
Hari ini, tanggal 11 Juli, aku dan Aithan akhirnya sudah memutuskan untuk pergi ke Jakarta sekarang. Aku dan Aithan akan menginap di sana selama mungkin, sampai hasil pengumuman.
Aku juga sudah berpamitan dengan keluarga ku, Aruna seperti biasanya, dia masih bersifat sangat-sangat manja saat tau, aku akan pergi sekiranya sampai 1 minggu. Ayah dan ibuku tentu saja sudah memberikan izinnya.
Dan ya, berhubung sekarang adalah waktu para murid untuk memilih masuk ke SMA pilihan mereka, jadi para murid masih bisa dianggap mempunyai hari libur, karena semester baru belum dimulai.
Aku sudah berada di rumah Aithan saat ini, kami berdua sudah bersiap berangkat ke tujuan kami, yaitu Jakarta. Kami berangkat pada jam 10:30.
Aku dan Aithan pergi menggunakan mobil ayah Aithan, diantar oleh supir pribadi keluarga Aithan tentu saja. Lalu, kami pun berangkat
Selama di perjalanan aku membicarakan banyak hal dengan Aithan, salah satunya adalah betapa senangnya aku ketika dapat izin untuk mencoba bersekolah di Saibou Inter High School, dan Aithan juga menceritakan banyak hal termasuk beberapa gambarnya.
Setelah 2 jam aku dan Aithan berbincang tanpa henti, akhirnya Aithan pun terdiam, dia tertidur pulas, aku pun ikut tertidur.
......................
Aku membuka mataku, "Uhh... Sudah berapa lama aku tertidur", ucapku dengan nada rendah.
Aku melihat ke arah jendela, dan melihat langit yang sudah mulai gelap. Aku juga melihat banyak sekali mobil di jalan tol, sepertinya sedang terjadi kemacetan yah.
Aku membuka HP ku dan melihat jam, "Sudah jam 5 yah, uhh, aku tertidur lama sekali," ujarku pelan.
Aku melihat ke arah Aithan, dia masih tertidur pulas.
Aku yang tidak tau ingin melakukan apapun memutuskan untuk bermain game di HP ku. Kemacetan ini sepertinya cukup parah, karena aku merasa, mobil hanya dapat melaju dengan kecepatan paling cepat mungkin sekitar 20 km/jam.
Akhirnya setelah aku bermain game selama 30 menit lebih, Aithan pun bangun, yah setidaknya aku punya orang yang bisa kuajak bicara sekarang.
"Uhmm... Apa kita sudah sampai, Al?" tanya Aithan yang baru bangun.
"Yahh, kita terjebak macet, jadi kita belum sampai," jawabku.
"Ohh, macet yah. E-eh, kita terjebak macet!???" Aithan sepertinya sangat terkejut, yah padahal terjebak macet seperti ini adalah hal yang wajar menurutku.
"Kau, tidak perlu sekaget itu juga, lagian menurutku hal ini wajar saja kalau terjadi bukan?"
Aithan terlihat sedikit agak tenang, "Ya, yahh, kau mungkin benar. Pak Edo, kira-kira kita bakal sampe ke Jakarta jam berapa yah?" tanya Aithan. Pak Edo adalah supir pribadi keluarga Aithan.
Pak Edo terlihat berpikir sejenak, "Hmm, kemungkinan kita akan sampai ke tujuan kita pada jam 10 malam, yah itu masih prediksi saya sih, tuan muda," jawabnya.
"Yah, kalau jam 10 saja masih perkiraan, mungkin kita akan sampai ke Jakarta bisa lebih dari itu, begitu kah," ujarku.
"Yap, begitulah, nak Alvaro benar," ucap Pak Edo.
__ADS_1
Aithan tampak kecewa, "Eehhhh, selama ituu?? Kalau selama itu, kita mau ngelakuin apa selama perjalanan??"
"Kruk, kruk," bunyi sesuatu yang sangat nyaring keluar dari perut Aithan. "Ahahaa, btw, kita dari siang belum makan apa-apa kan?? Jadi, sekarang aku benar-benar laparr...."
Pak Edo pun hanya tertawa, "Hahaha, kamu benar-benar lucu, tuan muda, tenang saja, nyonya sudah menyiapkan banyak camilan dan juga lauk dan nasinya, ambil di kursi belakang sana," ujar Pak Edo.
"Assiiik, makan malam," ucap Aithan yang kegirangan.
Aithan pun mengambil sebuah kotak makan yang sangat besar, kotak makan itu diisi dengan beberapa camilan dan juga lauk yang banyak.
Aithan pun dengan lahap memakan beberapa camilan, setelah itu dia pun langsung mengambil 1 porsi nasi.
"Nih, ayo makan bareng, aku tau kau pasti lapar kan??" ucapnya sambil menawarkan makanan yang sedang dimakannya.
"Umm, makan aja duluan, aku makan nanti aja deh, hehe," ujarku yang sedang menahan rasa lapar. Aku sedikit merasa malu saja.
"Heehh, gitu yah, okelah kalau itu maumu," Aithan pun dengan lahap makan di depanku yang sedang lapar.
Aithan sepertinya memang ingin meledek ku, dengan sengaja dia makan berniat menggoda ku untuk ikut makan juga, dia sengaja melahap makanannya dengan suara-suara seperti saat orang mukbang. Itu sedikit membuatku benar-benar ingin makan juga.
"Ayo, ayo, gak usah maluu-malu makan, makan, ada banyak juga nihh," Aithan pun langsung ingin menyuapiku udang goreng tepung.
"Nih, aaaaa, ayo, ayo buka mulutnyaa."
Aithan benar-benar meledek ku. Aku pun langsung mengambil udang yang ada di tangan Aithan lalu aku makan.
"Ahahaha, abisnya kau sok kuat banget."
"Geez."
Karena perut ku yang sudah benar-benar lapar tidak bisa diajak berkompromi, aku pun ikut makan dengan Aithan.
Selesai makan aku dan Aithan pun memutuskan untuk bermain game, kami berdua pun bermain game fps, karena itu adalah game kesukaan ku dan juga bisa dibilang aku dan Aithan adalah duo yang sangat hebat. Dan aku dan Aithan pun berhasil memenangkan game nya di game pertama, niatnya sih hanya ingin main 1 game, tapi melihat keadaan macet yang masih cukup panjang, kami pun melanjutkan bermain sampai 5 match.
Aku pun melihat jam di hpku, saat kulihat saat ini sudah jam 21:22. Setelah terjebak macet selama kira kira 4 jam, setidaknya itu yang aku tahu, kalau yang sebenarnya aku tidak tahu karena ketiduran, akhirnya kami pun sudah tidak terjebak macet lagi.
Mengetahui hal itu, aku dan Aithan pun memutuskan untuk kembali tidur. Akhirnya kami pun tiba di Jakarta, saat ini sudah jam 12.
"Hahahah, ini kah Jakarta itu, ibu kota negara Indonesia," ucap Aithan yang bersemangat ketika bangun dari tidurnya.
"Huhh, sampai juga kita yah," ujarku.
Aku dan Aithan sudah berada di depan apartemen yang akan ditinggali selama 1 minggu ke depan. Pak Edo pun ikut membantu memindahkan barang bawaan kami. Akhirnya setelah selesai membereskan barang bawaan aku dan Aithan, Pak Edo berniat untuk langsung pulang, tapi berhubung saat ini sudah sangat larut kupikir lebih baik untuk menginap bersama aku dan Aithan di hari ini.
__ADS_1
Setelah selesai membereskan barang bawaan pun langsung bersantai di kamar. Karena kami hanya memesan 1 ruangan di apartemen ini yang hanya memiliki 1 kamar, aku dan Aithan berbagi satu kamar tidur, yang dilengkapi dengan dua kasur, di mana aku tidur di kasur atas dan Aithan tidur di kasur bawah.
Tak lama setelah aku bersantai di atas kasur ku, aku mengantuk lagi dan kembali tertidur.
......................
Pagi pun tiba, aku yang biasanya bangun jam 5 saat ini terbangun di jam 8. Aku yang sedikit kaget karena melihat jam langsung turun dari kasurku, aku langsung menuju ke ruang tamu tamu. Di sana, aku melihat Aithan yang sedang duduk bersantai di sofa sambil memakan camilan.
Lalu, Aithan melihat ku, "Yoo, udah bangun kahh tukang tidur."
"Uhh, ini pertama kalinya dalam hidupku bangun setelat ini," jawabku.
"Hahahah, sudahlah gimana kalau kita keliling sekitar sini, sekalian liat-liat daerah sini," ajaknya.
"Ayolah, aku juga sedang ingin jalan-jalan," jawabku.
......................
Kami berdua berjalan-jalan di sekitar apartemen. Langit cerah dan sinar matahari pagi yang hangat menyapa kami saat kami melangkah keluar. Udara segar dan sejuk menyelimuti kami saat kami berjalan menyusuri jalan-jalan yang tenang. Di sekitar kami, kami melihat deretan gedung-gedung modern dan pepohonan yang rindang.
Suasana di sekitar terasa hidup dengan kegiatan penduduk yang mulai beraktivitas. Terdengar bunyi klakson kendaraan yang lalu lalang di kejauhan, dan aroma kopi dari kedai-kedai di pinggir jalan menggoda indera kami. Kami berdua menikmati momen ini, bersenang-senang dan berbicara sambil melihat-lihat toko-toko dan tempat-tempat menarik di sekitar.
"Hey Al, mau beli sesuatu gak sebelum kita pulang?" tanya Aithan.
"Hmm, kau mau beli apa sebelum pulang?"
"Gimana kalau kita beli takoyaki?" tanya Aithan yang sedikit bersemangat.
"Ayo deh, di sana ada tuh toko takoyaki," ucapku sambil menunjuk ke arah toko takoyaki yang cukup ramai.
"Ayooo!"
Lalu, kami pun langsung menuju ke arah toko dan mengantre sambil menunggu giliran kami. Tak lama, kami pun sudah membeli takoyaki, dan langsung kembali menuju ke apartemen.
Kembali di apartemen, aku dan Aithan duduk di ruang tamu sambil menikmati takoyaki yang dibeli tadi.
"Takoyaki ini, enak juga yah," ucapku sambil mengunyah takoyaki.
Aithan mengangguk setuju, "Yah, kau benar pantas saja tokonya cukup ramai tadi."
"Besok gimana kalau kita ke Saibou Inter High School? Sekalian keliling di sekitar sana," ajak Aithan.
"Yah, boleh juga sih, aku juga ingin lihat-lihat Saibou Inter High School dari dekat," ucapku.
__ADS_1
"Okee, kalau gitu udah diputuskan yah," ujar Aithan dengan antusias.
Lalu hari itu pun berakhir dan kami berdua pun bersenang-senang di hari kedua kami di Jakarta, dan aku berharap banyak hal hebat yang akan terjadi selama aku di Jakarta.