Youth Life Maze

Youth Life Maze
SMA Impian!


__ADS_3

Wusshhh, angin berhembus dari jendela ke sekitar ku, saat ini adalah saat jam pelajaran, lalu aku menatap keluar jendela, "Huhhh.. " sedikit menghela nafas kupikir bisa sedikit membuat ku lega.


Jam pelajaran kali ini pun berakhir, seperti biasa pelajaran Bahasa Inggris memang pelajaran yang sangat mudah untuk ku, dan juga pelajaran Bahasa Inggris adalah pelajaran terakhir untuk hari ini, jadi aku pun bersiap siap untuk segera pulang, namun saat aku hendak pulang Aithan menahanku, "Ke kantin dulu yuk, sebelum balik." Wajah Aithan terlihat serius


"Apa? kau mau ngobrolin sesuatu?" Aku bertanya dengan sedikit rasa penasaran


"Ah ayolah aku cuman mau jajan kok, gak usah banyak tanya." Ujarnya sambil menarik tanganku


"Tapi kan kau tau sendiri aku gak suka berada di tempat ramai. "


"Ah ayolah, aku hanya ingin jajan sebentar aja, yuk?" Tatapan mata yang berbinar-binar membuatku sulit untuk menolak ajakannya.


Sesampainya di kantin, Aithan langsung menuju tempat jajan favoritnya, aku pun duduk sambil memasang headset dan mendengarkan musik favoritku sambil menunggu Aithan selesai jajan.


"Ramai seperti biasa yah kantin ini, ya tempat seperti ini memang kurang cocok untuk manusia seperti ku. " Aku bergumam sendiri.


10 menit berselang, Aithan menghampiri ku sambil membawa plastik makanan yang dia beli, lalu aku segera berdiri dan mengajak Aithan ke taman sekolah, dan ia mengiyakan nya, setidaknya di sana tidak begitu ramai, sepertinya Aithan punya sesuatu yang ingin dibicarakan, jadi lebih baik pergi ke tempat yang tidak terlalu ramai.


Taman sekolah adalah tempat dengan suasana tenang membuatnya menjadi tempat yang cocok untuk merenung atau sekadar menenangkan diri dari rutinitas belajar.


Terlebih lagi, tempat ini juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk berkumpul dan berbicara dengan teman-teman. Dalam taman sekolah terdapat banyak tempat duduk seperti bangku kayu, kursi plastik atau batu alam yang bisa digunakan untuk bersantai atau beristirahat sejenak.


......................


Lalu kami mencari tempat duduk yang cukup jauh dari keramaian, karena keramaian agak mengusik ku.


Lalu kami pun mendapatkan tempat duduk yang cukup jauh dari keramaian, tempatnya berada di ujung, tempat yang dikelilingi oleh pohon yang rindang dan juga terdapat sebuah kolam kecil yang diisi ikan ikan kecil sejenis ikan koi, ikan guppy, dan lain sejenis nya yang berada tepat di depan tempat duduk kami, jadi kami bisa berbincang sambil merilekskan diri dan merasakan kesejukan dari pohon yang ada di sekitar tempat kami duduk.


"Jadi, kau ingin membahas soal pilihan sekolah SMA mu kan?" Aku membuka percakapan


Aithan tampak sedikit terkejut "Yahh, kau benar benar tau tentang diriku bukan begitu Al."


Aku menghela nafas "Ya memangnya apalagi yang ingin kau bahas dengan ku selain ini, lagipula kau terlihat serius tadi saat di kelas tadi"


"Hahaha, memang ya orang introvert seperti mu adalah pengamat yang baik yah." Sambil bercanda Aithan mengatakan hal yang sedikit memalukan


"Sudahlah berhenti bercandanya dan ayo cepat kembali ke topik utama, jadi apa kau sudah menentukan mau ke SMA mana?". Aku mengalihkan topik sembari melemparkan pertanyaan ke Aithan


"Yaahh ituuu, aku masih bingung mau melanjutkan ke SMA mana huhu.. "


"Hahh, kau ini punya bakat dalam menggambar loh, sayang kalau bakat mu tidak digunakan dengan benar"


"Ya, lagipula aku bingung menggunakan bakat menggambar ku ini, padahal kalau bisa menulis cerita sepertimu mungkin aku bisa jadi komikus atau komika."


Keluhan yang dikeluarkan dari mulut Aithan membuat ku sedikit geram.


"Hey hey, punya bakat dalam menggambar juga bisa kau gunakan untuk menjadi ilustrator loh, bodoh."

__ADS_1


"Kau bisa saja masuk ke Saibou Inter High School, di sana adalah tempat yang benar-benar cocok untuk mengasah bakat yang kau miliki." Aku sedikit memberi saran yang mungkin bisa jadi referensi untuk Aithan.


Aithan berpikir sambil melahap makanan yang dibelinya. Setelah 2 menit terdiam sambil berpikir, Aithan akhirnya mengutarakan pendapatnya "Hmmm ya saran mu boleh juga, tapi bukannya Saibou Inter High School itu berada di luar kota ya? "


"Ya, memang Saibou itu berada di luar kota dan cukup jauh pula, tapi aku yakin kau pasti diizinkan oleh kedua orang tua mu."


"Hehh, kau terdengar sangat yakin untuk hal ini yah. " Senyum yang diperlihatkan oleh Aithan sedikit membuat bulu ku merinding


"Tentu saja, aku tau orang tua mu bakal bereaksi seperti apa ketika kau memutuskan untuk pergi keluar kota dan mengembangkan bakat mu, mereka akan sedih sekaligus senang pastinya." Dan aku juga bakal punya teman dekat, jadi aku tidak perlu terlalu memikirkan untuk berteman baik dengan orang baru. " Ucapanku terdengar sangat bersemangat dalam meyakinkan Aithan untuk masuk Saibou Inter High School.


"Mmm, kau terlalu excited tau, memangnya kau sendiri yakin diizinkan sama kedua orang tua mu buat masuk ke Saibou?" Aithan menatapku dengan ekspresi serius, bibirnya sedikit terkatup dan matanya menyorot tajam ke arahku. Sedetik aku terdiam, merenung sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.


"Yaa, kalau itu, akan aku usahakan, lagipula jarang jarang loh sekolah yang punya konsep menarik ini." Jawabku dengan nada sedikit panik.


Sambil melahap makanan yang ia beli, ia melontarkan sebuah pertanyaan dengan mata yang sangat tajam ke arah ku dan membuat bulu kuduk ku merinding,lalu aku merasakan seperti tatapannya mengintimidasi ku "Heh, apa aja tuh konsep menarik dari sekolah Saibou selain untuk mengembangkan bakat siswa-siswinya?"


"Heehh, itu ada banyak lah, contohnya kita hanya belajar dengan jurusan apa yang kita pilih, ada sangat banyak sekali pilihan kelas di sekolah Saibou, salah satunya adalah kelas untuk para ilustrator yang mempunyai bakat hebat dalam menggambar, kau bisa memilih kelas ini jika kau tertarik dengan sekolah Saibou, bukan hanya itu ada banyak sekali kelas yang tersedia di sekolah Saibou, kalau kusebutkan satu satu mungkin akan memakan banyak waktu. Dann kalau kau sudah menentukan pilihan kelas, kau hanya akan berfokus pada materi kelas yang kau pilih, seperti contohnya kau memilih kelas ilustrator, kau hanya akan berfokus belajar tentang anatomi tubuh, gradasi warna, proporsi tubuh, dan lain sebagainya. Dan juga kau tidak perlu khawatir soal pelajaran lain seperti matematika dan lain sebagainya, karena disini hanya akan benar-benar memfokuskan untuk mengembangkan bakat siswa. Selain itu, sekolah Saibou menawarkan nuansa Jepang yang pekat, karena kepala sekolah dari SMA Saibou adalah orang Jepang. Lalu sekolah juga menyediakan tiket untuk murid yang sudah siap untuk mengikuti ajang perlombaan." Aku menjelaskan konsep dan aspek menarik yang ada di Saibou Inter High School dengan terburu-buru dan badan ku entah mengapa gemetar, padahal hanya ditatap tajam oleh Aithan membuatku merasa panik, entah dia akan mendengarkan semua penjelasan yang telah ku berikan.


"Pffttt, ahahaahah, kau benar-benar lucu saat aku bertanya dengan tatapan yang serius ya, ahahaha" Aithan terlihat tertawa sangat puas ketika dia berhasil menjahili ku.


Muka ku sedikit terlihat memerah karena, aku merasa malu berhasil dijahili oleh Aithan.


"Sialaann kenapa sih aku harus merasa panik dan badan ku ikut gemetarr, padahal cuma dijahili Aithan" Aku berteriak dalam hati.


"Ahahhaha, haha, hah, huhh, ya memang kelihatannya Saibou ini sekolah yang menarik yah." Aithan berhenti tertawa dan memberikan pendapatnya tentang sekolah Saibou.


"Haha, siapa sangka penjelasan orang pintar seperti mu bisa mudah dimengerti oleh ku." Aithan terdengar sangat bangga, dia menaruh kedua tangannya di pinggulnya sambil mengepalkan tangannya.


Aku tersenyum, dan merasa puas karena dia ternyata memahami apa yang ku jelaskan secara cepat itu. "Hm, hm, gaya bicara ku bisa berbeda tergantung lawan bicara ku." Aku merasa ingin sedikit sombong karena dia sudah menjahili ku tadi.


Aithan terlihat kecewa, mungkin hanya karena dia tahu kalau penjelasan ku mungkin bisa mudah dimengerti bahkan oleh anak SD sekalipun.


Langit sudah mulai gelap, aku berdiri dari tempat duduk ku.


"Mau pulang?" Aithan bertanya


Sambil menggendong tas ku "Tidak, aku mau ke toko buku di sebelah taman dulu sebelum pulang."


"Yaampun kau benar-benar rajin masbro,kau pasti mau beli buku,cara sukses menjadi seorang pebisnis auto kaya 2026, ya kan." Aithan ikut berdiri sambil memegang plastik sampah makanannya.


"Apa coba, aku hanya mau membeli novel yang kuinginkan sejak lama, dan kebetulan itu dijual hari ini." Aku menentang dengan nada yang sedikit tinggi tentang membeli buku untuk pebisnis.


"Hahaha, sip lah, ayo pulang bareng, aku antar kau sampai toko buku." Aithan sudah berjalan duluan, pergi ke tempat sampah, membuang sampahnya, sambil mengajakku pulang bareng.


"Ayo." Ujarku


......................

__ADS_1


Setelah berpisah dengan Aithan, aku akhirnya tiba di depan toko buku yang lumayan besar, aku masuk, dan menuju ke tempat buku novel.


Saat hendak mengambil buku novel yang kuinginkan, tangan ku tidak sengaja bersentuhan dengan tangan seseorang, dia perempuan.


Rambutnya berwarna merah, warna merah muda yang sangat cocok dengan rambutnya yang panjang. Warna merah rambutnya terlihat alami. Rambutnya terurai halus di bahunya dan sangat cocok dengan kulitnya yang putih dan halus. Matahari mulai terbenam, dan sinarnya membuat kulitnya berseri-seri, seolah-olah ada kilauan keemasan yang memancar dari dalamnya. Rambutnya juga terlihat lebih indah dan elegan saat matahari sore menyentuhnya. Matahari sore saat itu bisa membuatnya terlihat elegan dan sangat cantik.


"Bukannya scene seperti ini biasanya hanya terjadi di manga-manga dan anime ya." Aku bergumam di dalam hati.


"Ah, kamu bisa mengambil bukunya jika kamu sangat menginginkan nya." Ujar perempuan tersebut sembari mundur sedikit ke belakang.


"Oh, baiklah kalau begitu aku ambil ya." Aku segera mengambil novel yang dari dulu kuinginkan, novel ini sangatlah populer dalam tiga tahun terakhir.


"Hhhm, silakan ambil saja, lagipula buku itu masih terjual banyak di toko online." Dia tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.


Aku langsung bergegas ke kasir untuk membayar novel ini, tetapi aku malah kembal dani mencari di mana dia berada.


Aku merasa tidak enak padanya. Aku berhasil menemukannya, dia sedang duduk santai di kursi sambil membaca buku, buku yang ia baca adalah sebuah light novel romance yang sangat populer di kalangan para penikmat light novel, ia membaca light novel itu sambil minum jus. Tanpa berpikir panjang aku langsung menghampirinya.


"Mmm, ah, orang tadi yang mau beli novel populer itu ya." Tak lama dia langsung menyadari kehadiran ku saat menghampiri nya.


"Ah, ya, aku adalah orang tadi yang mau membeli novel yang sama denganmu, ini kuberikan saja untuk mu, aku malah merasa tidak enak." Aku mencoba memberikan novel tadi yang ingin kubeli.


"Ehh, gapapa kok itu buatmu aja, aku gak terlalu ingin novel itu kok, serius, hehehe." Ia menggelengkan kepalanya, dan mendorong novel yang coba ku berikan sambil tersenyum kecil.


"Ohh oke, kalau itu mau mu. Aku mau menanyakan sesuatu, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Terdengar omong kosong dan sangat tidak masuk akal, tapi aku merasa kami pernah bertemu sebelumnya.


"Tidak kok, kita baru bertemu hari ini, di toko buku yang lumayan ramai ini." Ucapnya dengan tenang menjawab pertanyaan ku.


"Ahh baiklah, maaf ya sudah menanyakan hal yang aneh." Aku segera bergegas pergi dari sana, mengapa aku merasa kami pernah bertemu sebelumnya, tetapi ternyata memang belum pernah bertemu sama sekali sebelumnya, karena itu aku sedikit malu karena sudah salah menanyakannya.


"Haha tidak apa apa kok." Ucapnya


Aku pun segera pergi ke kasir dan membayar novel yang kupilih lalu pulang.


...----------------...


"Dia sudah pergi yah, huhh kok kamu melupakan aku sih Narui-kun," aku menjatuhkan kepalaku ke meja sambil bergumam, sudah tiga tahun yah kami tidak bertemu, bu-bukan berarti aku ingin dia terus menerus mengingat ku sih!


Hahhh mengapa aku merasa senang ya setelah bertemu dengannya, sejujurnya aku cukup terkejut saat dia menanyakan apa kita pernah bertemu sebelumnya, kukira dia ingat ternyata tidak.


Mungkin dia ingin melupakan masa lalunya karena dulu masa lalunya sangatlah menyedihkan.


Hmmphh bukan berarti aku merasa sedih atau apapun sih,a aarghhh sudahlah lebih baik aku pulang sekarang sekaligus membeli light novel ini, dan tidak memikirkan hal ini terlalu berlebihan.


Kau masih suka dengan novel yah Narui-kun, aku tau novel mungkin sedikit mengubah hidupmu, tapi setidaknya kau harusnya ingat kan siapa yang merekomendasikan untuk membaca novel, manga, dan untuk menonton anime itu, hmpphh, percuma saja gumamku ini tidak akan bisa didengar oleh siapapun termasuk Narui-kun.


Aku bangun dan bergegas untuk pulang, "Hal menarik apalagi yah yang akan terjadi di masa depan nanti, fufufu."

__ADS_1


__ADS_2