Youth Life Maze

Youth Life Maze
Pergi dengan Nala di akhir Pekan


__ADS_3

Hari ini adalah hari sabtu, aku terbangun pada pukul 5:21, hawa dingin yang lewat di sekitar tubuhku, membuatku sedikit menggigil, aku segera memasang selimut kembali untuk menutupi seluruh tubuhku, dan saat aku hendak ingin kembali tidur, hp ku berdering, saat kulihat ada yang mengirimiku pesan lewat aplikasi WhatsApp.


Hmm.. Siapa sih di pagi pagi begini udah ngechat aja, lalu kubuka aplikasi WhatsAppku, saat kulihat itu adalah nomor yang tak dikenal, dan saat kubuka pesan, isi pesannya,


'Heyooo... Ohayouu!! Ini Nala, kamu pasti udah bangun kan Alachii, kalo belum bangunn... Ayo cepat bangunn, kamu masih sangat sangat muda lohh, rugi kalau enggak bangun di pagi hari yang cerah ini~~, ohh iya berhubung hari ini bakal cerah, pergi ke suatu tempat yukk Alachii!!~, aku gak mau denger kalo kamu sibuk atau ada acara semacamnya di hari ini! Pokoknya harus dateng, ayo kita ketemuan di taman dekat tempat buku kemarin. Nala tunggu kamu jam 10 yahh Alachii (≧∇≦)/ '


Isi pesan yang dikirim Nala terasa sangat lebay, tapi kepribadiannya mungkin bisa memaklumi mengapa dia bisa mengirim pesan yang seperti ini, yah kurasa pergi dengan seseorang di akhir pekan bukanlah ide yang buruk, yah mungkin keluar di hari libur bisa memberikan beberapa referensi dan ide untukku menulis, yap sebaiknya aku balas dulu pesan dari Nala ini, 'Oke, aku jadi terbangun gara gara pesanmu ini, geez' dan kirim.


Aku pun segera bangun dari tempat tidurku, pergi ke kamar mandi, mencuci muka, menyikat gigi, dan sebelum mandi aku olahraga ringan untuk memompa tubuhku. Setelah selesai olahraga, aku pun mandi.


Setelah selesai mandi, aku bermain hp sebentar, lalu ada notifikasi pesan dari Nala 1 jam yang lalu, 'Hohoo kau sangat beruntung bisa dibangunkan oleh pesanku shounen. Hihiii... Aku tidak sabar untuk nanti~~~' Di pesan yang ia kirim, Nala terasa sangat menantikannya yah, baiklah sudah cukup bermain hp nya, lebih baik aku sarapan terlebih dahulu sebelum bersiap siap untuk pergi.


Sarapan kali ini bukanlah sandwich, Aruna, sepertinya ia yang memasak untuk sarapan kali ini, karena kedua orang tua kami pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, dan akhir pekan kali ini kami ditinggal berdua di rumah.


"Pagi, Aru." Ucapan selamat pagi memang sangat tepat untuk memulai percakapan di pagi hari, begitu pula di saat siang ataupun malam (mungkin) ini hanya pendapatku pribadi.


"Hmm.. Ah, selamat pagi Naru nii-chan." Aruna membalas ucapan selamat pagi ku dengan senyuman yang hangat, yah memang Aruna sekali.


Aku menyiapkan piring dan sendok yang akan kami pakai makan, setelah selesai aku pun duduk dan menunggu makanan yang dimasak Aruna matang, "Masak apa kamu pagi ini, Aru?" Aku bertanya apa yang ia masak pagi ini.


"Hmm... Untuk sarapan, mungkin Aru akan masak sup miso dan telur dadar, sesekali Aru pengen nyoba masak masakan Jepang hehehe...." Ucap Aruna sambil tersenyum dan mencicipi supnya.


"Hmm.. Sup miso di pagi hari yah, ide yang bagus Aru, aku suka ide kamu." Aku memuji Aruna yang terlihat benar-benar bahagia ketika aku memujinya.


"Hehehehe.... Puji Aru terus dongg Naru nii-chan~~" Aruna terlihat aneh ketika mengatakan itu. Itu sedikit membuatku takut, jadi lebih baik sudah cukup aku memujinya.


"Huhh.. Sifatmu itu aneh loh Aru, gak bisakah kamu berhenti bersikap seperti itu." Aku ingin Aruna sesegera mungkin menghilangkan sifat anehnya itu.


"Hehhh... Gak mau, sifat Aru jadi gini juga kan gara gara Naru nii-chan dulu.. Jadi Aru gak mau ngubah sifat Aru yang kayak ginii~" Sifatnya yang seperti ini benar-benar tidak pernah bisa kuladeni, jadi selagi tidak berlebihan aku biarkan sajalah.


Lagipula apa yang kulakukan di masa lalu sampai membuat Aruna mempunyai sifat aneh seperti ini, maksudku seseorang kalau dipuji sudah pasti merasa senang, tapi Aruna itu terlalu senang.


Tak lama kemudian sop misonya matang dan kamipun mulai sarapan, sop miso buatan Aruna rasanya enak, sop miso yang didampingi dengan telur dadar adalah perpaduan yang sempurna dan terasa bergoyang di lidah.


Memasak adalah salah satu kelebihan dari Aruna, ia sudah bisa memasak sejak umur 10 tahun, Aruna bisa memasak dikarenakan keadaan yang mengharuskannya untuk bisa mengurus urusan rumah tangga, walaupun sebenarnya aku lumayan bisa memasak, tapi skill memasak ku masih di bawah Aruna, dan juga untuk bersih bersih seperti menyapu, mengepel dan lain-lain, Aruna lebih unggul dibandingkan aku, kakaknya, sebagai seorang kakak, tentu aku merasa gagal dan malu, tapi, Aruna tidak mempermasalahkan itu sama sekali dan Aruna malah merasa senang bisa membantuku di urusan rumah tangga.


Selagi makan kami pun berbincang tentang anime favorit, karakter favorit, dan apa yang telah kami lalui selama seminggu ini.


Tanpa kusadari, jam sudah menunjukkan pukul 8:30, aku terlalu asik berbincang dengan Aruna sampai membuatku lupa waktu.


Aku pun bergegas kembali ke kamar dan bersiap untuk berangkat ke taman.


Setelah siap, Aruna tiba-tiba muncul dan bertanya kepadaku, "Mau kemana Naru nii-chan, tumben keluar di hari libur, biasanya ngurung diri di kamar seharian kan." Fakta yang diucapkan Aruna sedikit membuatku merasa sedih dengan diri sendiri.


"Kakak ada janji dengan teman, kakak mungkin akan makan siang di luar, kalau aku makan siang di luar, gak usah masak terlalu banyak yah." Jawabku.


"Huhhh... Temennya, cewek????" Tatapan mata Aruna menusuk tajam saat mendengar jawaban yang kuberikan, dia benar-benar terlalu overprotective soal ini.


Aku mencoba tenang untuk menjawab pertanyaan dari Aruna, "Gak, bukan cewek kok, kakak cuman mau ketemu sama Aithan." Sambil tersenyum aku mencoba meyakinkan Aruna.


"Hahh... Boong, kalau emang mau pergi sama Aithan, Naru nii-chan gak bakalan make kata 'teman' biasanya juga langsung ngomong kalau mau pergi sama Aithan." Sial, aku mungkin telah membuat kesalahan di sini, tapi tak kusangka Aruna benar-benar teliti dengan hal sekecil ini.

__ADS_1


Aku merasa sedikit panik, setelah aku merasa sudah menenangkan diri aku pun mencoba berbohong sekali lagi, "Hmm yahh, sebenarnya kakak mau pergi bersama temannya Aithan juga sih, temannya Aithan tentu saja cowok, jadi ya sudah kakak pergi dulu ya."


"Nee.. Tunggu dulu, memangnya Aru sudah ngasih izin ke Naru nii-chan?!" Hahh, kalau begini terus akan lama untuk berangkatnya.


"Huhh.. Sudahlah Aru, apa kamu tidak merasa kasihan pada kakakmu ini yang terus terusan mengurung dirinya di kamar?" Saat aku mengatakan seperti itu, Aruna sepertinya menyerah dan mengizinkanku keluar.


Mengapa aku harus berdebat dengan Aruna sebelum pergi, yah biasanya aku jarang keluar di akhir pekan, dan mengapa aku merasa harus mendapatkan izin darinya, itu mungkin karena dulu aku pernah mengalami kecelakaan saat kami berdua ditinggal oleh kedua orang tua kami untuk urusan bisnis, jadi Aruna merasa sangat merasa bertanggung jawab jika kakaknya mau pergi keluar.


Lalu aku pun berangkat melambaikan tanganku ke arah Aruna dan segera menuju taman.


......................


Sesampainya di taman, aku sudah melihat Nala sedang menungguku, walaupun ia terbilang pendek, tapi di taman kali ini benar-benar sepi pengunjung, padahal akhir pekan, mungkin taman akan benar-benar ramai di hari minggu.


Aku pun segera bergegas menuju Nala yang sedang duduk di bangku taman, tak lama ia langsung melihat ke arah ku dan melambaikan tangannya sambil tersenyum, "Oiii, Alachii, ohayouu..." Dia benar-benar sangat menantikan ini yah, terlihat dengan jelas di raut wajahnya yang terlihat senang.


"Maaf aku telat, apa kau menunggu lama?" Tanyaku


Nala bangun dari tempat duduknya sambil menggelengkan kepalanya, "Nmnn.. Nala baru sampai 10 menit yang lalu, jadi gak selama itu kok Alachii."


"Oke, jadi kita mau kemana?" Tanyaku


"Hehh.. Biasanya kan cowok yang punya ide mau pergi ke mana." Gumamnya dengan menunjukkan ekspresi kecewanya.


"Huhh... Kan, kamu yang ngajakin aku pergi, kalau kamu aja bingung mau pergi kemana, apalagi aku yang hampir 3 tahun mengurung diri di kamar, dan hanya keluar ketika ada keperluan dan jarang bersenang-senang di luar." Jawabku dengan ekspresi yang pasrah.


Wajah Nala terlihat sangat senang, ah aku rasa dia menjahiliku dan membuatku mengatakan hal yang seharusnya tidak pernah kukatakan ke orang lain.


Dia sudah berhasil menggali 2 lubang dalam sekali percobaan, wanita yang tangguh, atau aku yang terlalu naif karena terjatuh dalam trik liciknya, aku mengira dia adalah anak kecil yang polos dan kecewa ketika tidak tau mau diajak kemana, tapi ia punya pemikiran yang cukup licik karena Nala tau kalau aku masih menggangapnya sebagai anak kecil.


...................


Sesampainya di Arcade, untuk tempat bermain di hari sabtu ini, terlalu ramai, bahkan ada yang menjadikan Arcade ini tempat nge-date, "Ramai sekali yah, tak kusangka ada banyak orang juga di tempat seperti ini."


"Ya tentu saja ramai lah, namanya juga tempat bermain, apa Alachii gak pernah ke Arcade sebelumnya?" Nala bertanya sambil memiringkan kepalanya dan menaruh jarinya di pipi.


"Aku yang tidak punya pengalaman sesungguhnya dari pergi ke Arcade, karena aku hanya tau dari scene anime dan manga saja, jadi aku tidak tahu kalau aslinya seramai ini, padahal di manga akan hanya ada beberapa orang saja." Jawabku dengan wajah acuh tak acuh.


"Hiihh... Alachii benar-benar orang yang tidak punya pengalaman pergi ke tempat seperti Arcade yah." Katanya dengan ekspresinya yang merasa kasihan menusuk ke arahku, yang menembus ke pembuluh darahku.


Nala merasa iba kepadaku, sial andai saja aku mempunyai pengalaman langsung ke tempat seperti ini, "Baiklahh! Karena ini adalah pertama kalinya aku pergi ke Arcade, lebih baik kamu meninggalkan kesan yang bagus agar kenangan ini bisa selalu diingat!" Aku yang tadinya merasa sedih, tiba-tiba merasakan sebuah gejolak yang ada di dalam tubuhku.


Nala tersenyum, ia langsung menarik tanganku dan pergi ke tempat bermain favoritnya.


Kami bermain hockey game, dan entah bagaimana aku mengalahkan Nala dengan skor telak.


Lalu kami melanjutkan dengan bermain game balapan, entah aku memang berbakat atau faktor keberuntunganku aktif di sini, aku berhasil menang dari Nala yang mungkin bisa dibilang sudah sering datang ke Arcade, karena ia bilang ini adalah tempat favoritnya, jadi tidak mungkin dia datang hanya 1-2 kali.


Setelah itu kami melanjutkan dengan bermain game fps yang terasa nyata karena menggunakan vr, kami pun kembali menang,


Nala terlihat sangat senang, dan aku berniat mengakhiri bermain di Arcade dengan bermain claw machine, aku berniat hanya bermain 2 kali, jika dapat satu, aku akan memberikan bonekanya ke Aruna, dan aku pun mencoba bermain claw machine, dan ajaibnya, di percobaan pertama aku langsung berhasil mendapatkan boneka yang kuincar untuk kuberikan ke Aruna, Aruna menyukai boneka panda, dan aku berhasil mendapatkannya dalam 1 kali percobaan, aku benar-benar diberkati keberuntungan hari ini.

__ADS_1


Dan karena aku ingin bermain 2 kali, aku pun menanyakan boneka apa yang diinginkan Nala, ia bilang ia suka dengan boneka hiu, dan aku pun mencoba mengincar boneka hiu itu, dan boom.. Aku benar-benar diberkati keberuntungan hari ini, aku berhasil mendapatkan 2 boneka dalam 2 kali percobaan saja, aku jadi merasa bersalah kepada orang yang sudah menghamburkan banyak uang untuk mendapatkan 1 boneka saja atau hanya bermain dan tidak mendapatkannya.


Di momen itu, aku akui aku merasa sangat bahagia, dan mungkin itu terukir dengan jelas di wajahku, Nala juga terlihat sangat menyeringai ketika melihat wajahku, lalu tanpa kami sadari, waktu sudah menunjukkan waktu makan siang,


Nala mengajakku untuk makan di tempat makan favoritnya, restoran yang punya makanan enak dan memiliki harga yang terjangkau.


Aku dan Nala pun sampai di restoran itu, kami pun mencari tempat duduk, setelah mendapat tempat duduk,kami menunggu pelayan datang, tak lama pelayan datang dan memberikan menu yang disajikan di restoran tersebut, setelah selesai memesan, kami berbincang.


Nala bertanya, "Alachii, boneka yang itu buat adikmu kah?"


"Yah begitulah, aku merasa bersalah karena telah membohonginya." Jawabku.


"Heee.. Ternyata Alachii itu kakak yang penyayang yah.." Ucapnya sambil tersenyum.


"Atau apa, Alachii ternyata hanyalah siscon akut dan mungkin jangan jangan, Alachii itu lolicon... Hiiihhh..." Wajahnya yang tadi tersenyum berubah 180° menjadi wajah yang merasa jijik sambil memegangi tubuhnya.


"Tunggu tunggu tunggu... Aku nggak punya sifat siscon apalagi lolicon oii... Aku paling tidak mau dicap kedua julukan itu. Itu menjijikan...." Jawabku yang beraut muka serius dan kesal.


Nala tersenyum merasa senang, "Begitu yah.. Alachii bukan lolicon kah, tapi kenapa Alachii mau nerima ajakan dari Nala? Bukankah Alachii menggangap Nala itu anak kecil."


"Yahh, aku merasa pergi dengan seseorang di akhir pekan itu ide yang bagus, dan aku juga tidak punya banyak kenalan yang mempunyai minat yang sama, ya.. Aku punya 1 teman baik yang bisa diajak ngobrol tentang minat yang sama tapi dia itu cowok, jadi yah jarang jarang aku dapat ajakan dari cewek seperti kamu." Jawabku, ya soal itu aku tidak bisa berbohong, lagipula jalan jalan hari ini bisa kujadikan referensi untuk menulis novel.


"Hmm... Begitu yah, jadi bisa kuanggap ini adalah first date Alachii?" Ucapnya.


"Hmm.. Ntahlah, aku sebenarnya tidak terlalu peduli mau aku anggap apa hari ini, yang pasti hari ini adalah hari yang menyenangkan." Jawabku, sebenarnya aku tidak menggangap hari ini sebagai date, yah kalau Nala beranggapan demikian aku tidak akan menyalahkannya.


"Hmm.. Begitukah." Wajah Nala tampak sedikit murung.


Setelah menunggu kira kira 20 menit, makanan yang kami pesan pun tiba. Sambil makan, aku dan Nala berbincang tentang anime favorit dan manga favorit, anime favoritku adalah, Time Gate, dan manga favoritku adalah One Part, sedangkan anime favorit Nala adalah Magic Basket, dan manga favorit Nala adalah Kaguya-san: War is Love.


Anime dan manga favorit dari Nala itu cerita shoujo aja yah... Ya mungkin masih bisa dibilang wajar sih. Saat aku dan Nala sudah membicarakan apa yang benar-benar kami sukai, aku dan Nala merasa seperti masuk ke dunia sendiri tanpa peduli dengan sekitar lagi, karena kami berdua merasa sangat bahagia ketika ada lawan jenis yang juga mempunyai minat yang sama.


Saat kami berdua selesai berbincang tentang anime dan manga, tanpa kusadari hari sudah makin sore, kamipun memutuskan untuk pulang dan mengakhiri jalan jalan hari ini, kami pun saling melambaikan tangan, wajah Nala yang sangat bahagia nampak dengan jelas di kejauhan, dan aku juga segera pulang.


......................


"Aku pulang" Akhirnya aku sampai juga di rumah, yah perjalanan yang tidak buruk, setidaknya aku berhasil mendapatkan beberapa referensi dan ide untuk menulis,


"Ohh.. Naru nii-chan, selamat datang, bagaimana pergi ngedatenya? Menyenangkan?" Tatapan Aruna yang mengerikan pun aku langsung rasakan saat baru saja pulang.


Aku segera mengeluarkan boneka panda yang kudapat tadi di Arcade, "Nih, buat Aru."


Aruna tampaknya terlihat sangat bahagia dari mata sampai ke hati, aku yakin itu, "Ahhhaaaaa...... Naru onii-chan aku sayang dan cinta onii-chan~~" Dan yaa, wajahnya penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan, aku paham perasaannya diberikan hadiah yang sangat ia sukai dari orang yang dicintainya memang memberikan kebahagiaan yang berbeda.


Dan dengan ini dia pasti akan melupakan apa yang tadi dikatakannya. Kupikir begitu tapi ternyata, "Ohh... Naru nii-chan pintar yahh... Mau membujuk Aru dengan memberikan boneka ini." Wajahnya terlihat seram dan sorotan matanya terasa tajam.


Aku mendekati Aruna dan mengelus elus kepalanya, "Cup cup, kasian adikku yang malang ini ditinggal sendirian di rumah, sekarang kakakmu ini sudah di sini loh, jangan marah dan sedih lagi ya." Ucapku sambil memanjakan Aruna, ya sesekali tidak masalah menurutku memanjakannya seperti ini.


Dan ya, sepertinya Aruna sudah tidak peduli soal aku pergi ke mana dan dengan siapa.


Setelah selesai mandi sore, aku berniat untuk mengchat Nala dan mengatakan terimakasih untuk hari ini, 'Malam Nala, buat hari ini, makasih banyak yahh, baru kali ini aku merasa senang dengan seseorang selain dengan Aithan dan adikku.' Dan kirim.

__ADS_1


Tak perlu menunggu sampai puluhan menit, chatku sudah dibalas, 'Hehehe... Nala malah yang seharusnya berterima kasih ke Alachii karena sudah mau menerima ajakan Nala, dan Nala sangat senang Alachii bisa bersenang-senang hari ini(≡^∇^≡) , Nala pikir Alachii tidak akan suka pergi dengan Nala' Itulah isi chat balasan dari Nala,


Yah aku sangat bersenang-senang hari ini, baiklah waktunya makan malam, dan aku akan menghabiskan malam minggu ini dengan menulis novel....


__ADS_2