
Waktu memang selalu cepat berjalan.Tak terasa kini usia kandungan Zalfa sudah memasuki bulan ke 7.Bahkan sekarang hidup Zalfa benar benar berubah drastis.Sikap posesif suaminya semakin membuat Zalfa selalu saja menggelengkan kepalanya.
Sama seperti saat dimana ia hampir saja terpeleset dari tangga membuat Kris kini menyuruhnya menggunakan lift untuk sekedar menuju kamar mereka.Bahkan sekarang Kris dengan mudahnya memindahkan kamar mereka di lantai dasar.Karena Kris tidak ingin membahayakan anak dan istrinya jika harus turun naik tangga.
"Sayang,benar tidak apa apa jika aku tinggal beberapa hari???".Tanya Kris sambil mengelus lembut pucuk kepala sang istri.
Saat ini keduanya sedang berada didalam kamar sambil menyandarkan punggung mereka pada kepala ranjang.Dengan posisi Zalfa menyenderkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.
"Aku tidak papa Kris.Lagian kau pergi juga untuk urusan pekerjaan".Ucap Zalfa sambil mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah tampan suaminya.Zalfa dapat melihat jika saat ini suaminya itu nampak khawatir akan keadaan nya.
"I'M fine Sayang".Lirih Zalfa sambil tersenyum."Bukankah disini banyak pengawal dan para maid.Aku tidak sendirian Kris".Sambung Zalfa lagi sambil mengecup bibir suaminya.
"Baiklah aku percaya padamu sayang.Tapi kau harus ingat jangan pergi keluar mension tanpa ada kepentingan mendesak!!!.Dan jika keluar mension kau harus membawa pengawal!!!".Perintah Kris tegas.
"Iya...iya...Aku tahu sayang.Lagian mana mungkin aku keluar mension sendiri dengan keadaan begini".Seru Zalfa sambil melirik perutnya yang buncit.
"Baby...Selama Daddy pergi nanti,kau harus jaga Mommy ya!!!.Dan ingat jangan nakal diperut mommy!!!".Ucap Kris sambil mengelus perut buncit istrinya lalu menciuminya.
__ADS_1
"Iya Daddy.Daddy tenang saja!!!".Jawab Zalfa sambil menirukan suara anak kecil.Membuat Kris ikut terkekeh dibuatnya.
"Sepertinya Daddy harus mengunjungi Baby malam ini.Karena besok pagi Daddy akan pergi".Seloroh Kris sambil menyambar bibir tipis milik istrinya.
Membuat Zalfa hanya bisa pasrah dan membalas semua perlakuan suaminya.Ia juga tidak menolak karena memang kali ini Kris akan pergi dengan waktu yang cukup lama.
Keduanya sudah hanyut akan gelora asmara masing masing.Terbuai akan setiap sentuhan dan decapan serta pagutan bibir yang sudah tidak bisa dihindari lagi.Bahkan tangan Kris sudah aktif kesana kemari menyentuh dan meremas apapun yang ia mau pada tubuh istrinya.
Hingga entah sejak kapan secepat kilat Kris sudah menanggalkan semua benang yang melekat ditubuh istrinya begitupun dengan nya.Hingga kini mereka berdua sudah sama sama polos.
Kris mulai memposisikan dirinya saat dirasa sang istri sudah siap dan ready menerima serangan darinya.
"Faster...Baby...!!!".
Racau Kris saat dirinya sudah tak kuasa menahan sesuatu yang akan meledak didalam sana."Oh....Shitttt...."Upat Kris
Ledakan dahsyat pun tak dapat dihindari karena lahar panas itu sudah tumpah ruah didalam goa lembab nan memabukkan itu.Bahkan goa itu juga yang sudah membuat seorang Kris lupa jalan pulang kalau sudah memasukinya.Membuat Kris seperti orang kesetanan dibuat nya.
__ADS_1
Zalfa terengah engah berada dalam Kungkungan tubuh kekar suaminya.Tak lupa Kris juga memberikan kecupan diperut istrinya."Baby...Boleh Daddy mengulangi nya lagi???".Ucap Kris langsung membuat Zalfa menepuk pelan lengan kekar suaminya dan melotot tajam kearah Kris.
"Please!!!!.Karena aku akan pergi lama sayang.Jadi di boleh Double ya!!!!".Mohon Kris sambil memperlihatkan wajah sendunya.
Membuat Zalfa hanya geleng geleng kepala saja akan ulah suaminya itu.Tapi tak urung juga ia pun tak menolak untuk mengulangi kegiatan panas itu lagi hingga pukul 3 dini hari kegiatan panas itu berlangsung.Membuat Kris sangat bahagia karena terpuaskan dan menambah semangat nya.
Zalfa tertidur pulas dalam dekapan suaminya.Kris menciumi setiap inci wajah cantik istrinya dan mengelus perut buncit istrinya sambil berkata."Semoga setelah ini kehidupan kita akan tenang sayang.Dan maaf jika aku terpaksa bohong padamu!!!".Guman Kris sambil mencium kening dan bibir istrinya yabg sudah masuk ke alam mimpi.
Kris pun meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Abi dan Jack.Tak lupa ia juga sudah menyiapkan keamanan untuk menjaga Istri dan Calon anaknya.Tentu saja itu juga atas dukungan penuh oleh Mark.Kris sengaja mengambil anggota Mark untuk menjaga istrinya dan memperketat keamanan mension selama ia tidak ada di Indo.
Sebenarnya Kris sangat berat meninggalkan istrinya yang saat ini sedang hamil besar seperti ini.Apalagi ia pergi bukan untuk pekerjaan yang baik.Kris pergi untuk membuang penghalang dan membasmi semua klan nya selama ini.Awalnya memang Mark tidak mengizinkan Kris untuk ikut dalam misi kali ini.Mengingat bahwa kakak iparnya masih hamil besar.Tapi Kris juga tidak bisa membiarkan Mark berjuang sendirian.Sedangkan itu juga kewajiban nya juga sebagai seorang kakak tidak mungkin Kris tega melihat sang adik Mati Matian berjuang sedangkan dirinya duduk santai tanpa memberi bantuan sama sekali.
Kris juga ingin sekali keluar dari dunia hitam ini.Mengingat jika istri dan anaknya kelak harus hidup lebih tenang dan layak.Tapi,disaat bersamaan Mark memberitahu jika saat ini keadaan Daddy mereka yang ada di Italia sedang tidak baik baik saja.Bahkan Brian Castano Daddy Kris dan Mark saat ini sudah lumpuh dan tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya secara normal.Hal itu juga membuat Kris naik pitam,karena itu pasti ulah ibu tirinya itu.Kris juga merutuki kebodohan sang Daddy yang bisa tertipu daya oleh wanita iblis seperti Dara.Padahal Brian sangat dikenal sebagai mafia yang sangat teliti dan tidak mudah terkalahkan tapi kenapa saat bersama wanita itu Daddy nya menjadi sangat lemah.
Saat ini pikiran Kris sebenarnya sangat kacau ia memikirkan istri dan anak yang ada dalam kandungan istrinya.Tapi juga memikirkan kesehatan sang Daddy.Bahkan Kris juga memikirkan nasib Mark sang adik yang mungkin saja saat ini Mark terpaksa harus menyampingkan dulu urusan asmara nya demi keluarga nya.Disini Kris juga sangat merasa bersalah seharusnya ia yang berdiri didepan bukan malah sebaliknya.Sebagai seorang kakak Kris merasa sangat lemah dan gagal menjadi seorang kakak.Mark saja rela berjauhan dan menunda masalah hatinya demi ketenangan keluarga mereka tapi apa yang Kris lakukan tak sebanding dengan apa yang Mark korbankan saat ini.
Dilain sisi Kris juga merasa senang dan bahagia jika ia memiliki seorang adik yang cerdas dan berpikiran dewasa.
__ADS_1
TBC