ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]

ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]
16


__ADS_3

⚫\=gak terlalu penting (sangat gak penting)


~|~


Dipagi yang cerah..


Masih di pondok tua yang sudah di renovasi menjadi lebih modern ini, di pinggiran hutan yang tampak asri, angin sepoi-sepoi berhembus sepanjang waktu sedari subuh tadi.


Noel menghirup napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, "hufftt... Udara di belahan benua biru ini memang segar ya... Gak sia-sia datang kemari untuk belajar di akademi milik anggota militer rahasia Inggris" Noel berujar dengan mata terpejam. Pagi ini terasa lebih sejuk dari biasanya meski saat ini sudah memasuki musim semi, tampak jelas dari kepulan asap putih yang terlihat setiap kata-kata yang dilontarkannya.


*Hmm tunggu dulu... Bukannya hari ini adalah hari ujian simulasi arena, ya? Tapi, dimana sahabat Noel yang sempat panik setengah mati kemarin?


"Hufftt.. sepertinya udaranya terlalu sejuk meski aku sudah lama di Hokkaido tapi aku tetap tidak terbiasa, padahal iklimnya 11-12, hufftt!" Noel menghembus-hembus napasnya kasar. Ia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah masuk ke pondok untuk menggunakan pakaian yang lebih tebal.


"Eh, tunggu dulu--- dimana bocil pendek yang panik setengah mati kemarin ya?" Noel menatap bingung ke sekelilingnya. Kemudian tergelak di tempatnya seperti orang gila.


Geplakk!


"Aduh! Aduh! Noelll! Gak boleh gitu sama author! Nanti dipecat mau, ha?! Lagi naratorin cerita malah digeplak!" Author meringis di tempatnya. Memegangi kepala bagian kiri yang terasa berdenyut.


Noel tersenyum manis di tempatnya sembari membuka resleting jaketnya hingga ke perut. Kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya yang membuat author kesayangan kita kalang kabut.. you know lah dia ngambil apa..? Ituloh breder yang biasa dipakai polisi.


"Dengar ya Thor ya-" Ucapan Noel terpotong oleh teriakan Manusia gak jelas yang tak lain adalah Sia (sadar diri itu penting 🗿).. "Thor Saha oyy?! Namaku sia!" Potong author kita ini.


"Iya, dah iya, dengar ya Sia ya..? Kamu tau kan jabatan ku di akademi selaku apa..?" Tanya Noel penuh penekanan. Tangan kanannya yang memegang senjata api itu mengarah pada author kita ini.


"Hey! Hey! Itu fiksi lah! Kita ni-" seseorang membekap mulut author yang masih terbuka ini. Pelakunya tak lain adalah kakak sepupnya, "Vang Hoji, og, ghagi mo husuk holut hu!" (Bang Oji, oy, jarimu masuk mulut ku!)


"Oh iya, maaf-"


Bekapan tangan itu pun terlepas, digantikan dengan menekan pipi author yang jelas-jelas tirus ini🙂 membuat mulut author ini seperti bocil yang minta kompeng. "Ngeseling vanget zi!" Ungkap Sia yang terus berusaha menjauhkan tangan kanan Oji yang menghimpit pipinya.


Sadar akan sesuatu, seketika Sia menggerutu dan langsung terbebas dari Oji. Dengan papan ujian yang selalu di bawa untuk alas tulisnya itu digunakan untuk KDR- eh maksudnya memukul Oji dengan kecepatan cahaya.


"WEYY GAK MUHRIM JANGAN PEGANG-PEGANG! DOSAAAA!"


"ADUH! EH SIA TUNGGU SIA! BANG OJI KAN ABANG MU!!" Ucapan Oji itu seketika membuat Sia tertegun. "Eh-"


"Eh aduh maaf bang udah mukul Abang, anggap aja sebagai ajang balas dendam-" Sia dengan kecepatan cahaya itu langsung menyalami kakak laki-lakinya itu dan berlalu pergi. Yang tentunya diiringi oleh kata-kata mutiara dari hati terkecil Oji.


"Bang, kayaknya adekmu butuh diruqyah lagi bang" Noel memberikan saran dengan mulut yang terisi Bonbon kaki membuat kata-katanya terdengar samar namun masih tertangkap dengan baik oleh pendengaran Oji.


Oji diam ditempanya. Ini memang bukan pertama kalinya penyakit Sia-adiknya yang gaje-kumat. Ini mungkin sudah kali ke.. emm.. berapa angka setelah 3? "Empatt!!" Yang mungkin sempat terlintas dipikiran kalian. Tapi tidak! Jawabannya adalah dua! Mengapa? Karena kalau bagi raport pasti dari rank paling bawah (biar greget) :v


Oji menatap Noel yang masih mengemut Bonbon yang merupakan gaji mereka - karena uang untuk menggaji karyawan gak cukup. "Mau tambah lagi?" Oji menyodorkan stoples Bonbon kaki dan berbagai jenis manisan lainnya. Dengan mata berbinar Noel (yang lagi kumat-juga) pun langsung menyambar stoples itu, mengucapkan terimakasih, dan pergi sejauh mungkin agar tak kecolongan yang seketika membuat Oji terkekeh pelan, "CK, CK, dasar~"


"Hmm jujur aku bingung... Ini sebenarnya POV siapa si?" Tanya Oji dengan pandangan bingung ke arah mini drone tipe SJRC F11 itu.


"Hufftt.. mungkin yang ngetik lagi kumat, lagian ini gak pake scrip jadi tergantung yang buat. Biarlah Sia cari inspirasi dan mencari ketenangan batin untuk konsentrasinya..." Oji pasrah dengan kelakuan sang adik kemudian berlalu ke pintu Doraemon. Eh.


"Waifuku sedang menunggu, kalian nunggu Sia aja ya? wakakaka" Oji melambaikan tangannya dan masuk kedalam pintu tersebut.


"Puff-" Pintu itu menghilang dalam satu kedipan mata.


Sementara Sia kini sedang berada di depan pintu kamar mandi pondok tua ini. Tentunya senyuman jahil sedang terukir diwajahnya itu. "Nyahahaha, tampaknya bocil unyu unyu sedang 'Pup' yah... Kita jahilin yuu-" Sia langsung berpura-pura mendobrak pintu dengan menggunakan bahunya. Namun miris. Pintunya... Tidak di kunci...

__ADS_1


"Aaaaa kok gak di kunci?! Eh ini langsung ngehadap ke WC-nya loh!!" Sia berteriak kalang kabut. Tidak biasanya Zack lupa mengunci pintu seperti ini. Tapi ada yang lebih aneh lagi, kenapa Zack tidak menggerutu seperti cewek yang lagi PSM ya? Yang seketika membuat Sia menipiskan bibirnya.


Dengan rasa penasaran yang sudah mencapai level max, Sia kembali membuka perlahan pintu kamar mandi yang sebenarnya kosong itu. "Bentar kok kosong? Bukanya sekarang sudah jam 6-jadwal 'pup' nya si Zack ya?" Sia menimang-nimang pertanyaannya itu.


Bulu kuduk Sia mendadak berdiri, ini reaksi tubuh ketika hal yang tidak disukai bahkan ditakuti sedang berada di sekitarnya. Sia menelan salivanya payah, "gleg! Bulu kuduk ku berdiri semua, pertanda tidak-tidak ini-" seketika itu pula Sia memutuskan untuk pergi menjauh dari kamar mandi itu.


Dan...


"WAAAAA PALANYA EREN AYANG MAYADKU!-" Sia langsung pingsan dengan separuh badan di luar kamar mandi sedangkan separuhnya lagi sudah di alam baka. Eh.


"Hey Zack! Apa yang kau lakukan? Sia pingsan ni!" Noel yang sudah sembuh berujar panik. Langsung mengangkat tubuh Sia ke mobil kargo yang mirip dengan kargo pengiriman barang itu. Pada awalnya Sia sempat mengejek Zack yang dimarahi oleh Noel dan membuatnya terus mengukir senyum di wajahnya, namun senyuman itu seketika berubah menjadi senyuman seorang sikopet saat tubuhnya dimasukkan kedalam tempat itu. Bau amis menyeruak. Eh. Bentar-bentar... "Noel tega banget ente!! masa badanku dimasukin ke fish cargo?!" Separuh Jiwa Sia terus menerus memukuli pundak Noel.


Noel mengabaikannya dan kembali ke tempat Zack berada saat ini. Ia metatap Zack malas kemudian berubah berbinar. "Yeah! Sia udah pergi jauh-jauh. Kita bisa makan Bonbon and cokelat kita tanpa takut diomeli" Mereka berdua melakukan tos di iringi semarak kegembiraan.


Sementara disebrang dimensi... Oji sedang makan di restoran khas Jepang dimana para pembeli dapat menyaksikan dan menyantap langsung hidangan yang dibuat sang koki. *ku tak tau cara mendeskripsikan yg satu ini.


Oji yang sedang nge harem serta sedang menyaksikan koki yang melakukan beragam atraksi yang luar biasa itupun seketika teralihkan oleh seorang gadis kecil nan pen- tidak terlalu tinggi di sisi lain tempat. Gadis itu sedang menulis sesuatu dengan papan ujian sebagai alasnya. Membuat Oji turut menerawang jauh ketempat sang adik saat ini.


"Firasat ku kok gak enak, ya?"


~|~


"Ya Allah apa salah hamba?" ('Banyak!') Sia celingak-celinguk bingung mencari tau lokasi pasti dirinya saat ini. Yang pasti saat ini ia sedang berada disebuah kapal angkut barang setelah keluar dari fish cargo. Seorang pria yang mengenakan baju yang tak cocok dengan tempat keberadaannya sekarang lah yang telah mengeluarkan dirinya dari sana.


"Hmm.. bisa-bisanya pake stelan jas warna hitam di kapal angkut kargo, mana rapi kek mau kekantor lagi..." Sia tanpa sadar sedang mencibir orang yang telah membantunya itu dengan suara kecil yang semakin samar karena angin laut. "Astaghfirullah haladzim Gaboleh gitu! Dia udah bantu kamu Siaa"


"Sebaiknya kamu ganti baju." Ucap pria itu dengan bahasa Inggris sembari menyodorkan sebuah tas ransel. Yang langsung di sambut oleh Sia sendiri. "T-thank you" Sia tidak terlalu fasih dan kurang terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Namun, ia dapat memahami apa yang pria itu katakan. Pria itu pun mengangguk lalu memberitahukan dimana Sia dapat berganti pakaian.


"Oh my little spy, I found you" bisik pria itu terdengar teramat samar. Dan sebilah pisau lipat tipe Spyderco Paramilitary 2 telah bertengger di tangan kirinya yang menggunakan black glove itu.


Yg miring ada '*' nya adalah Sia.. yang mungkin kalo turut dibaca suasana cerita nya langsung buyar :v


~|~


°A°C°A°D°E°M°Y•No•S°I°A


~|~


"Ketenangan batin... Hufftt... Ketenangan... Ugh! Argh! Ketenangan apanya?! Sampai kapan kita harus duduk dan tidak melakukan apapun seperti ini?! AAAAAA!!" Pria bejaket putih penuh bercak merah itu bangkit dari duduknya dan terus menggerutu.


"Ssstt... Aku berkata, tenangkan dirimu... Ketenangan batin adalah kunci utama untuk bisa berkonsentrasi, Zack.  Dan kumohon jangan berisik, suaramu membuat gendang telingku sakit!" Ucap pria berhoodie hitam sedikit berbisik.


"Suaraku gak besar-besar amat kok! gendang telingamu gak akan pecah-" Zack menggerutu dengan nada tinggi yang kemudian merendah setelah melihat tatapan setajam elang milik Noel. "Iya, iya. Maafkan aku..." Yang di jawab dengan deheman kecil oleh Noel.


Seketika itu pula Zack menghela napas panjang. Sedari tadi ia dan sahabatnya, Noel, telah duduk berjam-jam tanpa melakukan apapun yang membuatnya jenuh dan ingin terus-menerus menggerutu-seperti cewek yang lagi PMS. Meski demikian, Noel terus berkata padanya bahwa ia harus tetap tenang dan jangan berisik. Bukan tanpa alasan, sebenarnya esok hari mereka akan melaksanakan ujian simulasi arena. Ya, seperti yang kalian ketahui kita harus berkonsentrasi saat melaksanakan ujian yang tentunya dimulai dari ketenangan batin.


Zack kembali duduk lesehan yang posisinya dekat dengan jendela, ia menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah itu pada dinding kayu. Ya, dinding kayu dari sebuah pondok tua di tengah hutan. Pondok kayu itu adalah pondok yang mereka temukan saat sedang mencari kayu bakar 2 tahun yang lalu kini sudah resmi menjadi markas the spot Rin's - nama kelompok mereka yang terdiri dari 9 orang.


Noel Melirik Zack yang terus menghela napas. Noel suka melihat orang susah, tapi tidak jika itu keluarga yang disayang serta sahabatnya apalagi Zack, sungguh, menyaksikannya yang terus-menerus menghela napas seolah baru merasakan kejamnya dunia itu membuatnya jengah hmm mungkin lebih ke prihatin?? *Noel gak pintar menerjemahkan bahasa yg dramatisme


Saat itu pula Noel merasa harus menyumbat mulut Zack agar tidak terus-menerus menghela napas, kebetulan saat ini perutnya sudah berteriak minta nutrisi hingga mendorong kakinya untuk melangkah menuju meja disudut ruangan, Mengambil dua botol air mineral, sebungkus roti cokelat dan biskuit, kemudian memberikan nya pada Zack. Zack mengucapkan terimakasih kemudian langsung meneguk setengahnya dan mengunyah rotinya dalam diam. Sementara Noel sudah berlalu dan duduk lesehan disisi lain ruangan bersama biskuit gandum dan sebotol mineral yang baru ia minum seperempatnya.


Noel kembali melirik Zack yang sudah ada di tepi jendela, duduk seperti karakter di film-film yang pernah bahkan sering Noel tonton. "Pantesan agak gelap, cahaya hidupku ketutupan, toh" batin Noel yang masih mengunyah biskuit gandumnya.


Zack masih diam tak bergeming. Noel sangat mengerti apa yang dirasakan oleh sahabatnya karena mereka akan melaksanakan ujian esok hari. Terlebih lagi Zack nyaris tidak lulus ujian strategi simulasi arena tahun lalu karena kesalahan kecil-nyaris meledakkan akademi-yang membuatnya hampir di keluarkan dari akademi. Ketahuilah pihak akademi hanya mencari yang terbaik dari semua siswanya. Sehingga sedikit kesalahan saja bisa membuat siswa seperti mereka dikeluarkan. "Oke, sepertinya bukan meledakkan akademi juga..." Noel berusaha mengingat apa yang dilakukan Zack hingga nyaris dikeluarkan waktu itu. "Baiklah tidak perlu terlalu dipikirkan" monolog Noel sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


*Alangkah baiknya jangan mengingat-ingat kesalahan orang, takutnya keingat masalah hidup:v.. abaikan.


Zack telah berhenti menghela napas sejak beberapa saat yang lalu. Kini ia sedang memandang keluar jendela yang menampilkan pepohonan yang menjulang tinggi, seperti Pinus dan ek. Melodi indah dari burung Parus major newtoni (sejenis Geletik Batu) menggema diluar sana. Sinar matahari memberi kehangatan di siang hari yang sejuk. Zack  menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, Ketenangan mulai menyelimuti Zack saat ini.


Jika bagi Noel diam dan rileks dapat membangkitkan konsentrasinya, bagi Zack mengamati dan menyatukan diri dengan lingkungan dapat membuatnya berkonsentrasi dan memahami kondisi lingkungan yang ia tempati saat ini.


Noel menyandarkan tubuhnya didinding dan kemudian memejamkan matanya. Sejujurnya ia tau bahwa Zack memiliki cara yang berbeda untuk menemukan ketenangannya dan berkonsentrasi, namun ia tetap mengajak Zack untuk menggunakan caranya. Sebenarnya ia sedang menguji Zack tentang seberapa dekat Zack dengan dirinya sendiri? Namun Zack bahkan baru sadar bahwa cara untuk tenang cukup... Eee.. tenang? Mungkin Noel yang paling butuh konsentrasi saat ini karena ia sendiri bingung harus menyebutnya seperti apa.


"Oh ya.. ada yang aneh dengan Indra penciuman ku.. apa baru banjir selai strawberry atau apa... Karena aku mencium bau amis disini." Noel membatin sembari mengamati sekitar dan berhenti pada Zack yang masih mengamati pemandangan alam yaang asri itu dalam ketenangan.


"Oh, yang benar saja..." Noel melangkah cepat ke arah Zack dan langsung menjitak kepalanya, "A-Aduhh! Kok malah dijitak si? Sakit tau!!" Zack meringis sembari memegangi kepalanya yang seketika berdenyut. Sementara Noel menghembus-hembus tangan kanannya yang ia gunakan untuk menjitak kepala Zack.


Noel menghirup napas panjang. Sepersekian detik kemudian-


"LO YANG BENER AJA SI ZACK, MASA LU KAGAK GANTI BAJU DARI KEMARIN! ARTINYA LU BELUM MANDI JUGA DONG? LO BILANG KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN. TERUS TU BAJU PENUH BERCAK KAYAK GITU KAN SAMA DENGAN GAK BERSIH!! DASAR MANUSYA BANYAK OMONG KURANG AKSI!!" Noel memegangi pundak Zack, mengguncang tubuhnya dan terus mengoceh-menasihatinya. Zack sendiri tak habis pikir ternyata sahabatnya bisa berspek emak-emak juga ya? Ia mengambaikan kata-kata Noel-selain yang barusan-karena iya sudah terlanjur menerawang jauh kesana ketika kerinduan yang membuncah terbesit dihatinya.


"Kira-kira mama lagi ngapain ya? Yang pasti saat ini mama sudah bahagia, kan? Sekarang kan Mama udah ngumpul sama keluarga yang lain... disurga-" merasa kepalanya yang seakan ingin berpisah dengan tubuhnya, Zack kehilangan kesadarannya dan larut dalam memori bahagia bersama keluarganya.


~|~


Disebuah ruangan bewarna putih yang terasa hampa itu Zack berdiri dengan kerinduan yang membuncah. Zack menatap nanar kesegala arah. Didengarnya suara yang terasa familiar di telinganya. Suara yang tidak akan pernah dilupakannya. Terdengar jelas suara itu datang dari sisi kanannya, "M-mama...?"


"Jaki... Semangat ya sayang kamu pasti bisa menjadi anggota keamanan negara seperti mimpi kamu..." Ujar wanita yang tak lain adalah ibunda Zack dengan senyum semringah.


Air mata menetes seketika. Zack menangis tersedu melihat sang ibu yang tersenyum semringah dengan baju rumah sakit yang melekat ditubuhnya. "M-mama..?" Seketika Zack langsung berlari ke arah ibunda dan memeluknya erat. "Mama, maafin Jaki... Seharusnya waktu itu Jaki gak pergi ke tempat pelatihan dan jagain mama aja di Rumah sakit. Kalau aja waktu itu... Hiks... Mama pasti gak akan ikut di le.. hiks... mama.. mama tenang aja.. Jaki janji bakalan jadi anggota keamanan negara... Meski lewat jalur yang berbeda..."


Seketika Zack telah kembali kepada kesadarannya. Saat ini ia berbaring menghadap ke kanan. Ia membuka matanya perlahan dan tentu saja ia belum sepenuhnya sadar. Tapi yang pasti ia sadar bahwa matanya pasti sembab karena menangis sejak pertemuan dirinya dan ibunda dialam bawah sadar itu.


"..Hiks.. ini aku beneran nangis kah? Cengeng banget..." ujarnya kemudian memeluk sembarang hal yang ada di depannya dan menjadikannya sapu tangan sementara yang tak lain..


"WEYY!! GAUSAH MELUK-MELUK JUGA HAY MANUSYA HOMO, TAK SADAR DIRI BIN TAK TAU DIRI MENJADIKAN BAJUKU BUAT NGELAP INGUS HAAA?!!" Noel kaget bukan main ketika Zack memeluk dirinya yang saat itu sedang bermain game horor, apalagi Zack menjadikan bajunya lap ingus? Yang benar saja!! Noel terus berusaha menjauhkan Zack yang hendak memeluknya.


"Jijiq cokk!!" Noel mendesis pelan. Sebenarnya bisa saja ia langsung melakukan KDR- eh maksudnya Menendang Zack ke bulan tapi ia urungkan karena Zack baru bangun dari kematian. Eh.


Zack menggercap saat matanya terasa perih oleh sesuatu yang beraroma... minyak kayu putih? Ia kemudian terduduk dan sepenuhnya sadar sekarang, "AAAAA ADUH! ADUH! MATAKU.. BARU AJA SAD MOMENT INI UDAH BAD MOMENT AJA!!" Gerutu Zack ketika matanya terasa semakin perih.


Noel turut terduduk dikala sadar bahwa tadi ia menggunakan minyak kayu putih agar tubuhnya tak digigit nyamuk. "Maaf bro, gak sengaja..." Noel terkekeh pelan kemudian mengacungkan jempol pada Zack dan turun perlahan dari kasur lipatnya. "Kabur dulu, izinnya nanti!"


"ELL LU YANG BENER AJA, MATA KU PERIH NIII!!" Teriak Zack seperti bocah yang kecolongan es krim. Meski ia tak dapat melihat dengan baik saat ini tapi ia tahu bahwa Noel baru saja mengungsi dari amukan sepupu pak kades.


~|~


Maaf ceritanya nyasar :v


Yang asli ada badakhnya, Epic, nyahahahaha...


Maaf ya... Buat yang baca.. aku keluar dari alur utama karena kebawa cerita ke bar-bar an Noel.. mohon maaf yang sebesar-besarnya.. cerita yang serius bukan di prat ini tapi di prat 6 keatas karena untuk 1-5 kemungkinan akan membahas soal karakter dan hal-hal yang wajib kalian ketahui khususnya tentang akademi seperti apa tempat duo bar-bar ini menimba ilmu.


"Jangan lupa petik yang baik buang yang busuk. Eh. Yang paham-paham aja deh."


Enjoy breder^^


Btw setiap part akan kutandai Menurut warnanya apakah itu wajib di baca atau boleh di skip, maupun tentang keberadaan kekerasan dan yang lebih brutal bakal di tandai demi kenyamanan berjamaah


From Sia, Dear All

__ADS_1


__ADS_2