Zalfa And Mafia

Zalfa And Mafia
Kekesalan Mark


__ADS_3

Sudah dua Minggu ini sejak Kris membawa Zalfa pindah ke mension yang lain.Dimana suasananya cukup asri dan begitu tenang.Dan sudah dua Minggu ini juga Mark tidak terlihat pulang ke mension.Pria itu memiliki apartment sendiri,bahkan ia lebih sering tinggal di markas daripada pulang ke mension ataupun apartemen pribadinya.


Entahlah apa saja yang dilakukan pria itu Kris juga tidak ingin ambil pusing.Karena Kris yakin adiknya itu tidak akan pernah bertindak bodoh.Mark tahu apa yang akan dilakukannya karena pria punya semua kendali di dunia bawah tanah.Bahkan ia tidak bisa begitu mudahnya di serang oleh para musuhnya.


Saat ini Zalfa sudah berkutat di dapur entahlah sejak tadi pagi Zalfa ingin sekali memasak.Bahkan sampai saat ini ia masih saja disibukkan dengan adonan adonan cake nya.Zalfa tidak mau dibantu oleh pelayan.Ia hanya ingin mengerjakan nya sendiri.Kris pun hanya bisa melihat dan menemani istrinya dengan duduk di meja bar saja.Karena Zalfa tidak mengizinkannya untuk mendekat.


"Sayang,apa kau tidak capek???".Kris membuka suara karena Zalfa sudah mulai berkeringat.


"Aku baik baik saja Kris.Aku lebih capek jika sedang olahraga denganmu malah".Jawab Zalfa santai.


"Benarkah sayang???".Goda Kris sambil tersenyum licik.


"Hm...Kau itu sungguh perkasa,aku selalu melayang dibuatmu".


Kris menyunggingkan senyuman nya.Zalfa tak sadar jika ucapannya membuat seorang Kris semakin devil.Kris terus tersenyum mendengar ucapan istrinya yang mulai fulgar itu.


Kris beranjak dari duduknya dan mendekati sang istri yang masih sibuk memasukkan cake kedalam oven.


"Mau mencoba olahraga disini sayang???".Bisik Kris sambil membelit pinggang istrinya yang mulai sedikit melebar itu.


Zalfa sudah tidak terkejut lagi akan ulah suaminya itu yang sering tiba tiba memeluknya dari belakang.


pugggg...


Zalfa memukul gemas lengan kekar itu.Sambil membalikkan tubuhnya."Disini???".Kris langsung mengangguk kan kepalanya."Aku tidak mau kris.Nanti kita dilihat orang.Lagian ada banyak pelayan bukan hanya kita tinggal di mension ini tapi....emmp".


Zalfa yang terus ngoceh langsung terdiam dan tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Kris sudah menyambar bibirnya dengan semakin memperdalam ciumannya itu.


"Tidak akan ada yang berani masuk sayang".Bisik Kris sambil mengambil remot kontrol di ruangan itu dan pintu otomatis yang terhubung dengan ruangan lain langsung tetutup rapat.Membuat Zalfa membulatkan matanya.

__ADS_1


"Kita amankan???".Tanya Kris sambil tersenyum mesum.


"Kris....".Teriak Zalfa ketika tubuhnya di angkat dan didudukkan di atas meja Bar.Bahkan Kris sudah menyingkirkan semua benda yang menghalanginya.


Setelah itu Kris menatap wajah istrinya penuh gairah.Membuat ia dengan sekejap sudah melahap bibir tipis istrinya memagutnya dengan lembut.Semakin lama semakin menuntut membuat Zalfa bungkam akan ciuaman panas suaminya.


"Kris...."Lirih Zalfa sambil menggelengkan kepalanya saat Kris sudah menunduk dan menyingkap dres yang dipakai nya.


Tapi Kris tak menghiraukan istrinya.Ia sudah sangat ingin menyentuh dan bermain pada area candunya.Membuat Zalfa teepekik tertahan akan sentuhan lidah suaminya dibawah sana.


Zalfa menjambak rambut Kris sambil terus melenguh tak karuan karena ulah Kris pada inti tubuhnya dibawah sana.Membuat Kris semakin bersemangat mendengar rintihan seksi istrinya.Kris menurunkan tubuh istrinya dan memposisikan diri nya untuk memulai penyatuannya.


"Dari belakang sayang!!!".Pinta Kris sambil mengatur posisi tubuh sang istri.


Zalfa kembali mengeluarkan rintihan tertahan ketika Kris sudah memulai nya.Bahkan Kris hanya menyingkap dres yang dipakai Zalfa tanpa membuka seluruhnya.


Keduanya kembali larut dalam buaian api gairah masing masing.Zalfa sudah tak tahan akan buncahan yang akan lepas dari dalam tubuhnya membuat nya mencengkram erat lengan suaminya.


Zalfa terengah engah sambil terus dihujami oleh serangan bertubi tubi dari Kris.Bahkan posisi ini sangat menguntungkan bagi suaminya.Sedangkan Zalfa sungguh tidak kuat menahan gejolak dalam tubuhnya yang terasa sangat membuncah hingga ia tidak bisa menahan pelepasan nya sendiri.


"Oh...Shittt".Upat Mark.


Mark menggerutu kesal saat ia tiba di mension dan ingin mengambil minum kedapur.Tapi pintu yang terhubung kedalam dapur malah terkunci rapat bahkan ia hanya mendengar suara suara erotis yang membuat kupingnya sakit.


"Kamu kenapa???.Katanya mau ambil minuman".Seru Jack yang duduk di sofa ruang keluarga bersama Abi.


"Tidak jadi.Pria brengsek itu sedang mencangkul istrinya".Jawab Mark ketus.


empreetttt....Abi langsung menahan tawanya karena ia bisa membayangkan apa yang dilakukan Kris di dapur bersama Zalfa.Membuat Abi dapat melihat kekesalan diwajah Mark yang terkenal sangat kejam dan gila membunuh tapi awam dan buta tentang cinta dan wanita.

__ADS_1


"Bosan hidup kau.Berani menertawakan ku".Ketus Mark semakin kesal.


"Ayolah Mark...Sekali kali kau juga harus uji coba dulu!!!.Agar kau bisa tahu rasanya bagaimana.Lihatlah Kris sekarang,dia begitu menggilai tubuh istrinya bukan setelah merasakan asyiknya bercinta". Seloroh Abi sambil terkekeh.


"Cih ...Bukankah kalian memang sudah sering melakukan nya.Dan pria brengsek itu pun sudah banyak merusak anak perawan orang".Sinis Mark


"Hei kau bisa dibunuh oleh Kris jika dia tahu kalau kau sedang mencoba memfitnahnya".Ledek Abi membuat Jack hanya bisa tersenyum pelit.


"Aku bahkan bisa menghabisi dia duluan jika itu terjadi".Sahut Mark dengan wajah datarnya membuat Abi mencebik kesal.


Ia hampir lupa siapa Mark sebenarnya.Pria itu bagai psikopat yang hobby membunuh dan nyawa manusia bagai tak berharga jika berani mengusik dan mengkhianati nya.


Mark dan Kris sangat berbeda jika Kris hanya membereskan kekacauan melalui jalur hukum.Tapi jika Mark akan menggunakan caranya sendiri untuk menghukum orang yang bersalah.Karena Bagi Mark hukum negara tidak cukup dan setimpal untuk membuat orang jerah.


Kembali ke dalam dapur dimana Kris baru saja menuntaskan permainan nya.Bahkan kini posisi mereka sudah berpindah dan berubah.Kursi yang ada didapur menjadi saksi bisu atas pergulatan Zalfa dan Kris.Dimana saat ini Zalfa sudah pasrah dan terkulai lemah duduk di atas pangkuan suaminya.


Kris mengeratkan pegangannya pada pinggul istrinya.Menompang tubuh yang semakin hari semakin berisi itu agar tidak oleng.


"Sayang...Kita pindah kekamar ya!!".


"Aku lelah Kris.Kakiku sudah tidak mampu untuk berjalan kekamar".Lirih Zalfa manja.Membuat Kris tersenyum ia pun mendudukkan Zalfa kembali di atas meja Bar.Dan memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai.


Dengan cekatan Kris memakai kan dres istrinya kembali dan merapikan rambut istrinya yang sudah acak acakan.Setelah itu pun Kris ikut memekai pakaiannya juga.


"Cake nya sayang".Seru Zalfa yang baru ingat jika tadi ia sedang memanggang cake.


Kris langsung mematikan oven karena cake buatan Zalfa juga sudah matang sempurna.Kris lalu menggendong tubuh istrinya ala bridral.Tanpa segan Zalfa ikut megalungkan tangannya dileher suaminya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2