Zalfa And Mafia

Zalfa And Mafia
Boleh Aku mulai Sekarang Sayang


__ADS_3

"Tante....Tan"Teriak Celine mencari keberadaan tantenya.


"Aduh Celine ada apa sih???.Kenapa pake teriak teriak segala???.Emang kamu pikir Tante budek apa???".Sungut Dara pada keponakan.


"Celine tuh lagi kesel Tan.Pokoknya kita harus segera bertindak sebelum si ****** sialan itu semakin semena mena sama kita".Celine sepertinya sedang kembali meradang.


"Kamu tenang aja,Tante sudah punya rencana untuk itu".Sahut Dara santai dan membuat Celine langsung senang.


"Benarkah???.Uh,Tante memang bisa di andalkan.Tidak sia sia bisa jadi Nyonya besar Keluarga Castano".Puji Celine sambil memeluk Dara.


"Dan kalau rencana Tante ini berhasil kamu bakalan miliki Kris sepenuhnya".Lirih Dara tersenyum licik.


"Really???".Tanya Celine tak percaya.Dan Dara langsung menganggukkan kepalanya.


"Oh...Thank you Tante sayang".Peluk Celine saking senangnya.


"Tapi,apa rencana Tante kali ini????".


"Nanti juga kamu tahu sendiri.Dan sekarang lebih baik kita segera keluar karena sudah waktunya makan malam.Jangan buat Kris marah karena kita telat Kemeja makan".Dara menarik tangan Celine untuk keluar kamarnya dan segera menuju meja makan.


Sedangkan didalam Kamar Zalfa masih saja cemberut sambil menahan kesal plus rasa malunya pada Kris.Tapi pria itu hanya bersikap santai tanpa muka bersalah atau pun tanpa dosa sama sekali.


"Sudah waktunya makan malam.Ayo kita turun!!!".Ucap Kris sambil mematikan laptopnya dan ia beranjak dari atas ranjang.


Zalfa hanya melirik sekilas tanpa berniat menjawab ucapan Kris.


"Kenapa masih diam disitu???.Apa kau tidak lapar???".Tanya Kris datar.


"Aku tidak mau makan kebawah.Dan satu meja dengan para siluman itu".Jawab Zalfa ketus.


"Siluman???".Ulang Kris sedikit bingung.


"Iya dua siluman yang kau pelihara dimension ini".


Kris mengerutkan keningnya masih belum paham akan ucapan Zalfa.Terlihat Zalfa menarik nafasnya dalam.

__ADS_1


"Kekasih dan ibumu itu mereka memang pantas menjadi siluman dibandingkan seorang manusia"Celetuk Zalfa sinis.


"Ah,ayolah wanita itu bukan ibuku sayang.Dan untuk Celine aku bisa mengusirnya dari mension ini jika kau mau???".Kris menyeringai


Membuat Zalfa menatap wajah Kris."Apa kau serius mau mengusir Dia dari mension ini????".Zalfa bertanya seakan tidak percaya akan ucapan Kris.


"Tentu.Tapi ada syarat yang harus kau bayar untukku".Kris memang pandai menguasai suasana.


Zalfa menaikkan alisnya.Ternyata berurusan dengan Kris memang sangat menguras pikiran dan tenaganya.


Kris berjalan mendekati Zalfa yang masih duduk di sofa.Lalu Kris membisikkan sesuatu ditelinga Zalfa."Kau harus rela memuaskan suamimu ini sayang!!!.Karena kita sudah lama tidak melakukannya".Bisik Kris dengan menggigit kecil telinga Zalfa.


Hingga membuat Zalfa meremang"Kau gila Kris".Bentak Zalfa sambil mendorong pelan dada bidang Kris."Syarat macam apa itu???.Aku tidak mau"Tolak Zalfa bergidik ngeri.Zalfa tidak bisa membayangkan jika pusaka Kris yang sangat tidak bisa diterima oleh akal sehatnya itu sampai harus menyentuh miliknya.Zalfa memang polos dalam hal yang begituan tapi bukan berarti Zalfa tidak mengerti apa yang dilakukan pasangan suami istri.


"Kenapa kau selalu menghindar Hm???.Bukankah kita ini suami istri???.Dan apa salah jika aku meminta Hak ku sebagai suami pada istrinya???".Tanya Kris sambil terus mendekatkan diri pada Zalfa yang sudah berdiri sejak tadi.


"Tidak...Aku tidak menghindar.Aku sedang ada tamu bulanan".Bohong Zalfa gugup karena Kris semakin menghimpit tubuhnya.


"Benarkah????".Kris sepertinya tidak bisa di tipu


Kris melihat dan menatap tubuh Zalfa seperti singa kelaparan.Membuat Zalfa semakin was was dan takut.


"Apa yang ingin kau lakukan Kris????".Lirih Zalfa sambil berusaha bangkit namun sia sia.


Kris sudah menindih dan mengunci pergerakannya."Aku sudah tidak tahan sayang".Bisik Kris lalu tanpa izin Kris sudah menyambar bibir tipis milik Zalfa dan walaupun Zalfa masih berontak tapi bukan Kris namanya jika mudah menyerah.


Tangan Kris satunya sudah bergerak nackal meremas dan meraba gunung cintal Zalfa.Membuat Zalfa merasakan sesuatu yang berbeda ketika disentuh dan diremas oleh Kris.Tak hanya disitu Kris terus menurunkan ciumannya.Hingga mengabsen daerah leher Zalfa semakin lama semakin turun.


Dan ketika tak ada gerakan berontak lagi dari Zalfa Kris langsung menarik paksa penutup milik Zalfa dibawah sana.Karena permainan Kris pada dua gundukan dan gerakan lembutnya.Membuat Zalfa tidak sadar jika saat ini ia sudah setengah Polos.Kris tersenyum senang.


Dan entah sejak kapan Kris pun sudah ikut menanggalkan pakaiannya.Satu lenguhan Zalfa membuat Kris semakin bersemangat.Pria itu dengan nakalnya sudah menyentuh dan perlahan memasukkan jarinya pada milik Zalfa.


"Kris...."


Lirih Zalfa tak tahan,dan sungguh ini rasa yang aneh dan baru pertama kalinya Zalfa rasakan.Membuatnya lupa diri,Separuh akal sehatnya ingin menghindar tapi respon tubuhnya menginginkan lebih.Kris tak tinggal diam ia terus menggerakkan dan menarik dan memasukkan sesuai yang ia inginkan.Membuat Zalfa kembali melenguh nikmat.

__ADS_1


"Kris....hentikan aku ingin pipis!!!".Lirih Zalfa sambil menahan sesuatu.


"Keluarkanlah sayang".Sahut Kris dengan suara beratnya.


"Akhh...."


Zalfa akhirnya mendesah ketika Kris dengan tau tau sudah memainkan lidahnya dibawah sana."Kenapa sayang???".Tanya Kris ketika Zalfa menarik rambutnya.


"Cukup Kris !!!".


"Kau mau berhenti,hm????".


Zalfa dengan cepat menganggukkan kepalanya.Sungguh ia tak mau jika lebih dari ini.Walaupun tubuhnya menginginkan sesuatu yang lebih.Kris menyeringai licik,


"Tanggung sayang.Ini sudah basah".Jawab Kris lalu kembali memberikan rangsangan pada milik Zalfa.


"Oh....****".Upat Zalfa ketika ia sudah benar benar tidak tahan akan permainan Kris dibawah sana.


"Lakukan Kris aku sudah tidak tahan!!!!".Ucap Zalfa pasrah tentu saja hal itu membuat Kris senang bukan kepalang.Ia langsung tersenyum pongah dan mensejajarkan tubuhnya.


"Ini mungkin akan sedikit sakit sayang.Tapi aku akan pelan pelan".Bisik Kris karena Iya tahu bahwa ini yang pertama kali nya untuk Zalfa.Tapi Zalfa sudah tidak mampu untuk menjawab karena terlalu menikmati sentuhan Kris.


Kris kembali menyambar bibir Tipis itu.Dan tangannya ikut menyentuh dan bermain pada ujung benda sintal milik Zalfa.Tapi pusaka nya terus bergerak bergesekan dengan serambi lempit Zalfa.Hingga...


"Akhhhh...."


Rintih Zalfa merasakan sesuatu robek dibawah sana.Dan ditembus dengan benda besar nan panjang itu.Hingga memenuhi Goanya.


"Oh...Shittt".Upat Kris begitu ia merasakan nikmatnya seorang perawan.


Kris menjeda kegiatannya melihat wajah Zalfa yang masih sedikit meringis.Dan Kris mengecup kening,mata,dan bibir Zalfa secara lembut.Serta Kris juga menghapus sisa cairan bening di ujung mata Zalfa.


"Boleh aku mulai sekarang sayang!!!".


TBC

__ADS_1


__ADS_2