
"Dimana dia???".Tanya Kris pada Abi saat ia tiba di markas Mark.
"Ada diruangan bawah tanah Kris".
Kris pun langsung melangkah ruangan dimana ia akan melihat wajah klan nya selama ini.Wajah orang yang sudah mendalangi semua masalah yang terjadi di kehidupan nya.Bahkan dalang dari semua problem antara keluarga dan kehidupan nya.
"Kau boleh melakukan apapun padanya!!!".Ucap Mark yang baru saja akan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
Kris hanya mengangguk kan kepalanya,sambil memandang licik ke arah pria yang saat ini sudah sangat mengenaskan.Bahkan wajahnya sudah tak berbentuk lagi karena ulah Mark dan anggota nya.
Kris duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Mark.Menatap pria yang terikat rantai dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku????".Tanya Kris datar.
Membuat pria itu tersenyum mengejek padahal sekujur tubuhnya sudah luluh lantak dan terasa nyeri disana sini.Apalagi luka akibat sayatan pisau Mark di bagian wajah dan perutnya membuatnya semakin lemah karena mulai kehabisan darah.Kris saja sampai menggelengkan kepalanya melihat ulah adiknya itu.
"Nyawamu".Ucap pria itu lantang.
Kris hanya tersenyum tipis.Ia bahkan menatap wajah pria itu dengan tatapan tajam sambil memainkan pisau kecil yang ada ditangannya.Kris mulai melangkah mendekati pria itu.
Srettt....
__ADS_1
Satu sayatan tergambar di lengan pria itu yang memang sudah tak memakai pakaian lagi.Rasa perih dan sakit semakin terasa tapi pria itu hanya meringis tanpa bersuara.
"Nyawaku atau Nyawamu yang lebih dulu tiada".Bisik Kris dengan seringai liciknya.
Srettttt....
"Dimana kau sembunyikan mereka berdua????".Tanya Kris sambil kembali mengukir di tubuh pria itu.
"Kalian tidak akan pernah menemukan nya".Jawab pria itu terbata bata.
Srettttt....
Abi yang melihat itu terasa ngilu,Kris sudah mulai kembali kejam seperti dulu batin Abi sambil tersenyum bangga.Memang mereka itu tidak ada yang waras jika sudah tersulut emosi.
"Berikan padaku!!!".Ucap Kris pada anggotanya yang sudah menyiapkan besi panas sejak tadi.
Pria itu pun masih saja bungkam ia malah terlihat tak gentar walaupun tubuhnya sudah penuh dengan sayatan pisau.Ia terlihat santai saat Kris mulai mengangkat besi panas untuk diletakkan di pangkal pahanya.
"Sekali lagi aku ulangi pertanyaan ku.Dimana kau sembunyikan mereka berdua???".Ucap Kris sambil menatap tajam dengan aura membunuhnya.
"****** itu sudah tiada.Dan tua Bangka itu pun sudah sekarat".Lirih pria itu yang mulai menyerah padahal tadi ia terlihat tak gentar untuk menunggu ajalnya tiba.Entah apa yang membuat pria itu berubah pikiran.
__ADS_1
"Jalan xxx gedung tua di tengah hutan".Seru pria itu lagi semakin lemah.Membuat Kris mengurungkan niatnya untuk membakar pusaka si pria itu dan kembali menyuruh anggotanya meletakkan besi panas itu pada tempatnya semula.
Kris mengisyaratkan Abi untuk ke lokasi itu dimana alamat yang tadi dikatakan pria itu.Sedangkan Kris ikut melangkah pergi setelah menyuruh anggotanya menyiram pria itu dengan air garam.Membuat si pria di itu meraung kesakitan lantaran perih dimana mana karena percikan air garam di sekujur tubuhnya yang penuh luka.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Hubungi saja pihak kepolisian!!!".Ucap Mark saat Kris akan melangkah pergi.Membuat Kris mengerutkan keningnya akan saran adiknya itu.
"Ini indo Kris bukan negara kita".Seru Mark lagi sambil memberi makan hewan peliharaan nya yang ada didalam kandang besi itu dengan daging manusia.
"Kenapa kau tiba tiba menjadi manusia yang paham akan hukum???".Cibir Kris
Mark terlihat santai melangkah mendekati sang kakak membuat Abi pun ikut menghentikan langkahnya.Karena rasa keponya semakin besar saat mendengar ucapan Mark sejak tadi.
",Aku tidak mau citraku buruk didepan calon istriku dan keluarganya".Ucap Mark sambil terkekeh.
"Cih....Jadi karena calon papa mertuamu adalah seorang perwira polisi kau berakting seperti manusia suci".Cibir Kris ketus tapi didalam hatinya Kris sangat lega jika adiknya bisa sedikit demi sedikit berubah.
"Lakukan saja perintahku!!!.Dan kau silhakan kembali kerumah sakit untuk menjaga kakak ipar serta keponakan ku!!!.Masalah ini biar aku saja yang urus".Seru Mark sambil menepuk bahu Kris lalu ia beranjak pergi dari markas.
TBC
__ADS_1