dinamakan kebebasan, entah dalam hubungan pertemanan, dan lain-lain. Bisa bermain dengan teman setelah selesai belajar, aku ingin merasakannya, tapi, yang bisa menemani ku hanyalah novel."


"Jadi, aku memutuskan untuk membuat novel, karena, aku benar-benar ingin menjadi seorang novelis, aku merasa, novel sudah memberikan sebuah warna ke dalam hidupku, aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika tidak mengenal sebuah novel."


Tepukan yang sangat meriah pun terdengar, aku, hanya bisa tersenyum, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya....


"Semuanyaa, terimakasih banyak," aku pun membungkukkan tubuh ku ke depan untuk ucapan terimakasih.


"Sungguh, cerita yang sangat menyedihkan yaa, pasti berat yaa menjadi dirimu... Btw, nama mu siapa, shounen?"

__ADS_1


"Umm.. Aku, Alvaro Nagiru, Sensei," aku merasa senang, Akira-Sensei menanyakan namaku... Inii, mimpi bukan???


......................


Dan, akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, pengumuman juara. dimulai dari pengumuman juara kategori komik/manga, karena aku tidak begitu peduli soal ini, aku pun menunggu untuk pengumuman novel.


25 menit pun berlalu, dan akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, dan akhirnya pengumuman untuk juara kategori novel pun dimulai.


"Baiklah, sekarang adalah waktunya untuk, pengumuman juara 1-3 dan juara harapan untuk kategori novel."


"Dimulai dari juara 3 terlebih dahulu...."


Jantung ku berdegup kencang, perasaan gugup pun menghampiri ku sekali lagi.


"Dan, juara ke 3 untuk kategori novel diraih olehh... Austin Akechi, berasal dari sekolah Saibou Inter High School, untuk peserta Akechi, dipersilahkan untuk naik ke panggung," tepuk tangan pun terdengar sangat meriah bahkan untuk juara ke-3.


Yang ke-3 bahkan sudah dari Saibou Inter High School? Ini... Entah mengapa aku mempunyai firasat buruk...


"Baik, kita lanjut untuk juara ke-2."


Aku tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana ini... Aku, benar-benar sudah, tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya....


"Untuk juara ke-2 dari kategori novel diraih olehh....."


Waktu pun terasa terhenti tepat sebelum nama dari juara ke-2 disebutkan.


"Akame Saika Yuu, yang berasal dari sekolah Saibou Inter High School, untuk peserta Akame, dipersilahkan naik ke atas panggung," suara tepuk tangan saat ini lebih meriah lagi.


Aku, juara pertama?? Itu, mustahil kann, apa, apa yang, aku, apa aku.....


"Baiklahh, inilah dia, sang juara dari kategori novell, yang berhasil meraihnya adalahh....."


Deg, deg, deg, jantungku tidak bisa berhenti berdegup, keringat ku bercucuran di sekitar tubuhku, aku, tidak tau apa yang sedang kupikirkan saat ini....


"Selamat kepadaaaaa....."


Deg, deg, deg, aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi, aku...


"Chairi Bentley yang berasal dari Saibou Inter High School," suara tepuk tangan saat itu sangatlah meriah.

__ADS_1


Aku, gagal???


__ADS_2