
"Reza,Bereskan sisanya!!".Ucap Kris memberi perintah pada Reza."BI,kita kembali ke Apartemen!!.Dan kau Ema ikut saya!!!".Sambung Kris sambil menatap Ema yang sejak tadi masih saja bersembunyi dibalik punggung Reza.
"Baik tuan".Sahut Reza sedangkan Ema hanya mengangguk kan kepalanya saja.Karena Ema masih saja shock akan apa yang ia lihat barusan.Tentang bagaimana cara tuan nya menghabisi para musuhnya dan bagaimana sadis nya Mark membidik kan senjata tajam itu tepat mengenai dada pria bertopeng itu dari jarak yang cukup jauh.
"Abi...bantu dia!!!".Ucap Kris sambil melangkah pergi.
Dan dengan menghela nafasnya Abi berbalik badan melangkah mendekati Ema,Lalu menarik tangan Ema untuk pergi meninggalkan mension.
"Kau bisa membuat nya lebih takut jika begitu".Sentak Reza membuat Abi menatap jengah pada Reza yang selalu saja ketus kepadanya.
"Kalau begitu kau saja yang bawa dia ke Apartemen!!!.Biar gue yang urus disini".Jawab Abi tak kalah ketusnya dengan Reza.
"Aku bisa jalan sendiri".Seru Ema sadar akan tatapan antara Abi dan Reza yang tidak saling suka.
"Baguslah.Merepotkan saja".Sahut Abi lalu melangkah pergi mendahului Ema.
"Terimakasih".Ucap Ema tulus pada Reza sebelum ia melangkah pergi keluar mension.Reza hanya menanggapi dengan wajah datarnya saja.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan didalam Apartemen Zalfa nampak mondar mandir seperti setrikaan.Sejak tadi ia tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang.Makanya ia bangun dan kini malah menunggu suaminya pulang di ruang tamu.
__ADS_1
"Nyonya,lebih baik anda istirahat saja dulu.Ini sudah larut malam!!!".Ucap pelayan wanita yang bertugas menjaga dan mengawasi Zalfa.
"Aku ingin menunggu suamiku pulang.Kalian saja yang istirahat !!!.Aku tidak papa sendiri,lagian disini banyak pengawal jadi aku akan tetap aman".Ucap Zalfa dengan ramah.
"Tidak papa Nyonya kami juga belum mengantuk".Tolak dua pelayan itu halus.Karena mana berani mereka istirahat disaat Nyonya nya masih terjaga begini.
Zalfa akhirnya pasrah,ia melangkah menuju sofa dan mendaratkan bokongnya untuk duduk disana sambil memainkan ponselnya.Dengan ditemani oleh dua pelayan disisi kanan dan kirinya.
"Anda mau kemana Nyonya???".Tanya salah satu pelayan saat Zalfa beranjak dari sofa secara tiba tiba.
"Aku akan ke toilet sebentar".Jawab Zalfa sambil berlalu pergi dengan langkah lambatnya karena ia agak kesusahan berjalan dengan keadaan perut yang semakin membuncit.
"Biar saya temani Nyonya".Tawar salah satu pelayan yang langsung ikut melangkahkan kakinya.Membuat Zalfa mengangguk pasrah.
Buggg....
"Auuhhh..."Ringis Zalfa sambil memegangi perutnya karena tadi ia tak sempat lagi berpegangan pada tembok ataupun benda agar tidak jatuh.Tapi membuat perut Zalfa terbentur pada bathtub.
"Nyonya...Anda kenapa???".Terika pelayan dari arah luar kamar mandi.Saat ia mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi itu.
"To....long..."Lirih Zalfa sambil menahan sakit dan kram dibagian perutnya.Bahkan darah segar sudah mulai keluar dari arah pangkal pahanya.
__ADS_1
Tokkk....Tokkk....
"Nyonya...Buka pintunya!!!.".Terika pelayan itu seketika panik dari arah luar pintu.
"Tidak...Baby....Kau harus kuat!!!.Maafkan Mommy!!!".Lirih Zalfa sambil terisak saat melihat darah segar itu semakin banyak keluar dan rasa nyeri dan sakit dibagian perutnya.
Sedangkan di arah luar pelayan yang panik itu langsung mengundang kepanikan anggota yang ikut menjaga Nyonyanya."Ada apa ini???".Tanya Jacob yang baru saja masuk karena tadi ia ada diluar pintu apartemen.
"Nyonya tuan...Nyonya muda tadi seperti teriak dari dalam".Seru pelayan itu takut dan gugup.
Jacob langsung menggedor pintu kamar mandi tapi tak ada sahutan.Dan membuat Jacob langsung mengisyaratkan anggotanya untuk mendobrak pintu kamar mandi itu.
"Nyonya...."Teriak Jacob saat melihat Zalfa sudah terduduk dilantai kamar mandi dengan tak sadarkan diri.
", Shittt...."Upat Jacob saat melihat darah segar mengalir dilantai dan membasahi dres milik Zalfa.
"Cepat siapkan mobil !!!.Dan hubungi dokter Hanna ,kita kerumah sakit sekarang!!!".Perintah Jacob tegas
"Baik Tuan".Sahut anggota itu cepat dan dengan cekatan mereka melakukan perintah Jacob.
Kedua pelayan itu sangat panik dan ketakutan saat melihat kondisi Nyonyanya."Jika terjadi sesuatu dengan Nyonya dan baby nya,maka kalian berdua yang akan menanggung akibatnya!!".Ucap Jacob dengan tatapan tajamnya dan berlalu pergi meninggalkan apartemen membopong tubuh Zalfa yang sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
Kedua pelayan itu nampak pucat mendengar ancaman Jacob.Tubuh mereka seketika lemas bahkan mereka saat ini sangat susah menghirup udara.Tiba tiba mereka merasa sesak takut jika Nyonya nya sampai celaka.Dan maka hukuman lah yang akan mereka terima.