Zalfa And Mafia

Zalfa And Mafia
Memangnya Siapa kau


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.Jack langsung menerima pesan dari anggotanya.Jika saat ini para anggota musuhnya mulai bergerak.


"Kris mereka sudah mulai bergerak.Dan sekarang sudah ada beberapa orang yang sudah menuju mension".Seru Jack sambil menatap layar laptop nya.


"Saatnya beraksi".Sambung Abi yang sudah tidak sabaran untuk berolahraga memperlihatkan kehebatan nya yang sudah ia latih beberapa bulan ini tanpa sepengetahuan Kris dan Jack.


"Tetap Awasi mereka!!!.Jika ketuanya sudah mulai menampakkan batang hidungnya baru kita masuk!!!".Perintah Kris dengan seringai licik diwajahnya.


"Baik Kris".Sahut Jack paham.


Sedangkan didalam mension Ema yang masih saja menyamar sebagai Zalfa.Saat ini sedang berbaring di kamar milik tuan dan Nyonya nya.Karena sesuai perintah jika mereka akan menjebak para musuh tuannya agar bisa masuk kedalam Mension.


Dengan degupan jantung yang semakin cepat Ema berusaha mengontrol dirinya.Karena sungguh sebenarnya saat ini ia sangat gugup dan takut.Apalagi didalam kamar itu juga ada pria lain yaitu salah satu anggota Kris yang tak lain adalah orang kepercayaan Mark.Yang ditugaskan khusus untuk menjaga Ema oleh Kris tentunya dengan seizin Mark juga.


"Ya Allah,jika memang ini hari terakhir hamba untuk hidup maka hamba minta jangan sampai hamba mati dengan sangat mengerikan".Guman Ema sambil meremas ujung selimutnya.


Membuat Reza anggota Manggelengkan kepalanya.Ia dapat melihat dengan jelas jika saat ini Ema sangatlah ketakutan."Dasar lemah".Batin Reza sinis.


Dor...dor...


Suara tembakan mulai terdengar ditelinga.Membuat Ema semakin gugup dibuatnya.Tapi ia tetap berusaha setenang mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan oleh klan tuannya.


Sedangkan rombongan Kris masih menjadi penonton saja saat ini.Karena anggotanya yang berada di mension masih bisa menangani para anggota musuhnya.


"Dia sudah datang Kris".Seru Jack yang melihat dari layar laptopnya yang terhubung langsung dengan cctv di mension Kris.


"Ah... Shitttt".Upat Kris saat cctv di mension terlihat gelap.


"Serang sekarang!!!".Perintah Kris tegas.Membuat Abi dan para anggotanya langsung membentuk formasi dan sesuai arahan Kris mereka semua menyebar disetiap penjuru mension.Sedangkan Jack tetap berada didalam mobil untuk mengawasi para musuh lewat layar laptop yang masih terhubung.


Dor....dor....dorrrr....


Aksi tembak menembak berlangsung sengit antara anggota Kris dan para anggota musuhnya.Membuat Abi dan Kris pun ikut membabi buta seakan haus akan darah.

__ADS_1


"Bos...kita dijebak".Ucap salah satu anggota klannya Kris.


"Sial".Upat pria bertopeng itu geram karena sudah masuk jebakan Kris.Apalagi ia bisa melihat jika para anggotanya sudah banyak yang tumbang akan amukan anggota Kris.


"Bawa wanita itu cepat pergi dari sini!!!!".Seru pria bertopeng itu.


"Baik Bos".Anggota pria itu pun langsung masuk kedalam kamar yang dihuni Zalfa dan Kris.


Tapi begitu pria itu masuk ia langsung diserang oleh Reza yang sejak tadi sudah berada didalam kamar bersama Ema.


"Brengsek".Upat anggota klan Kris sambil melakukan perlawanan terhadap Reza bahkan ia berusaha melukai Reza dengan pisau yang ada ditangannya.


Srettt....


Pisau itu tepat mengenai lengan pria itu dan merobek jaket kulit nya."AW..."pekik Ema saat melihat darah segar keluar dari lengan klan Kris itu.


Reza yang menoleh melihat Ema karena terkejut Ema terluka oleh anggota yang lain.Nampak membuat pria itu mempunyai sela untuk membalas Reza.


Srettt...Bugggg...


"Jangan bergerak!!!".Cegah Reza saat Ema ingin mendekatinya."Sembunyi dibelakang ku!!!".Sambung Reza sambil menarik Ema kebelakang punggungnya.


Ema hanya bisa menurut pasrah serta ketakutannya semakin dalam saat melihat aksi tembak menembak dan sayatan benda tajam para orang orang diluar sana.Saat Reza membawanya keluar kamar.


"Bos...Wanita itu bukan Nona Zalfa".Bisik salah satu anggota klan Kris.


"Sial...Kita tertipu.Dimana wanita sialan itu???".Geram pria bertopeng itu kesal bahkan ia sangat murka saat tahu jika misinya sudah bocor dan gagal total.


"Kenapa Herdi???.Apa kau terkejut???".


Deg....


Pria itu menatap heran dan terkejut saat Kris menyebutkan namanya.Dengan kata lain selama ini Kris sudah tahu jika ia adalah dalang dari semua kehancuran keluarga Kris.

__ADS_1


"Kau tidak usah berpura pura lagi sekarang!!!. Bukalah topengmu dan perlihatkan wajah busukmu itu!!!".Bentak Kris penuh penekanan.


Membuat pria itu terkekeh,dan langsung melemparkan topeng yang biasa ia pakai saat bersama anggotanya."Ternyata aku sudah salah mengira.Jika seorang Kris bukanlah orang yang mudah ditipu dan diperdaya".Seru Hengki sambil tertawa terbahak bahak.


"Dimana kau sembunyikan keponakan ku Kris???".Tanya Hengki geram karena ia salah mengambil langkah.


"Keponakan yang mana Hengki???.Bukankah kau sudah melenyapkan salah satunya".Sindir Kris dengan santainya bahkan Kris saat ini sudah duduk disalah satu sofa sambil memainkan pistolnya.


"Ya,sepertinya sekarang aku sudah tidak perlu basa basi lagi dengan kalian".Ucap Hengki sambil tersenyum."Berikan Zalfa padaku dengan cara baik baik atau aku akan merebutnya paksa!!!".Sambung Hengki dengan sangat percaya diri.


"Cih...Memangnya siapa kau???.Berani memerintahku begitu.Zalfa istriku sedangkan kau orang asing yang gila harta dan rela operasi wajah hanya untuk menguasai harta kekayaan keluarga Zuu".Seru Kris sambil tersenyum licik.


"Kau sudah salah berurusan denganku Hengkipalsu".Sentak Kris sambil menyeringai licik."Berikan Hengki asli dan katakan Dimana kau sembunyikan mayat Zilfa!!!.Maka kau akan ku ampuni!!!".Ucap Kris tegas


"Hahaa,,,jangan mimpi!!!".Sentak Pria itu sinis.Langkahi dulu mayatku jika ingin mereka kembali".Tantangnya dengan santai.


Tak... blusss...


"Ah..."Ringisan kesakitan saat sebuah benda tajam menancap sempurna tepat didada pria itu.Membuat Kris langsung membelalakkan matanya.Dan menoleh kebelakang.


"Mark".Teriak Kris saat melihat Mark lah pelakunya.


"Apa yang kau lakukan Mark???.Dia belum membuka mulutnya".Sentak Kris geram akan kelakuan Mark yang langsung membunuh pria setengah baya itu yang mengaku sebagai paman dari istrinya.


"Dia tidak berguna lagi Kris.Karena ia hanya wayang yang dimainkan oleh dalangnya".Ucap Mark santai.


Sedangkan pria itu sudah terkapar tak bernyawa lagi dan jatuh dilantai dengan bersimbah darah.Ema sampai melotot sempurna melihat aksi Mark tadi.Dan para anggota herdi palsu saat ini sudah di urus oleh anggota Mark dan Kris.


"Apa maksud mu Mark???".Tanya Kris bingung.


"Kau itu memang sudah kemah Kris".Cibir Mark sinis."Kepala mereka masih dalam persembunyian dan itu tugas kita untuk menangkapnya".Ucap Mark sambil melangkah pergi meninggalkan Mension.


"Bagaimana dengan istriku???.Siapa yang menjaganya???".Teriak Kris mulai frustasi saat tahu Mark malah datang ke mension.

__ADS_1


"kakak ipar aman bersama Jacob".Teriak Mark sambil memakai helm nya karena ia tadi ke mension dengan menggunakan motor kesayangan nya.


__ADS_2