![ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]](https://asset.asean.biz.id/zodment--academy-of-zodiac-element-.webp)
Nyanyian yang cukup cepreng terdengar dari arah dapur, "Awali pagi mu yang suram, dengan sarapan~ Kalau senyum doang... Auto gak kenyang~ mendingan kita Sabu... Sarapan bubur~" Ia melantunkan nada sembari mengaduk sesuatu di dalam panci yang terlihat seperti bubur.
"Ngeri beut lagunya...!" sanggah seseorang yang nyaris menyemburkan teh hangat yang di seduhanya beberapa saat yang lalu.
"Wkwkwk, tenang-tenang... Tapi kan emang rill..." sautnya masih dengan kesibukan yang sama. Ia masih mengaduk bubur nasi yang di campur beberapa irisan wortel, brokoli, sebutir telur (tanpa cangkang), dan beberapa irisan ayam pop.
"Iya si, tapi minimal jangan gelap lah..."
"Mau senter, Bang? Nih, CoLen (Cogan Milenial) pinjemin!" Candanya sembari menyerahkan sebuah senter yang datang entah dari mana.
"Emang anak satu ni-"
"Good morning beban masyarakat~"
"HEH!" Kedua insan tadi terperanjat kaget. Entahlah, mungkin antara kaget dan tersinggung... Bukankah situasi itu membuatnya jadi 11-12?
"Kenapa...? that's rill brother..." Anak laki-laki dengan baju olahraga itu menutup mulutnya yang sedikit ternganga guna mendramatisir keadaan.
"Ya kagak gitu juga lah, Ucup!" Cahaya merah sekilas terpancar dari mata si sulung. Sebut saja namanya Udin (yang minum teh tadi). Ia tampak tak terima di cerca dengan fakta.
"Iya, bener tu! Di larang ngomong fakta dengan kebohongan...!" Sebuah kursi makan sudah siap untuk dilayangkan oleh si tengah (meski ia anak ke dua). Kita sebut saja beliau Unyil. Mau bagaimanapun, dia lebih pendek dari anak ketiga.
"Ayo nyil tahan dia! Kita buat dia tidak p*rjaka lagi...!" Interupsi Udin dengan mata yang mengobarkan api.
"Gass!"
"Weh- Madesu! Emakkk! heuehs" Tak sempat menyelesaikan kalimatnya, si Udin sudah menutup mulutnya. Kali ini kamu gak akan selamat, Ucup!!
Tapi kawan... Ini sebenarnya bukan tentang mereka...
"Heum~ Mau mamam~" gumaman yang berasal dari balik gorden itu membuat tiga saudara ini reflek menghentikan seperetiga aktivitasnya.
"Weh! Minggir lu pade...! Jangan sampai hal ini menodai mata si bontot...!" ucap Udin cepat membuat aktivitas kedua saudaranya terhenti seketika.
"Yang kasih ide tadi siapa woe!" Serobot Unyil yang merasa sedang di jadikan kambing hitam.
Mengabaikan Unyil, Udin pun menyeka gorden dapur dan pergi menjemput adik kecilnya yang manis, "Dede gemesnya Abang~" sapanya dengan penuh cinta.
"Emang dasar pedo!"
"Ukh! Belum nikah aja dah gini... Hiks..." lirih Ucup yang terabaikan.
...>^•...
"Abang~ Mamam..."
"ohohoho, mau mam apa Adeknya Abang yang imut binti kiyowoo...?"
__ADS_1
"Es klim~" jawab anak perempuan itu kemudian tersenyum sumringah.
"Eee... minta ma bang Unyil aja yak! Abang pamit..."
"Unil??" Balita perempuan itu membeo pelan. Udin saat itu juga sudah melarikan diri menuju tak terhingga. Dengan langkah pelan, balita itu turut melangkah menuju ke arah Abang kesayangannya, Ucup.
"AKHH ULAR SAWAH DI TELEN KECOWAK!" Latah si Unyil saking kagetnya, karena si Bontot memeluk betisnya tanpa aba-aba. Untung saja tidak di tendang!
"Gabisalah, njir- hdjhsjs" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tangan Unyil dengan cepat langsung membekap mulut si Ucup.
"Anggap aja gak dengar! Dan jagalah ketikkan-"
"Omongan, Bang-"
"Iyah, itu. Jagalah omonganmu wahai bocil freak!"
Tapi ini juga bukan tentang si Bontot (bungsu) dan ketiga kakak laki-lakinya. Tapi tentang... Mereka...
...•>•...
Seharian sudah berlalu begitu saja. Di iringi dengan kebahagiaan... Semua memang terasa singkat. Pada sore itu, ia (tokoh penting kita) akan pergi ke sebuah perkemahan di semenanjung Kalimantan (itu nama sungai btw).
Berpamitanlah ia bersama saudara dan saudarinya. Menyalami mereka. Kemudian turut naik ke sebuah motor KLX yang dikendarai oleh si Ucup. Sesampainya di tempat perkumpulan, ia pun meminta sang Kakak untuk pulang.
Sama seperti yang dilakukannya, beberapa tokoh penting lain juga turut melakukan hal serupa. Mereka berpamitan dengan salam rindu, namun dengan senyuman bahagia. Mereka senang bisa menjadikan perkemahan yang akan mereka laksanakan sebagai sebuah kenangan berharga sebelum perpisahan mereka dari Sekolah Menengah Pertama.
"... Proses pencarian korban kecelakaan sudah dilakukan sejak pagi tadi. Sejauh ini 5 regu personil penyelamatan kecelakaan darat atau P2KD sudah dilepaskan untuk melakukan tugasnya. 23 Orang yang diduga adalah siswa sudah ditemukan pada kisaran pukul 8 pagi tadi. Baiklah sekian yang dapat saya sampaikan..."
"Dek... I-itu bukan bus yang kamu naiki, kan?"
Duka lara yang seketika menyelimuti.
"Huwaaaa, mau bang Ace! Mau sama Bang Ace!"
Jasad yang sudah di pulangkan kepada pihak keluarga.
"Yang sabar ya, Bu... Kami turut berdukacita atas kepergian Putra semata wayang, ibu."
"HAAA!! Pergi! Pergi! Regis masih hidup! Regis... Ini mama, Sayang..."
Duka yang di satu sisi juga membawa kebahagiaan tersendiri.
"Sejarah ditulis oleh pemenang. Jadi, kecelakaan ini bisa dianggap demikian jikalau kalian tutup mulut. Mengerti?!"
"Mengerti!" Jawab sekumpulan orang berkacamata hitam serempak.
Juga menjadi suatu awal dari segalanya...
__ADS_1
"Ukh... Ini... Dimana...?"
"Oh? Weyn! Jangan beranjak dari tempat tidurmu!"
"Akh!"
"Tunggu! Aku akan mengambil kompres dan beberapa herbal pereda nyeri untukmu!"
Membawa para jiwa yang sempat mendiami dunia nyata... Pergi menjemput takdir yang baru...
Menjadi protagonis atau antagonis? Menjadi sang pahlawan yang membasmi kejahatan, atau sosok anti hero yang merasa tindakan heroiknya adalah benar? Atau... Menjadi sosok Villains yang mendedikasikan hidupnya untuk mencapai tujuan buruknya, dengan cara yang melenceng dari norma.
Semua kisah akan di mulai. Entah itu dari si Baik...
"Zora?!"
"ukh!"
"Zora! Tunggu, kakak akan bawa seorang healer kemari!"
Atau si Jahat...
"Saatnya menjalankan misi penting ini!"
"Ya, kali ini... Mereka pasti tidak akan lolos!"
Semuanya... akan di mulai sebagaimana mestinya. Atau mungkin... Sesuatu... Bisa mengubahnya...?
"Adik...!"
"Oh...? Huhu... Akhirnya... Akhirnya kakak kembali...!" Gadis kecil itu menghambur ke dalam pelukan sang kakak yang telah dinantikannya lebih dari 2 tahun lamanya.
"Iya! Maaf sudah membuat adik kecil kakak menunggu begitu lama, ya...?"
"Hm!"
"Berterimakasihlah pada orang baik... Yang sudah membantu kakak kembali..."
...>v<...
OWHAA!
Setelah memposting pengumuman... Akhirnya Nara memosting cerita baru hitung-hitung cari inspirasi cerita TPBPT, nih.
Untuk prolog... bisa dibilang cuma sekedar trailer/spin off dsj, yak...
Gimana menurut kalian...?
__ADS_1