
Siall... Apa, sampai sini saja kah???
Langit di luar pun mulai gelap, dan hujan mulai turun, aku sudah hampir kehabisan perlawanan ku untuk saat ini.
Tetapi saat aku melihat Aruna, ia tersenyum kecil untuk menyemangati ku, aku pun mendapat sedikit keberanian karena hal itu.
Ibuku masih memberikan tatapan tajam ke arah ku, tetapi aku tidak boleh menyerah sampai sini, aku mencoba menenangkan diri ku, "Ibu, walaupun aku gagal mendapat juara 3, pada akhirnya aku tetap ingin menjadi seorang novelis, aku akan membuktikannya!" ucapku dengan sedikit percaya diri dan bersemangat.
Ibuku makin terlihat tidak ragu, dia sangat tidak yakin kalau aku bisa menjadi seorang novelis, keraguannya sangat nampak jelas terlihat di mata dan ekspresinya, "Ohh.. Kamu benar-benar yakin yah??"
Aku tetap mencoba untuk percaya diri, "Tentu saja, aku sangat yakin kalau aku bisa meraih impianku, setidaknya izinkan aku untuk bersekolah di Saibou Inter High School terlebih dahulu."
Meskipun aku mencoba menunjukkan keyakinan dan tekadnya, ibuku masih belum yakin dengan keputusanku.
Ibuku mengeluarkan suara ragu, "Alvaro, ibu tidak tahu apakah keputusanmu ini benar. Saibou Inter High School adalah sekolah bergengsi dan persaingan di sana mungkin sangat sulit. Apa kamu yakin bisa bertahan di sana???"
Ibuku benar-benar sangat meragukan diriku, "Aku, akan berusaha semaksimal mungkin, aku pasti bisa bertahan di sana!" seru ku.
"Memangnya kamu punya bakat??" pertanyaan ini sangatlah benar-benar langsung bisa membuatku sedikit ragu, tetapi karena Akira-Sensei sudah mengakui kalau aku berbakat, aku menjadi semakin percaya diri.
"Tentu saja, aku yakin kalau aku berbakat, walaupun aku tidak mempunyai bakat yang luar biasa, tetapi aku masih yakin kalau aku masih memiliki bakat dalam penulisan novel!" aku melihat langsung ke arah mata ibuku, mataku dipenuhi dengan kepercayaan diri yang kuat.
Tetapi, ibuku masih saja menentangnya, lalu kami terus berdebat, argumen demi argumen perasaan demi perasaan. Aku mencoba meyakinkan ibuku tentang keinginan ku yang sangat ingin ku capai.
Setelah kami cukup lama berdebat, akhirnya ibuku memutuskan sesuatu, ia menghela nafas terlebih dahulu, "Huhh... Yah, kalau kamu benar-benar memaksa, ibu rasa, ibu tidak akan langsung memberimu izin, bicarakan hal ini dengan ayah mu terlebih dahulu, kalau ayahmu setuju, ibu juga akan setuju," ucapnya.
Berarti dengan begini, aku hanya perlu berbicara dengan ayah, yah walaupun mungkin akan sangat sulit, tapi, ini wajib dicoba, kesempatan seperti ini tidak akan pernah datang 2 kali.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membicarakan hal ini dengan ayah," jawabku.
Lalu, aku kembali ke kamarku dengan membawa piagam ku, dan bersiap untuk berbicara dengan ayahku nanti malam.
......................
Jam makan malam pun tiba, dan ayahku pun sudah tiba di rumah. Aku pun turun ke bawah, menuju meja makan dan duduk di tempat makanku.
"Jadi, ayah," aku pun membuka percakapan, berusaha untuk tetap tenang meski hatiku berdegup dengan cukup kencang.
Suasana saat itu terasa tegang, seolah ada beban besar di ruangan itu. Tatapan tajam dan tenang dari ayahku mengguncang hatiku, membuatku berdebar semakin cepat. Tetapi, aku tau, aku harus bisa menghadapi semua ini untuk bisa menjadi apa yang kuinginkan.
"Ayah sudah dengar dari ibumu, kamu, tetap memaksa untuk menjadi penulis yah?" tanya ayahku dengan suara serius.
Gugup melanda diriku, dan aku merasa napasku tersengal-sengal. Aku memilih untuk berdiam diri selama dua menit, mencoba menenangkan diri sejenak sebelum menjawab.
Ayahku juga terlihat sangat tidak setuju tentang impian ku sendiri, ayahku sepertinya akan lebih sulit untuk diajak bicara dibandingkan dengan ibuku, ini menyebalkan.
"Tapi, Nak, apakah kamu benar-benar siap untuk memulai semuanya dari awal? Kamu harus memikirkan dengan matang konsekuensi dari memilih jalur menjadi penulis novel. Bagaimana dengan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari bisnis keluarga ini? Tidak usah diragukan. Kamu tahu bahwa sukses sebagai pengusaha adalah jalan yang lebih pasti dan lebih stabil daripada menjadi seorang penulis," ujar ayahku dengan suara penuh perhatian.
Tapi, Ayah, kebahagiaan dan kepuasan pribadi juga sangat penting bagiku. Aku ingin mengikuti keinginanku dalam menulis dan mengeksplorasi kreativitasku. Ya, bisnis keluarga mungkin menjanjikan keuntungan finansial yang lebih cepat, tetapi apakah aku akan merasa benar-benar bahagia dan terpenuhi di dalamnya? Aku ingin menggapai sesuatu yang lebih dari sekadar uang, Ayah," jawabku mencoba untuk membujuk ayahku.
Setelah perdebatan yang panjang dan tegang, aku dan ayahku terus saling mempertukarkan argumen dan pendapat. Aku tidak ingin menyerah begitu saja dan mencoba meyakinkan ayahku tentang keinginan ku.
"Aku mengerti, ayah, bahwa bisnis keluarga ini sangat menjajikan untuk finansial, tetapi, pada akhirnya aku akan tetap memilih apa yang sudah menemaniku semenjak kecil, aku ingin membuat novelku sendiri, masalah terkenal atau tidaknya aku benar-benar tidak memedulikan itu, kalau novelku berhasil terbit lalu terkenal, aku pasti akan menjadi orang yang sangat bahagia, aku yakin itu!" ucapku dengan penuh tekad.
Ayahku menghela nafas, lalu menatapku dengan serius, "Kamu benar-benar sangat keras kepala yah, sangat mirip seperti ayahmu ini," ucapnya dengan santai.
__ADS_1
"Apa, maksudnya itu???" aku sedikit kebingungan dengan apa yang diucapkan ayahku.
Ayahku tidak menjawab apa yang aku tanyakan, "Baiklah, ayah akan mengizinkan mu menjadi penulis novel, dengan syarat, kamu harus masuk Saibou Inter High School itu lewat ujian masuknya, ayah dengar ujian masuknya sangat sulit, jadi kalau kamu berhasil, ayah akan mengakui kamu, dan mungkin satu lagi syaratnya, dalam 3 tahun di sana, kamu harus debut, dan harus mempunyai setidaknya 1 novel yang diterbitkan," ucapnya.
Aku... Pasti bermimpi yah, ini pasti mimpi kann.. Aku, berhasil membujuk ayahku, aaahhh, ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan...
Aku hanya tersenyum saat itu, dan mungkin Aruna menyadari kalau aku tersenyum, saat aku lihat ke arah Aruna, sepertinya dia ikut senang.
Tetapi, aku tidak boleh senang hanya karena ayahku mengizinkan ku saja, aku harus berhasil masuk ke Saibou Inter High School dan menerima tantangan dari ayahku!
"Baiklah, akan aku terima tantangan itu, akan aku buktikan kalau aku pasti bisa!" ucapku, tersenyum dengan tekad yang sangat kuat.
"Ingat, kalau kamu gagal diterima di Saibou Inter High School jalur ujian masuk, kamu harus menjadi apa yang kami inginkan," ucap ayahku dengan serius.
"Tentu saja, akan aku buktikan kalau bisa," ucapku.
Tetapi apa yang dikatakan ayahku sebenarnya bisa sedikit menjadi beban patokan ku untuk benar-benar berhasil masuk ke Saibou Inter High School.
Lalu suasana pun menjadi tenang dan kami semua pun menghabiskan makan malam.
......................
Aku pun kembali ke kamar dengan sedikit senang, aku akhirnya bisa mulai fokus dengan apa yang aku inginkan dari dulu. Aku mengecek hpku, dan melihat ujian masuk dari Saibou Inter High School akan dimulai kapan, dan setelah ku lihat, itu akan dimulai tanggal 13 Juli nanti, jadi aku harus bersiap-siap sampai hari itu, aku hanya punya waktu kurang lebih 1 minggu dari sekarang untuk fokus belajar tentang dunia kepenulisan.
Tak lupa, aku memberi tahu Aithan tentang ini, dan sepertinya dia juga merasa sangat senang saat tahu aku diizinkan untuk mencoba menjadi novelis.
Aku.. Harus berhasil!!
__ADS_1