Zalfa And Mafia

Zalfa And Mafia
Penyamaran Ema


__ADS_3

"Nyonya anda sudah siap???".Tanya Ema pada Zalfa.Karena saat ini mereka berdua sedang ada dikamar Zalfa dan sudah berganti pakaian untuk melancarkan misinya untuk mengelabuhi para musuh musuh Suaminya.


"Ya aku sudah siap Ema".Jawab Zalfa yakin.


"Mari Nyonya kita turun sekarang!!!.Karena kita sudah ditunggu dibawah".


Ema membantu Zalfa membukakan pintu kamarnya dan mengikuti langkah nyonya nya untuk turun kelantai bawah dengan menggunakan lift.Sesampainya mereka dibawah dua orang kepercayaan Kris sudah sipa menunggu kedatangan nyonya nya.


"Mari Nyonya ikuti kami!!!".Ucap salah seorang pria.


Zalfa menatap Ema dan Ema dengan yakin menganggukkan kepalanya."Pergilah Nyonya!!!".Ucap Ema sambil tersenyum.


"Jaga dirimu baik baik Ema!!!.Maaf sudah merepotkan mu!!!".Ucap Zalfa tulus.


"Jangan pikirkan itu Nyonya!!!.Saya bisa jaga diri saya sendiri.Lagian disini banyak anggota tuan".Sahut Ema sambil tersenyum.


"Terimakasih Ema".Lagi lagi Zalfa seperti tidak tega membiarkan Ema berada dalam bahaya hanya untuk melindungi dirinya dan menyelamatkan nyawanya dari incaran para musuh.


"Sama sama Nyonya".Jawab Ema sambil tersenyum.Membuat Zalfa menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah pergi di ikuti oleh satu pria dibelakang dan satu lagi didepan Zalfa.


Sedangkan Ema pun ikut melangkah keluar tapi lewat jalan depan bukan jalan samping seperti yang dilakukan Zalfa dan anggota tuan nya tadi.


Ema juga memakai pakaian Zalfa lengkap dengan bantal hamil untuk mengganjal perutnya.Ema pun memakai kerudung untuk menutupi wajahnya.Lalu Ema masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan mension.


Disaat bersamaan mobil lain yang membawa Zalfa pun ikut melaju tapi lewat jalan rahasia yang memang sudah disiapkan khusus untuk menyelamatkan diri disaat kondisi genting.


"Apa Ema akan baik baik saja???".Tanya Zalfa pada Anggota Kris.


"Tentu Nyonya.Jangan khawatir kan dia!!!".Jawab salah satu pria itu


Zalfa hanya menghela nafasnya.Ia sebenarnya tidak tega membiarkan Ema celaka dalam bahaya demi menyelamatkan diri nya.Tapi,ia juga tidak punya pilihan karena saat ini kondisi Zalfa sedang hamil besar.Tidak mungkin ia juga ikutan bertarung mati matian bersama suami dan anggota suaminya saat musuhnya menyerang nanti.

__ADS_1


"Bantu Mommy doakan aunty Ema ya sayang!!!".Lirih Zalfa sambil mengelus perutnya lembut.


Sedangkan di dalam mobil yang berbeda Ema bersama anggota yang membawanya tadi nampak tersenyum karena mereka berhasil mengecoh para musuh tuannya.Mereka juga dapat melihat jika saat ini mobil mereka pun sedang di ikuti dari arah belakang.


"Sepertinya kita berhasil".Ucap Ema senang.


"Belum tentu".Sahut Salah satu anggota Kris


Ema nampak mengerutkan keningnya tidak paham akan jawaban pria itu yang saat ini masih fokus pada setir kemudinya.


"Musuh tuan itu banyak.Ada dimana mana.Mungkin mobil yang dibelakang kita di ini hanya salah satu dari mereka saja"Ucap pria itu karena paham akan maksud dari tatapan Ema."Makanya kita tidak boleh senang dulu ataupun lengah sedikit pun.Kalau tidak mau kecolongan".Sambungnya lagi


"Ya,kau benar tuan".Sahut Ema sedikit kesal karena pria yang ada dihadapan nya saat ini benar benar datar dan ketus.


🌿🌿🌿🌿🌿


Zalfa yang sudah tertidur sejak beberapa saat yang lalu karena perjalanan dari mension menuju apartemen Mark sangatlah jauh.Memakan waktu sekitar 30 menitan.Membuat Bumil satu ini kelelahan dan merasa ngantuk.


"Tunggulah disana.Dan jangan coba coba berani menyentuh istriku!!!".Perintah Mark dengan ancamannya


"Baik tuan".


Dan tak berselang lama ternyata Kris sudah ada di Basemen karena tadi ia sudah turun untuk menjemput kedatangan istrinya.Kris langsung menghampiri mobil mewah yang membawa istri dan calon baby nya.


Kris langsung menggelengkan kepalanya melihat sikap Zalfa yang masih saja tidak terusik saat tubuhnya di angkat olehnya.Dan di bopong menuju kedalam Apartemen.


"Sayang...Kenapa kau tidur seperti orang pingsan saja".Ledek Kris sambil mengecup bibir istrinya.Karena gemas dan tidak tahan melihat bibir tipis sensasional itu sejak tadi.Tapi masih tak membuat Zalfa terbangun .Membuat Kris semakin gemas saja akan tingkah istrinya saat ini.


Kris merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang empuk didalam salah satu kamar yang ada di Apartemen Mark itu.Kris terkekeh geli karena istri cantiknya itu masih saja tidak sadar jika saat ini ia sudah pindah tempat tidur.Zalfa masih saja memejamkan matanya dengan damai malah wanita itu mendengkur.


"Kau benar benar menguji imanku sayang".Lirih Kris sambil ikut berbaring disamping istrinya.Mengecup dan mencimu leher jenjang sang istri.

__ADS_1


Istri yang sudah ia sangat rindukan selama seminggu ini.Bahkan ia sudah tidak sabar merengkuh kenikmatan diatas ranjang saat ini.Berbagi peluh dengan wanitanya,menghabiskan malam bersama dengan raungan dan erangan panjang yang diiringi peluh kenikmatan.


Tapi Kris berusaha menahan diri agar tidak kelepasan.Karena saat ini waktunya sangat tidak tepat.Ia harus segera membereskan para musuhnya terlebih dahulu agar hidupnya bisa sedikit lebih tenang.Setidaknya hingga istrinya melahirkan dan baby nya selamat.


"Istirahat lah sayang!!!.Tunggu aku kembali!!!".Bisik Kris lalu mencium kening dan bibir istrinya secara bergantian.


Setelah itu Kris beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menemui anggotanya yang ada diluar kamar.


"Kris...Tuan..."Ucap Jack dan anggotanya yang ada diruangan tamu


"Bagaimana,apa semuanya sudah siap???".


"Beres Kris.Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerang".Sahut Jack dengan semangat.


"Bagus...Kabari yang lainnya!!!.Kita berangkat Satu jam lagi".


"Baik tuan".


"Jack...Apa Abi masih tetap diperusahaan???".


"Abi sudah dalam perjalanan kemari Kris.Ia sudah mengecoh musuh dengan pura pura tetap berada didalam ruangan kerjanya".Jawab Jack sambil tersenyum karena Abi benar benar bisa di andalkan dan ahli dalam mengecoh musuh.


"Anak itu memang pantas menjadi titisan Mark".Celetuk Kris sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu memang cita cita Abi Kris ingin masuk kedalam anggota nya Mark".Sahut Jack sambil terkekeh.


"Yah,kau benar Jack.Abi memang sudah tak waras,karena mau mengikuti jejak Mark adikku yang gila itu".Cibir Kris tak habis pikir banyak juga anggotanya yang malah tampak takjup dan memuja seorang Mark yang menurut Kris kelakuan nya diluar nalar itu.


"Kau saja yang mulai lemah Kris".Ledek Jack sambil menepuk bahu Kris


"Aku sudah tidak muda lagi Jack.Sudah saatnya aku pensiun dari dunia hitam ini.Aku tidak mau anak dan istriku ikut menjadi korban nantinya".

__ADS_1


TBC


__ADS_2